Michael Olise Jadi Pahlawan Kemenangan Bayern Munchen

Jakarta – Michael Olise kembali menjadi penentu kemenangan bagi Bayern Munchen setelah tendangan indahnya memastikan kemenangan 1-0 atas Wolfsburg yang sedang terpuruk di Volkswagen Arena. Kemenangan ini memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi tim asuhan Vincent Kompany setelah tersingkir secara mengecewakan dari Liga Champions oleh Paris Saint-Germain.

Baca juga: Michael Olise Diincar Madrid Dan Manchester City

Bagi Die Roten, kemenangan ini menjadi persiapan yang sempurna menjelang final DFB-Pokal melawan Stuttgart pada 23 Mei mendatang. Setelah memastikan gelar Bundesliga pada pekan ke-30, Bayern kini berfokus untuk meraih gelar ganda domestik guna menyelamatkan musim yang berakhir dengan kegagalan di kancah Eropa.

Momen paling diperbincangkan di babak pertama terjadi pada menit ke-36 ketika Konstantinos Koulierakis melakukan pelanggaran terhadap Olise di dalam kotak penalti. Kane maju untuk mengambil tendangan penalti, setelah sebelumnya berhasil mencetak semua 24 tendangan penalti yang dilakukannya di liga utama Jerman. Anehnya, kapten timnas Inggris itu melepaskan tendangan yang melebar ke sisi kanan gawang, menandai kegagalan penalti pertamanya sepanjang karier di Bundesliga.

Kegagalan tersebut diselimuti kontroversi karena tayangan ulang televisi tampak menunjukkan Jeanuël Belocian seolah-olah dengan sengaja menginjak titik penalti sebelum tendangan dilakukan. Kane tampak sedikit kehilangan keseimbangan saat menyentuh bola, sehingga memunculkan pertanyaan apakah lapangan telah dimanipulasi. Kegagalan mencetak gol tersebut membuat skor tetap imbang hingga jeda,

Memasuki babak kedua, Olise mengambil inisiatif pada menit ke-56. Pemain sayap yang dinamis ini memamerkan kehebatannya secara individu dengan menusuk ke dalam dari sayap kanan dan melepaskan tendangan keras dan akurat ke sudut jauh gawang. Itu adalah gol berkualitas tinggi yang tak mampu dihentikan oleh kiper Wolfsburg, Kamil Grabara, dan memberi Bayern keunggulan yang memang pantas mereka dapatkan berkat tekanan yang mereka bangun sepanjang babak kedua.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan, memaksa Wolfsburg keluar dari pertahanan mereka. Meskipun tuan rumah terlihat berbahaya dalam serangan balik di babak pertama – dengan Tom Bischof bahkan membentur mistar gawang dari jarak jauh – mereka kesulitan menembus barisan pertahanan Bayern setelah pasukan Kompany memimpin. Jamal Musiala juga nyaris menggandakan keunggulan tak lama setelah babak kedua dimulai, tetapi Grabara melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga Wolves tetap dalam pertandingan.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Profil Timnas Bosnia Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Bosnia dan Herzegovina akhirnya kembali mencuri perhatian dunia sepak bola. Setelah penantian panjang, mereka memastikan diri tampil di Piala Dunia 2026 dengan penuh drama. Kenangan terakhir mereka di ajang ini masih membekas kuat sejak edisi 2014 di Brasil. Saat itu, Bosnia tampil untuk pertama kalinya di panggung terbesar sepak bola dunia.

Perjalanan tersebut tak mudah dan penuh pelajaran berharga. Mereka harus menghadapi tim-tim besar dan merasakan kerasnya persaingan level tertinggi. Kini, lebih dari satu dekade berselang, Bosnia datang dengan cerita baru. Mereka membawa harapan untuk melangkah lebih jauh dari sekadar fase grup.

Baca juga: Disingkirkan Bosnia, Italia Gagal Lolos Ke Piala Dunia

Bosnia dan Herzegovina memulai perjalanan dari Grup H kualifikasi zona Eropa. Mereka harus bersaing dengan Austria, Rumania, Siprus, dan San Marino dalam perebutan tiket langsung. Persaingan berjalan ketat sejak awal hingga akhir fase grup. Bosnia akhirnya finis sebagai runner-up dengan koleksi 17 poin, hanya terpaut dua angka dari Austria di puncak klasemen. Hasil tersebut memaksa mereka menempuh jalur playoff yang penuh tekanan. Di semifinal, Bosnia menyingkirkan Wales lewat adu penalti 4-1 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Laga final menghadirkan drama besar saat menghadapi Italia di Zenica. Bosnia bermain imbang 1-1 hingga adu penalti dan menang 4-1 setelah dua penendang Italia yakni Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal menjalankan tugasnya. Bosnia membuat kejutan besar dengan mengalahkan Italia yang sebelum laga lebih diunggulkan untuk menang. Hasil tersebut juga sekaligus memperpanjang duka Azzurri yang gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia yakni 2018, 2022, dan kini 2026.

