Brice Delval – Petarung Prancis-Aljazair Di ONE Championship

Piter Rudai 20/05/2025 4 min read
Brice Delval – Petarung Prancis-Aljazair Di ONE Championship

Jakarta – Di antara deru musik tradisional dan atmosfer magis yang menyelimuti ring Muay Thai di Thailand, tiba-tiba muncul seorang anak muda dengan tubuh tinggi, wajah Eropa, dan gerakan secepat kilat. Namanya adalah Brice Delval. Lahir pada 15 Juli 1999 di Nice, Prancis, dan berdarah campuran Prancis-Aljazair, Brice bukan hanya membawa bendera dua negara, tetapi juga membawa semangat generasi baru yang berani menantang dominasi tradisi dengan cara menghormatinya.

Kini, Delval dikenal sebagai salah satu petarung non-Asia paling menjanjikan dalam dunia Muay Thai modern. Di bawah naungan ONE Championship, ia berlaga di divisi Bantamweight Muay Thai, menghadapi para legenda dan bintang masa depan dengan gaya khasnya yang agresif dan penuh determinasi. Dengan julukan “The Truck”, ia tidak hanya menyimbolkan kekuatan, tetapi juga keteguhan dalam menghadapi jalan panjang penuh tantangan.

Ketertarikan yang Menjadi Takdir

Brice Delval tumbuh di kota pesisir Nice, sebuah wilayah yang jauh dari pusat-pusat latihan Muay Thai tradisional. Namun, sejak kecil ia sudah menyimpan ketertarikan besar terhadap seni bela diri. Ketika sebagian besar anak seusianya bermain sepak bola di jalanan atau bersepeda, Brice memilih menonton video pertarungan Muay Thai dan berlatih keras di gym lokal.

Saat teman-temannya menikmati kehidupan remaja khas Eropa, Delval mengambil keputusan besar: ia pindah ke Paris pada usia 13 tahun untuk mengejar karier Muay Thai secara serius. Ia bergabung dengan Mahmoudi Gym, tempat yang menjadi fondasi bagi perkembangannya sebagai petarung profesional.

Menjadi Petarung, Bukan Turis

Delval tidak hanya berlatih di Prancis, tetapi juga melakukan perjalanan ke Thailand untuk bertanding dan mengasah kemampuannya. Ia tidak datang sebagai turis, melainkan sebagai petarung yang ingin membuktikan diri. Di Lumpinee Stadium, ia menghadapi lawan-lawan yang telah berlatih sejak usia muda dan berasal dari keluarga petarung.

Dedikasi dan kerja kerasnya membuahkan hasil. Pada 2016, ia memenangkan gelar S1 World Champion di kelas 138 lbs, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan namanya di dunia Muay Thai.

Kini, Delval terus berkompetisi di panggung internasional, termasuk di Lumpinee Stadium dan ONE Championship, membuktikan bahwa ia bukan sekadar petarung asing yang mencoba peruntungan, tetapi seorang atlet yang benar-benar berdedikasi pada Muay Thai

Lambang Gaya Bertarung yang Tanpa Ampun

Julukan “The Truck” bukanlah hiperbola. Dalam setiap pertarungan, Delval tampil maju tanpa ragu, seperti truk berat yang terus menggulung lawan-lawannya dengan kekuatan dan konsistensi. Ia bukan tipe petarung yang menunggu atau menghindar terlalu lama. Justru sebaliknya—Delval senang bertukar serangan, menguji nyali lawan, dan menyerang secara bertubi-tubi.

Keunggulannya antara lain:

    • Kekuatan fisik luar biasa, jarang sekali mundur saat ditekan.
    • Tendangan kanan dan pukulan kombinatif yang tajam.
    • Permainan clinch agresif, terutama lutut dan dorongan jarak dekat.
    • Kecepatan dan stamina tinggi, bahkan di ronde-ronde akhir.

Brice juga memiliki insting bertahan yang baik. Walau ia menyukai duel keras, ia tidak sembrono. Ia tahu kapan harus menahan dan kapan harus melepaskan serangan pamungkas. Itulah yang membedakannya dari banyak petarung muda lainnya.

Debut Berani Melawan Sang Juara

Pada usia 20 tahun, Delval menerima tantangan yang akan menentukan arah kariernya: debut melawan Nong-O Gaiyanghadao, salah satu legenda hidup Muay Thai yang telah menyandang banyak gelar dunia. Itu bukan sekadar pertarungan—itu adalah ujian yang bahkan banyak petarung senior pun enggan ambil.

Hasilnya? Delval kalah melalui keputusan terpisah. Tapi tidak kalah dalam makna. Ia bertarung selama lima ronde penuh, mencetak beberapa serangan signifikan, dan menunjukkan kepada dunia bahwa ia layak berada di ring yang sama dengan sang legenda. Banyak pengamat mengaku terkejut atas keberanian dan kematangannya, dan sejak saat itu, Delval menjadi salah satu nama yang patut diperhitungkan di divisi Bantamweight Muay Thai.

Simbol Harapan Bagi Petarung Eropa

Brice Delval bukan hanya petarung. Ia adalah simbol harapan. Bagi banyak petarung muda di Eropa, terutama mereka yang berdarah imigran seperti dirinya, Delval membuktikan bahwa Muay Thai bukan milik eksklusif siapa pun. Siapa pun yang siap bekerja keras, berkorban, dan menghormati tradisi, bisa menjadi bagian dari cerita besar seni bela diri ini.

Beberapa pencapaian penting:

    • Finalis ONE Bantamweight World Title di usia 20 tahun
    • Dikenal sebagai salah satu striker paling agresif dari Eropa
    • Menjadi inspirasi bagi komunitas Muay Thai di Prancis dan Aljazair

Brice Delval dan Jalan Panjang Seorang “Truk”

Brice Delval bukan hanya seorang petarung, tetapi juga bukti bahwa dedikasi dan kerja keras dapat membawa seseorang melampaui batas geografis dan tradisi. Dari panggung lokal hingga arena dunia, ia terus membuktikan bahwa Muay Thai bukan sekadar olahraga, tetapi juga jembatan yang menghubungkan budaya dan semangat juang tanpa batas.

Perjalanan Delval belum selesai. Ia masih muda, masih lapar, dan masih ingin membuktikan bahwa “The Truck” belum menginjak gigi terakhirnya. Jalan di depannya mungkin panjang dan berat, tetapi satu hal pasti: ia tidak akan berhenti melaju.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...