Statistik Dan Sejarah Pensiunnya Nomor Punggung Di NBA

Eva Amelia 09/04/2026 3 min read
Statistik Dan Sejarah Pensiunnya Nomor Punggung Di NBA

Jakarta – Dalam dunia bola basket profesional Amerika Serikat (NBA), sebuah nomor bukan sekadar identitas numerik di atas jersei. Ia adalah simbol warisan, keringat, dan dedikasi seorang atlet terhadap sebuah kota dan komunitas. Mempensiunkan nomor punggung (retiring a jersey number) adalah penghormatan tertinggi yang bisa diberikan sebuah klub kepada mantan pemainnya. Ketika sebuah nomor “dinaikkan ke langit-langit” (raised to the rafters), tidak akan ada lagi pemain di masa depan yang boleh mengenakan nomor tersebut untuk tim yang sama.

Tradisi dan Filosofi di Balik Penghormatan

Tradisi mempensiunkan nomor di NBA bukan sekadar tren, melainkan bentuk pengakuan atas dampak luar biasa seorang pemain. Kriterianya biasanya sangat ketat: kontribusi statistik yang dominan, kesetiaan jangka panjang, raihan gelar juara, hingga pengaruh sosial di luar lapangan.

Boston Celtics memegang rekor sebagai tim dengan nomor punggung terbanyak yang dipensiunkan, yakni mencapai 23 nomor (termasuk satu nama tanpa nomor, “LOSCY” untuk Jim Loscutoff). Dominasi ini mencerminkan sejarah panjang dinasti Celtics di era 1950-an hingga 1960-an. Sebaliknya, tim yang lebih muda atau yang belum menemukan sosok ikonik permanen seperti Los Angeles Clippers dan Toronto Raptors, tercatat sebagai sedikit dari tim yang hampir tidak memiliki atau sangat minim nomor yang dipensiunkan di langit-langit stadion mereka.

Bill Russell: Satu Nomor untuk Seluruh Liga

Tahun 2022 mencatatkan sejarah baru yang belum pernah terjadi sebelumnya di NBA. Setelah wafatnya legenda Boston Celtics, Bill Russell, Komisaris NBA Adam Silver mengumumkan bahwa nomor punggung 6 akan dipensiunkan di seluruh tim NBA secara permanen.

Ini adalah penghormatan “league-wide” pertama dalam sejarah basket. Bill Russell bukan hanya kolektor 11 cincin juara, tetapi juga pionir hak sipil dan pelatih kulit hitam pertama di liga. Keputusan ini berarti tidak ada lagi pemain baru di tim mana pun—baik itu Los Angeles Lakers, Golden State Warriors, hingga Miami Heat—yang boleh memilih nomor 6. Pemain yang sudah mengenakan nomor tersebut saat aturan ditetapkan, seperti LeBron James pada saat itu, diberikan hak khusus (grandfather clause) untuk tetap memakainya sampai mereka pensiun.

Kasus Unik: Kobe Bryant dan Michael Jordan

Berbicara soal nomor punggung tidak lengkap tanpa menyebut dua ikon global: Kobe Bryant dan Michael Jordan. Kasus mereka memberikan warna unik dalam sejarah pensiunnya nomor punggung.

  1. Dua Wajah Kobe Bryant (8 dan 24). Lakers melakukan hal yang belum pernah dilakukan tim lain terhadap satu pemain: mempensiunkan dua nomor sekaligus untuk orang yang sama. Kobe Bryant mengenakan nomor 8 di paruh pertama kariernya (menghasilkan 3 gelar juara) dan nomor 24 di paruh kedua (menghasilkan 2 gelar juara dan gelar MVP). Karena pencapaiannya di kedua nomor tersebut setara dengan kualitas Hall of Fame, Lakers memutuskan untuk menaikkan kedua jersei tersebut ke langit-langit Crypto.com Arena pada tahun 2017.
  2. Penghormatan Miami Heat untuk Michael Jordan. Mungkin fakta paling unik adalah ketika Miami Heat mempensiunkan nomor 23 milik Michael Jordan pada tahun 2003. Menariknya, Jordan tidak pernah sekalipun bermain untuk Miami Heat. Presiden Miami Heat, Pat Riley, melakukan hal ini murni sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar Jordan terhadap pertumbuhan liga. Hingga hari ini, setiap pemain yang bergabung dengan Heat tahu bahwa nomor 23 adalah wilayah terlarang, meskipun sang pemilik nomor adalah rival terbesar mereka di masa lalu.

Angka yang Melampaui Pemain

Tidak selamanya nomor yang dipensiunkan adalah milik pemain. NBA memiliki tradisi unik untuk menghargai sosok-sosok di balik layar:

  • Pelatih: Denver Nuggets mempensiunkan nomor 432 untuk menghormati pelatih Doug Moe, yang mencatatkan 432 kemenangan bersama tim tersebut.
  • Pemilik dan Manajer: Banyak tim mempensiunkan nomor yang melambangkan jumlah tahun pengabdian atau status khusus, seperti nomor 59 di Atlanta Hawks untuk menghormati mantan wali kota Kasim Reed.
  • Penyiar: Beberapa tim mempensiunkan mikrofon atau nama penyiar legendaris mereka untuk menghargai suara yang menemani fans selama berpuluh-puluh tahun.

Dampak dan Masa Depan

Mempensiunkan nomor punggung juga membawa tantangan logistik. Dengan semakin banyaknya nomor yang dipensiunkan (seperti di Boston), pilihan nomor bagi pemain baru semakin menipis. Hal ini seringkali membuat pemain baru harus kreatif, memilih nomor-nomor besar seperti 77, 99, atau bahkan nomor 0 dan 00.

Namun, di balik kendala teknis tersebut, ritual ini tetap menjadi momen paling emosional dalam dunia olahraga. Saat spanduk jersei perlahan naik ke atas diiringi tepuk tangan ribuan penonton, itu adalah tanda bahwa sang atlet telah mencapai keabadian. Mereka bukan lagi sekadar nama dalam buku statistik, melainkan bagian dari jiwa sebuah klub.

Fakta bahwa nama-nama seperti Michael Jordan, Bill Russell, dan Kobe Bryant akan terus “menggantung” di sana memastikan bahwa generasi mendatang tidak akan pernah lupa pada standar kehebatan yang pernah mereka tetapkan.

(EA/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...