Bosnia dan Herzegovina dulunya merupakan bagian dari Yugoslavia. Setelah tahun 1990, mereka resmi berpisah dan menjadi negara sendiri. Pada tahun 1994, mereka tak bisa berpartisipasi di Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat. Pada 2002, 2006, dan 2010 mereka gagal lolos ke putaran final. Penampilan Bosnia di Piala Dunia 2014 menjadi tonggak sejarah penting. Mereka tergabung di Grup F bersama Argentina, Nigeria, dan Iran.

Laga pertama langsung menjadi ujian berat saat menghadapi Argentina. Bosnia kalah 1-2 dalam pertandingan yang juga diwarnai gol penentu dari Lionel Messi. Mereka kemudian menunjukkan perlawanan dengan meraih satu kemenangan. Namun, dua kekalahan membuat Bosnia harus puas finis di posisi ketiga grup dengan tiga poin. Meski gagal lolos ke fase gugur, pengalaman tersebut menjadi fondasi penting. Bosnia kini datang dengan ambisi untuk melampaui pencapaian sebelumnya.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Esmir Bajraktarevic. Pemain muda yang kini bermain di PSV Eindhoven itu digadang-gadang menjadi bintang masa depan Bosnia. Ia sejauh ini telah bermain sebanyak 37 kali bagi PSV. Lima gol dan dua assist telah disumbangkannya bagi klub Eredivisie tersebut. Bajraktarevic dikenal memiliki kecepatan dan kreativitas tinggi. Pemain berkaki kidal ini mampu menjadi pembeda di lini serang dengan kemampuan dribel dan visi bermainnya.

Perannya semakin penting dalam skema permainan tim, apalagi ia tipe pemain yang fleksibel, bisa bermain sebagai winger kanan atau gelandang serang. Bosnia membutuhkan sosok yang bisa menciptakan peluang di tengah ketatnya pertahanan lawan. Jika mampu tampil konsisten, Bajraktarevic bisa menjadi kejutan di turnamen. Ia berpotensi menjadi pemain kunci dalam perjalanan Bosnia di Piala Dunia 2026.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Profil Timnas Swiss Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Swiss kembali memastikan tempat di Piala Dunia 2026 dengan membawa reputasi sebagai salah satu tim paling konsisten dari Eropa. Keikutsertaan ini menjadi yang keenam secara beruntun sekaligus yang ke-13 sepanjang sejarah mereka di ajang sepak bola terbesar dunia. Dalam beberapa dekade terakhir, Swiss menunjukkan stabilitas performa yang jarang dimiliki tim papan tengah Eropa. Mereka hampir selalu mampu lolos dari fase grup, tapi kerap gagal melangkah lebih jauh akibat hasil dramatis di fase gugur.

Baca juga: Swiss Lengkapi Jatah Eropa Langsung Lolos Ke Piala Dunia

Generasi saat ini juga datang dengan pengalaman yang lebih matang dan komposisi tim yang seimbang. Kombinasi antara pemain senior dan talenta muda membuat Swiss menjadi lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan bekal tersebut, Piala Dunia 2026 menjadi momentum penting bagi Swiss untuk kembali mencatat sejarah. Target menembus perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954 menjadi ambisi realistis yang mereka bawa.

Swiss tampil impresif sepanjang babak kualifikasi menuju Piala Dunia 2026. Mereka membuka langkah dengan kemenangan telak 4-0 atas Kosovo, di mana Breel Embolo mencetak dua gol. Performa solid berlanjut saat mereka mengalahkan Slovenia 3-0 dan menundukkan Swedia 2-0. Tim asuhan Murat Yakin menunjukkan keseimbangan antara lini belakang yang kokoh dan serangan yang efektif.

Pada laga tandang, Swiss tetap menjaga konsistensi dengan hasil imbang tanpa gol melawan Slovenia. Mereka kemudian kembali mengalahkan Swedia dengan skor meyakinkan 4-1. Hasil imbang melawan Kosovo di laga terakhir memastikan Swiss lolos tanpa kekalahan. Mereka menutup kualifikasi dengan selisih gol +12, mencetak 14 gol dan hanya kebobolan dua kali.

Swiss memiliki sejarah panjang di Piala Dunia dengan catatan 13 kali tampil sejak debut pada 1934. Prestasi terbaik mereka adalah mencapai perempat final sebanyak tiga kali, yakni pada 1934, 1938, dan 1954. Meski belum mampu mengulang capaian tersebut dalam era modern, konsistensi Swiss tetap terlihat. Sejak 1994, mereka berhasil mencapai babak 16 besar dalam lima dari enam partisipasi terakhir. Catatan ini memperlihatkan bahwa Swiss selalu menjadi tim yang sulit dikalahkan di fase awal turnamen. Namun, mereka sering tersingkir dengan cara yang menyakitkan, termasuk melalui adu penalti atau kekalahan tipis.

