Ketika Kylian Mbappé Mengukir Nama di Piala Dunia 2018

Eva Amelia 30/06/2025 3 min read
Ketika Kylian Mbappé Mengukir Nama di Piala Dunia 2018

Jakarta – 30 Juni 2018 akan selalu dikenang sebagai salah satu hari paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia FIFA. Di Kazan Arena, Rusia, dua raksasa sepak bola, Prancis dan Argentina, saling berhadapan dalam babak 16 besar yang mendebarkan. Namun, di tengah gemuruh sorak-sorai penonton dan ketegangan yang memuncak, seorang remaja berusia 19 tahun bernama Kylian Mbappé bangkit dan mengukir namanya dalam tinta emas sejarah, mengikuti jejak legenda Pele.

Pertandingan ini sudah diprediksi akan menjadi tontonan menarik, mempertemukan talenta muda Prancis dengan kejeniusan Lionel Messi dari Argentina. Prancis, yang dilatih oleh Didier Deschamps, memiliki skuad yang dipenuhi bintang-bintang muda berbakat, sementara Argentina mengandalkan magis Messi untuk membawa mereka melaju lebih jauh.

Peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, dan sejak awal, ritme permainan sudah sangat tinggi. Prancis berhasil unggul lebih dulu melalui tendangan penalti Antoine Griezmann di menit ke-13 setelah Mbappé dijatuhkan di kotak terlarang. Keunggulan ini membuat publik Prancis bersorak, namun kegembiraan itu tidak bertahan lama. Angel Di Maria berhasil menyamakan kedudukan untuk Argentina dengan tendangan roket spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-41, menutup babak pertama dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, Argentina justru berbalik unggul. Gabriel Mercado secara tak terduga berhasil membelokkan tendangan Messi untuk mengubah skor menjadi 2-1 di menit ke-48. Stadion bergemuruh, para penggemar Argentina merayakan, dan harapan untuk melaju ke babak selanjutnya semakin terbuka lebar. Namun, mental juara Prancis tidak goyah. Mereka merespons dengan cepat dan brutal.

Hanya sembilan menit kemudian, Benjamin Pavard mencetak salah satu gol terbaik di turnamen ini. Sebuah tendangan voli melengkung yang indah dari luar kotak penalti menghujam gawang Argentina, menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol ini memicu semangat Prancis, dan dari sinilah panggung Mbappé benar-benar bersinar.

Di menit ke-64, Mbappé menunjukkan kecepatan dan ketajamannya yang luar biasa. Setelah menerima umpan di dalam kotak penalti, ia dengan tenang melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Argentina, Franco Armani. Skor berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Prancis. Stadion kembali bergemuruh, namun kali ini untuk sorak-sorai Prancis.

Tak puas dengan satu gol, Mbappé kembali mencetak gol hanya empat menit kemudian, pada menit ke-68. Dalam sebuah serangan balik cepat, ia menerima umpan terobosan dan dengan dingin menuntaskannya menjadi gol keempat Prancis. Gol ini tidak hanya memperlebar jarak skor menjadi 4-2, tetapi juga menandai momen bersejarah. Dengan dua golnya di pertandingan ini, Kylian Mbappé menjadi remaja kedua dalam sejarah Piala Dunia yang berhasil mencetak dua gol dalam satu pertandingan, setelah legenda Brasil, Pelé, yang melakukannya pada Piala Dunia 1958.

Meskipun Sergio Agüero berhasil memperkecil kedudukan menjadi 4-3 di masa injury time, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Argentina. Peluit panjang berbunyi, mengakhiri pertandingan yang penuh drama dan gol. Prancis melaju ke perempat final, dan Mbappé menjadi pahlawan yang disanjung.

Penampilan Mbappé di pertandingan ini bukan hanya tentang gol, tetapi juga tentang kepercayaan diri, kecepatan, dan kemampuannya untuk mengubah jalannya pertandingan. Ia menunjukkan kematangan yang jauh melampaui usianya, membuktikan bahwa ia adalah salah satu talenta paling menjanjikan di dunia sepak bola. Momen ini menjadi titik balik bagi kariernya dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci dalam perjalanan Prancis meraih gelar juara Piala Dunia 2018. Sejak hari itu, nama Kylian Mbappé tak terpisahkan dari sejarah gemilang Piala Dunia FIFA.

(EA/timKB).

Sumber foto: indosport.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...