Diego Forlán: Perjalanan Karier Seorang Legenda Sepak Bola Uruguay

Eva Amelia 29/06/2023 3 min read
Diego Forlán: Perjalanan Karier Seorang Legenda Sepak Bola Uruguay

Jakarta – Sebelum era dua bomber Luis Suarez dan Edinson Cavani, Uruguay pernah memiliki seorang striker yang tak kalah tajam yang bernama Diego Forlan. Forlan terlebih dahulu menaklukkan Eropa dengan bermain di klub klub besar seperti Atletico Madrid, Manchester United dan Inter Milan. Forlan juga ikut membawa skuad Uruguay menembus semifinal Piala Dunia tahun 2010 di Afrika Selatan.

Diego Martín Forlán Corazo lahir pada tanggal 19 Mei 1979 di Montevideo, Uruguay. Ia dikenal sebagai seorang mantan pemain yang bermain sebagai penyerang. Forlán dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik di generasinya, dengan catatan prestasi yang mengesankan dalam karier sepak bolanya.

Forlán memulai karier sepak bola profesionalnya di negara asalnya, Uruguay. Ia bermain untuk klub Peñarol dan Danubio sebagai pemain muda sebelum akhirnya bergabung dengan klub Argentina Independiente. Di Independiente, Forlán menunjukkan bakat dan kualitasnya sebagai seorang penyerang yang memikat perhatian banyak klub besar di Eropa.

Pada tahun 2002, Forlán pindah ke Inggris dan bergabung dengan salah satu klub terkenal, Manchester United. Namun, penampilannya untuk United tidak sejaya di Independiente. Meskipun begitu, ia tetap berkontribusi dalam meraih gelar Liga Premier pada musim 2002-2003 dan Piala FA pada musim 2003-2004.

Setelah pengalamannya di Inggris, Forlán melanjutkan karier sepak bolanya di Spanyol dengan bergabung bersama klub Villarreal pada musim panas 2004. Di musim pertamanya di La Liga, Forlán tampil impresif dengan mencetak 25 gol liga dan memenangkan Trofi Pichichi sebagai pencetak gol terbanyak di Spanyol. Keberhasilannya bersama Villarreal membuatnya diminati oleh klub Atlético Madrid.

Foto: eurosport.com

Forlán bergabung dengan Atlético Madrid dan meraih kesuksesan yang luar biasa. Ia menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Spanyol dan menjadi pemain pertama yang memenangkan Trofi Pichichi dua kali sejak Ronaldo pada tahun 1996-1997 dan 2003-2004. Selama bermain di Atlético Madrid, Forlán juga mencapai prestasi besar dengan mencetak gol dalam kemenangan final Liga Europa 2010 melawan Fulham.

Setelah meninggalkan Atlético Madrid, Forlán melanjutkan karier sepak bolanya dengan bermain di klub-klub seperti Inter Milan, Internacional, Cerezo Osaka, dan kembali ke Uruguay dengan Peñarol. Ia juga bermain untuk klub sepak bola India, Mumbai City, dan klub sepak bola Hong Kong, Kitchee, sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun dari sepak bola profesional pada Agustus 2019.

Selain karier klub, Forlán juga memiliki karier internasional yang sukses bersama tim nasional Uruguay. Ia mencetak 36 gol untuk negaranya antara debutnya pada tahun 2002 hingga tahun 2014. Salah satu momen bersejarah dalam karier internasionalnya adalah saat ia finis sebagai pencetak gol terbanyak bersama dengan lima gol di Piala Dunia FIFA 2010, yang membantu Uruguay mencapai hasil yang mengesankan.

Selama kariernya, Forlán telah mengukir banyak prestasi dan rekor pribadi yang mengesankan. Dia adalah pemain pertama yang mencapai 100 caps untuk timnas Uruguay dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa negaranya. Pada tahun 2011, ia juga mendapatkan penghargaan internasional dengan memenangkan Bola Emas sebagai pemain terbaik Piala Dunia FIFA 2010.

Setelah pensiun sebagai pemain, Forlán juga melanjutkan karier sebagai manajer sepak bola. Pada tahun 2019, ia ditunjuk sebagai manajer klub masa kecilnya, Peñarol. Namun, setelah hasil yang kurang memuaskan, ia dipecat pada September 2020. Pada tahun 2021, ia kembali menjadi manajer dengan bergabung bersama Atenas de San Carlos.

(EA/timKB).

Sumber foto: okezone.com

Loading next article...