Peran sentral dalam tim Swiss dipegang oleh kapten Granit Xhaka. Pemain berusia 33 tahun ini menjadi figur penting baik di dalam maupun luar lapangan. Xhaka memiliki pengalaman bermain di level tertinggi, termasuk bersama Arsenal dan Bayer Leverkusen. Pada musim 2025/26, ia tampil impresif bersama Sunderland di Premier League.

Sebagai gelandang, Xhaka berfungsi sebagai pengatur tempo permainan sekaligus pemimpin tim. Ia juga menjadi pemain dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah Timnas Swiss. Pengalamannya di tiga edisi Piala Dunia sebelumnya menjadi nilai tambah bagi Swiss. Performa Xhaka di Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi faktor penentu perjalanan timnya.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Profil Timnas Skotlandia Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Skotlandia kembali tampil di Piala Dunia 2026 dengan membawa harapan besar dari generasi terbaik mereka dalam beberapa dekade terakhir. Keikutsertaan ini menjadi momen penting, mengingat mereka lama absen dari panggung terbesar sepak bola dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, Skotlandia menunjukkan perkembangan signifikan di level internasional. Mereka tidak lagi sekadar tim pelengkap, melainkan mulai tampil sebagai pesaing serius, khususnya di kompetisi Eropa.

Baca juga: Skotlandia Lolos Ke Piala Dunia Usai Sikat Denmark

Kombinasi pemain yang merumput di Premier League dan liga top Eropa lainnya membuat kualitas skuad meningkat pesat. Kedalaman tim dan pengalaman di laga besar menjadi modal penting menuju turnamen ini. Piala Dunia 2026 pun menjadi kesempatan bagi Skotlandia untuk mengakhiri reputasi lama sebagai tim yang sering gagal melangkah jauh, sekaligus membuktikan kapasitas mereka di level global.

Skotlandia menampilkan performa solid sepanjang kualifikasi zona Eropa (UEFA). Mereka mampu bersaing konsisten melawan tim-tim kuat dengan pendekatan permainan yang disiplin dan efektif. Di fase grup, Skotlandia mencatat sejumlah kemenangan penting, termasuk saat menghadapi rival langsung dalam perebutan tiket otomatis. Lini pertahanan yang terorganisir dengan baik menjadi fondasi utama keberhasilan mereka.

Selain itu, mereka juga mampu menjaga konsistensi saat bermain tandang. Hasil imbang di laga sulit dan kemenangan di kandang memastikan posisi mereka tetap aman di papan atas klasemen. Kepastian lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa Skotlandia kini telah berkembang menjadi tim yang matang secara taktik dan mental.

Skotlandia memiliki sejarah panjang di Piala Dunia, dengan delapan partisipasi sejak debut pada 1954. Namun, mereka memiliki catatan yang kurang menggembirakan. Dalam seluruh keikutsertaan tersebut, Skotlandia belum pernah lolos dari fase grup. Mereka sering tampil kompetitif, tetapi gagal mengonversi performa menjadi hasil maksimal.

Meski demikian, beberapa edisi memperlihatkan potensi besar yang tidak sepenuhnya terealisasi. Mereka kerap tersingkir dengan selisih tipis atau kalah bersaing dalam perhitungan poin. Kehadiran di Piala Dunia 2026 menjadi peluang besar untuk mengubah narasi tersebut dan mencatat sejarah baru.

Scott McTominay menjadi salah satu sosok kunci dalam skuad Skotlandia. Gelandang ini dikenal dengan energi tinggi, kemampuan duel, dan kontribusi di kedua sisi permainan. Selain perannya di lini tengah, McTominay juga sering menjadi ancaman di kotak penalti lawan, terutama dalam situasi bola mati.

Pengalamannya bermain di level klub elite seperti Manchester United dan Napoli membuatnya terbiasa menghadapi tekanan besar. Hal ini menjadi modal penting di turnamen sebesar Piala Dunia. Jika mampu tampil konsisten, McTominay bisa menjadi pemain yang menentukan perjalanan Skotlandia di Piala Dunia 2026.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Torino Hempaskan Sassuolo 2-1

Jakarta – Laga seru antara Torino vs Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia (Serie A) 2025-2026, Sabtu (9/5/2026) dini hari WIB, berakhir degam skor 2-1. Laga pekan ke-36 Liga Italia 2025-2026 antara Torino vs Sassuolo digelar di Stadion Olimpico Grande Torino. Jay Idzes harus absen dalam pertandingan Torino vs Sassuolo, karena mengalami cedera. Sassuolo sempat memimpin lewat gol Kristian Thorstvedt (51′), tetapi Torino mampu membalikkan keadaan melalui gol Giovanni Simeone (76′) dan Marcus Holmgren Pederson (70′).

Baca juga: Diimbangi Torino, Inter Tunda Pesta Juara Serie A

Dengan hasil tersebut, Sassuolo harus puas tertahan di posisi 11 klasemen sementara Liga Italia 2025-2026 dengan 49 poin. Sementara Torino menempati peringkat 12 dengan mengumpulkan perolehan 44 poin. Pada pekan selanjutnya, Torino melawat ke markas Cagliari, sedangkan Sassuolo akan menjamu Lecce.

Pada awal laga, tim tamu langsung menebar ancaman melalui sepakan Andrea Pinamonti dari dalam kotak penalti. Memasuki menit ke-10, kedua kesebelasan saling berbalas peluang matang. Torino mengancam lebih dulu lewat tendangan Gvidas Gineitis, yang kemudian langsung direspons oleh tembakan jarak jauh Armand Lauriente. Semenit berselang, pasukan Roberto D’Aversa nyaris membuka keran gol, sayangnya tandukan Alieu Eybi Njie masih membentur mistar. Permainan terbuka dengan intensitas tinggi terus diperagakan, namun penyelesaian akhir yang buntu membuat paruh pertama harus ditutup dengan skor imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, I Neroverdi sukses memecah kebuntuan pada menit ke-51. Umpan silang Luca Lipani berhasil disambar oleh sepakan kaki kiri Thorstvedt yang lepas dari kawalan, menaklukkan kiper Alberto Paleari yang terlanjur salah langkah. Torino nyaris membalas pada menit ke-60 jika saja sundulan Simeone tidak digagalkan oleh mistar gawang Arijanet Muric. Memanfaatkan umpan tarik Enzo Ebosse, sundulan Simeone yang sempat memantul ke tanah akhirnya sukses menjebol gawang Sassuolo.

Absennya Jay Idzes tampak memengaruhi soliditas pertahanan skuad asuhan Fabio Grosso. Puncaknya pada menit ke-70, umpan silang terdefleksi dari Duvan Zapata diselesaikan dengan sundulan oleh pemain pengganti, Marcus Holmgren Pederson, yang membuat Torino berbalik unggul. Sassuolo terus mencoba menekan di sisa 10 menit akhir pertandingan, namun skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Borussia Dortmund Segel Posisi Runner Up Bundesliga

Jakarta – Borussia Dortmund berhasil mengalahkan Eintracht Frankfurt dalam lanjutan Bundesliga 2025/2026. Hasil ini membuat Die Borussen dipastikan mengunci posisi kedua. Dortmund vs Frankfurt berlangsung di Signal Iduna Park, Sabtu (9/5/2026) dini hari WIB. Pasukan Niko Kovac menang 3-2. Frankfurt berhasil unggul 1-0 dengan cepat. Can Uzun membobol gawang Dortmund di menit kedua dengan memanfaatkan assist Mahmoud Dahoud.

Baca juga: Bayern Munchen Kunci Gelar Juara Bundesliga

Dortmund mencoba mencari gol penyeimbang. Ada peluang emas dari sundulan Samuele Inacio pada menit ke-16 yang masih bisa dibendung kiper lawan. Serhou Guirassy akhirnya mencetak gol di menit ke-42 untuk Dortmund, yang membuat skor imbang 1-1. Nico Schlotterbeck lantas membawa Dortmund berbalik memimpin 2-1 lewat gol di penghujung babak pertama.

Memasuki babak kedua, Julian Ryerson hampir memperbesar keunggulan Dortmund di menit ke-58. Dia melepaskan tembakan kaki kanan dari sisi gawang. Inacio sukses merobek gawang Frankfurt di menit ke-71. Dia mencetak gol dengan memanfaatkan assist Maximilian Beierdan mengubah skor menjadi 3-1. Frankfurt memperkecil kekalahan menjadi 2-3 di menit ke-87. Gol itu dicetak oleh Jonathan Burkardt.

Hasil ini membuat Dortmund mengoleksi 70 poin. Mereka dipastikan mengunci posisi kedua dengan sisa satu pertandingan. RB Leipzig ada di urutan ketiga dengan 62 dari 32 laga. Dengan enam poin maksimal yang bisa didapatkan Leipzig, hal itu belum cukup untuk menyamai poin Dortmund.

Berkat kemenangan Borussia, Eintracht kini bergantung pada hasil pertandingan Freiburg dan Augsburg. Freiburg berada di peringkat ketujuh, yang musim ini memberi hak untuk mengikuti babak kualifikasi Liga Konferensi. Tim asal Frankfurt itu tertinggal satu poin dari Freiburg (44), sementara Augsburg tertinggal tiga poin. Kedua tim masih memiliki satu pertandingan tersisa.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Pembalap Tuan Rumah Berjaya Di Sesi Latihan MotoGP Prancis

Jakarta – Pembalap tuan rumah, Johann Zarco menjadi yang tercepat di sesi practice MotoGP Prancis 2026. Sementara Marc Marquez gagal ke Q2 usai terlempar ke posisi 13. Di Sirkuit Le Mans, Prancis, Jumat (8/52026), sesi berjalan ketat. Sejak awal, kejar-kejaran waktu hingga crash terjadi. baru lima menit sesi berjalan, Jorge Martin terjatuh di Turn 9. Ia mengalami lowside, dan bisa kembali ke motornya. Dalam momen itu, Pedro Acosta menjadi yang tercepat. Ia sempat mencatat waktu 1 menit 30.792 detik. Rider Red Bull KTM itu bahkan bisa memimpin sampai 15 menit practice berjalan. Ia mengungguli Pecco Bagnaia, Joan Mir, dan Marco Bezzecchi.

Baca juga: Juarai MotoGP Prancis, Johann Zarco Naik Ke Posisi 6 Klasemen

Fermin Aldeguer juga sempat crash di Turn 4. Ia sempat terpincang usai jatuh. Tak lama berselang, Fabio Di Giannantonio melesat ke posisi pertama. ia membuat waktu 1 menit 30.739 detik, mengungguli Acosta. Saat waktu tersisa 11 menit, Acosta mengalami crash. Ia tergelincir saat menikung dan masuk ke gravel. Memasuki menit-menit akhir, Marc Marquez sempat melesat ke posisi tiga. Padahal beberapa menit sebelumnya ia sempat di posisi 18. Namun, menjelang akhir sesi, Marquez drop lagi. Ia terlempar keluar 10 besar.

Di sisa waktu, Johann Zarco akhirnya bisa mengungguli Alex Rins. Ia membuat catatan waktu 1 menit 29.907 detik. Sementara Di Giannantonio finis kedua, dan Bagnaia di posisi tiga. Alex Marquez dan Joan Mir mengunci lima besar.

 

(bP/timKB)

Sumber foto: X

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Izan Guevara Tercepat Di Sesi Practice Moto2 Prancis

Jakarta – Izan Guevara menjadi yang tercepat di sesi Praaaactice Moto 2 Prancis, sementara Mario Aji berada di urutan 25. Di Sirkuit Le Mans, Jumat (8/5/2026), Guevara mencatat waktu tercepat di sesi practice ini. Rider BLU CRU Pramac Yamaha Moto2 itu mencatat waktu 1 menit 3434 detik. Ia melesat jelang sesi berakhir, dan mengungguli Celestino Vietti, dengan keunggulan 0.002 detik, dan Barry Baltus dengan 0.003 detik. Manuel Gonzalez, yang tercepat di Free Practice sebelumnya, malah melorot ke P8. Meski begitu, ia tetap lolos ke Q2. Rider Indonesia, Mario Aji, kembali gagal tampil impresif. Andalan Idemitsu Honda Team Asia itu cuma finis di posisi 25 di practice Moto2 Prancis 2026 dan gagal ke Q2.

Baca juga: Izan Guevara Juara Moto3 2022

Berikut hasil latihan Moto2 Prancis 2026.

Lolos ke Q2:

1. Izan Guevara – BLU CRU Pramac Yamaha – Boscoscuro + – ‘34.348
2. Celestino Vietti – SpeedRS Team – Boscoscuro +0.002
3. Barry Baltus – Reds Fantic Racing – Kalex +0.003
4. Ivan Ortola – QJMotor Frinsa MSI – Kalex +0.044
5. Alonso Lopez – Italjet Gresini – Kalex +0.088
6. Daniel Holgado – CFMoto Aspar Team – Kalex +0.104
7. Collin Veijer – Red Bull KTM Ajo – Kalex +0.149
8. Manuel Gonzalez – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – Kalex +0.161
9. Senna Agius – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – Kalex +0.185
10. Ayumu Sasaki – Momoven Idrofoglia RW Racing Team – Kalex +0.288
11. Filip Salac – OnlyFans American Racing – Kalex +0.325
12. Aron Canet – Elf Marc VDS Racing – Boscoscuro +0.396
13. Zonta van den Goorbergh – Momoven Idrofoglia RW Racing Team – Kalex +0.459
14. Sergio Garcia – Italjet Gresini – Kalex +0.522

Lolos Q1:

15. Dani Munoz – Italtrans Racing – Kalex +0.558
16. Joe Roberts – OnlyFans American Racing – Kalex +0.586
17. Tony Arbolino – Reds Fantic Racing – Kalex +0.61
18. David Alonso – CFMoto Aspar Team – Kalex +0.664
19. Alex Escrig – Klint Racing Team – Forward +0.803
20. Deniz Oncu – Elf Marc VDS Racing – Boscoscuro +0.814
21. Marcos Ramirez – QJMotor Frinsa MSI – Kalex +0.882
22. Jorge Navarro – Klint Racing Team – Forward +0.974
23. Alberto Ferrandez – BLU CRU Pramac Yamaha – Boscoscuro +0.978
24. Adrian Huertas – Italtrans Racing – Kalex +1.036
25. Mario Aji – Idemitsu Honda Team Asia – Kalex +1.057
26. Jose Antonio Rueda – Red Bull KTM Ajo – Kalex +1.058
27. Taiyo Furusato – Idemitsu Honda Team Asia – Kalex +1.099
28. Luca Lunetta – SpeedRS Team – Boscoscuro +1.985

(bP/timKB).

Sumber foto: X

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

David Munoz Kuasai Sesi Latihan Moto3 Prancis

Jakarta – MotoGP Prancis 2026 dibuka dengan Sesi Practice Moto3. Hasilnya, Veda Ega Pratama, rider Indonesia, bisa merebut posisi 9 dan lolos langsung ke Q2. Di Sirkuit Le Mans, Prancis, Jumat (8/5/2026), Veda Ega sebelumnya menempati posisi 11 di Free Practice 1, siang tadi. Di sesi Practice, ia menajamkan catatan waktunya. Rider Honda Team Asia itu sempat tercecer ke bawah. Veda Ega juga sempat kembali pit di tengah sesi. Di sisa waktu kurang empat menit, Veda Ega langsung melesat. Dari posisi 15, ia bisa menembus P8 di Le Mans.

Baca juga: David Munoz Juara Moto3 Jerman 2025

Di sisa waktu, catatan waktunya sempat tersalip beberapa rider. Tak lama jelang sesi selesai, rider sal Gunungkidul itu bisa melesat lagi ke jajaran sepuluh besar. Sampai akhirnya, Veda Ega merebut posisi 9 di sesi practice. Hasil ini membuatnya lolos langsung ke Q2 di sesi kualifikasi hari Sabtu (9/5). Practice Moto3 Prancis akhirnya dikuasai David Munoz. Rider Liqui Moly Dynavolt Intact GP itu mencatat waktu 1 menit 40.211 detik, melesat melewati David Almansa jelang sesi berakhir dengan keunggulan 0.14 detik.

Berikut hasil latihan Moto3 Prancis 2026.

Lolos ke Q2:

1. David Munoz – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – KTM – 1’40.211
2. David Almansa – Liqui Moly Dynavolt Intact GP – KTM +0.014
3. Marco Morelli – CFMoto Aspar Team – KTM +0.085
4. Hakim Danish – MT Helmets MSI – KTM +0.232
5. Brian Uriarte – Red Bull KTM Ajo – KTM +0.387
6. Adrian Fernandez – Leopard Racing – Honda +0.425
7. Scott Ogden – CIP Green Power – KTM +0.535
8. Maximo Quiles – CFMoto Aspar Team – KTM +0.543
9. Veda Ega Pratama – Honda Team Asia – Honda +0.568
10. Valentin Perrone – Red Bull KTM Tech 3 – KTM +0.622
11. Joel Kelso – GRYD MLav Racing – Honda +0.623
12. Matteo Bertelle – LevelUp MTA – KTM +0.634
13. Jesus Rios – Rivacold Snipers Team – Honda +0.791
14. Eddie O’Shea – GRYD MLav Racing – Honda +0.792

Lolos Q1:

15. Guido Pini – Leopard Racing – Honda +0.813
16. Rico Salmela – Red Bull KTM Tech 3 – KTM +0.91
17. Alvaro Carpe – Red Bull KTM Ajo – KTM +0.923
18. Cormac Buchanan – BOE Motorsports – KTM +0.991
19. Joel Esteban – LevelUp MTA – KTM +0.992
20. Ryusei Yamanaka – MT Helmets MSI – KTM +1.064
21. Adrian Cruces – CIP Green Power – KTM +1.111
22. Ruche Moodley – BOE Motorsports – KTM +1.285
23. Casey O’Gorman – Sic58 Squadra Corse – Honda +1.365
24. Leo Rammerstorfer – Sic58 Squadra Corse – Honda +1.534
25. Nicola Carraro – Rivacold Snipers Team – Honda +1.578
26. Zen Mitani – Honda Team Asia – Honda +1.729

(bP/timKB).

Sumber foto: X

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

The Magpies Ingin Datangkan Oumar Solet

Jakarta – Newcastle United dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk mendatangkan bek Udinese, Oumar Solet, pada jendela transfer musim panas tahun ini. Tim arahan Eddie Howe terseok-seok sepanjang musim ini meskipun membawa harapan untuk membangun kemajuan dari musim lalu. Newcastle United masih tertinggal tujuh poin dari zona Liga Europa dengan hanya tiga pertandingan tersisa, membuat harapan mereka untuk mengamankan tempat di kompetisi Eropa tampaknya hampir pupus.

Newcastle sudah kebobolan empat gol lebih banyak dibandingkan dengan total gol yang mereka kebobolan di Premier League musim lalu. Tim arahan Howe tersebut belum mampu mencatatkan clean sheet sejak Maret, dan mereka juga gagal mencatatkan clean sheet di kandang sendiri di Premier League sejak Januari. Newcastle sedang mencari opsi pemain bertahan untuk didatangkan dan tertarik pada bek tengah Real Betis, Natan, meskipun keinginan pemain Brasil itu untuk terus bermain di La Liga telah mempersulit situasi seputar potensi kesepakatan tersebut. Klub tersebut juga mengincar opsi pemain bertahan lainnya dan tertarik pada Oumar Solet dari Udinese.

Newcastle telah memantau Solet dalam beberapa pekan terakhir karena mereka mempertimbangkan untuk merekrutnya di musim panas tahun ini. Newcastle United bukanlah satu-satunya klub yang memburu pemain ini, karena juara Serie A, Inter Milan, juga terus memantau bek tersebut sejak kedatangannya di Italia. Terdapat dugaan bahwa Solet kemungkinan akan dijual oleh Udinese pada jendela transfer musim panas dan pemain asal Italia tersebut dihargai €25 juta.

Pemain asal Prancis itu muncul sebagai target West Ham United pada tahun 2024 , meskipun kepindahan tersebut gagal terwujud sebelum kontraknya dengan Red Bull Salzburg akhirnya diakhiri. Setelah sempat berstatus sebagai pemain bebas, Solet bergabung dengan Udinese pada Januari tahun lalu dan secara bertahap membangun kembali reputasinya melalui serangkaian penampilan yang tenang di Italia.

Pemain berusia 26 tahun ini hanya absen dalam tiga pertandingan musim ini dan telah tampil sebanyak 35 kali untuk Udinese, lebih banyak daripada pemain lain di lini belakang, yang semakin memperkuat statusnya sebagai sosok yang dapat diandalkan. Pindah ke Newcastle bisa jadi sesuatu yang menggoda bagi Oumar Solet, tetapi Inter Milan bisa menawarkannya kesempatan bermain di Liga Champions.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Detroit Pistons Kembali Tumbangkan Cleveland Cavaliers

Jakarta – Detroit Pistons kembali menunjukkan taringnya dengan menumbangkan Cleveland Cavaliers 107-97 pada Kamis malam (7/4) waktu AS. Pistons kini unggul 2-0 dalam seri ini. Sebagai unggulan teratas, Pistons telah mencatatkan lima kemenangan berturut-turut sejak hampir tereliminasi oleh Orlando di babak pertama. Cade Cunningham tampil gemilang dengan mencetak 25 poin dan 10 asis, sementara Tobias Harris menambah daya tembak dengan 21 poin. Duncan Robinson, yang menjadi motor serangan dari luar garis tiga poin, menyumbang 17 poin berkat lima tembakan tripoin yang berhasil dari sembilan percobaan. Tak ketinggalan, Daniss Jenkins yang masuk dari bangku cadangan turut menyumbang 14 poin, menorehkan pertandingan ketiganya secara berturut-turut dengan skor dua digit.

Baca juga: Detroit Pistons Tumbangkan Cleveland Cavaliers

Robinson mencetak tripoin krusial dengan sisa waktu 9:40, dan Cunningham menambah keunggulan dengan tripoin lainnya, membawa Pistons unggul sembilan poin dengan sisa waktu 2:12, sekaligus mengamankan kemenangan. Cavaliers membuka skor pertama, namun gagal mempertahankan keunggulan hingga dunk dari Evan Mobley membawa mereka unggul 81-79 di awal kuarter keempat. Pistons, yang sempat unggul 11 poin di kuarter pertama dan 14 poin di kuarter kedua, kembali memperlebar jarak di menit-menit akhir pertandingan.

Donovan Mitchell menjadi andalan Cavs dengan torehan 31 poin, diikuti oleh Jarrett Allen dengan 22 poin dan 7 rebound, yang bangkit dari penampilan kurang memuaskan di Gim 1. Namun, James Harden mengalami malam yang sulit, hanya memasukkan 3 dari 13 tembakan dan mencatatkan 10 poin, serta melakukan empat turnover, termasuk satu saat tersisa 33 detik ketika Cavs tertinggal enam poin.

Max Strus, yang sebelumnya mencetak 19 poin di pertandingan pembuka, hanya mampu menyumbang tiga poin. Cavaliers juga gagal mencetak satu pun dari 11 percobaan tripoin di kuarter keempat, di mana Strus berkontribusi empat percobaan dari kegagalan tersebut. Pistons juga mengandaskan Cavaliers di Gim 1 dengan selisih 10 poin, dengan Cade Cunningham dan Donovan Mitchell sama-sama mencetak 23 poin. Gim ketiga akan berlangsung pada hari Sabtu, waktu AS, di Cleveland, di mana Cavs memiliki catatan tak terkalahkan 4-0 di babak pertama melawan Toronto.

(bP/timKB).

Sumber foto: X

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Profil Timnas Turki Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Turki bersiap untuk berlaga dalam Piala Dunia 2026. Dikenal sebagai kuda hitam Eropa, tim ini akan kembali menunjukkan kemampuan mereka di arena internasional. Pada tahun 2002, Timnas Turki mengejutkan dunia sepak bola dengan pencapaian luar biasa. Mereka berhasil meraih posisi ketiga dalam turnamen bergengsi tersebut, yang membuat banyak orang terkesan. Namun, setelah momen bersejarah itu, Turki seolah menghilang dari pentas Piala Dunia. Kini, setelah menunggu selama 24 tahun, Turkiye kembali hadir dengan generasi baru yang menjanjikan.

Baca juga: Penantian Panjang Turki Lolos Ke Piala Dunia Berakhir

Saat ini, Timnas Turki dipenuhi dengan bakat-bakat terbaik. Banyak pemainnya tidak hanya berkarir di klub-klub papan atas Turki, tetapi juga di tim-tim besar Eropa seperti Inter Milan, Juventus, dan Real Madrid. Di bawah arahan Vincenzo Montella, seorang legenda sepak bola Italia, Turki telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Mereka bertekad untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengulangi kesuksesan para pendahulu mereka di Piala Dunia 2002.

Timnas Turki memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan mengikuti kualifikasi Zona Eropa. Mereka tergabung dalam grup E pada ronde pertama, bersaing melawan Spanyol, Bulgaria, dan Georgia untuk merebut tiket ke Piala Dunia 2026.Selama fase grup, performa Turki cukup memuaskan. Dari enam pertandingan yang dijalani, mereka berhasil meraih empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Dengan hasil tersebut, mereka menempati posisi runner-up grup E dan melanjutkan langkah ke babak playoff.

Di semifinal playoff, Turki bertemu dengan Rumania. Pertandingan ini berlangsung ketat, tetapi Turki akhirnya berhasil meraih kemenangan tipis 1-0, yang membawa mereka ke final. Di babak final, mereka berhadapan dengan Kosovo, tim yang sebelumnya menyingkirkan Slovakia di semifinal. Seperti di semifinal, laga final ini juga penuh ketegangan. Kerem Akturkoglu muncul sebagai pahlawan bagi Turki dengan mencetak gol tunggal yang memastikan tim berjuluk Bizim Cocuklat itu lolos ke Piala Dunia 2026. Dengan pencapaian ini, Turki menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di pentas dunia.

Setelah edisi 1954, Turki mengalami kesulitan dan selalu gagal dalam fase kualifikasi zona Eropa. Setelah menunggu selama 48 tahun, mereka akhirnya kembali lolos ke Piala Dunia pada tahun 2002, yang diadakan di Jepang dan Korea Selatan. Di bawah arahan pelatih Senol Gunes, Turki berhasil menciptakan kejutan besar.

Turki tergabung dalam grup C bersama Brasil, Kosta Rika, dan China, dan mereka berhasil mengakhiri fase grup sebagai runner up dengan mengumpulkan empat poin, hanya unggul selisih gol dari Kosta Rika yang berada di peringkat ketiga. Di babak 16 besar, mereka berhasil menyingkirkan tuan rumah Jepang dengan skor tipis 0-1.

Sementara itu, di perempat final, Turki mengalahkan Senegal berkat gol emas Ilhan Mansiz di menit ke-94. Namun, di semifinal, mereka harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 1-0 akibat gol tunggal dari Ronaldo Nazario. Dalam perebutan tempat ketiga, Turki berhasil meraih kemenangan melawan Korea Selatan dengan skor 2-3.

Hakan Calhanoglu dipastikan akan menjadi sosok kunci bagi Timnas Turki di ajang Piala Dunia 2026. Sebagai kapten tim, pemain berusia 32 tahun ini telah menjelma menjadi ikon bagi Timnas Turki. Debutnya di timnas senior berlangsung pada tahun 2013, dan hingga saat ini, ia telah mencatatkan 104 caps untuk tanah kelahirannya. Calhanoglu telah menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu pemain terbaik di Eropa. Sejak bergabung dengan Inter Milan, ia telah meraih satu gelar Serie A, dua gelar Coppa Italia, tiga gelar Supercoppa Italiana, serta dua kali menjadi runner-up Liga Champions.

Di musim 2025/2026, Calhanoglu kembali membuktikan perannya yang vital dalam skuad Nerazzurri. Dengan kontribusi 10 gol dan enam assist, Inter Milan kini menduduki posisi puncak di Serie A. Pengalamannya yang luas di level tertinggi, ditambah dengan kemampuan luar biasa dan jiwa kepemimpinan yang dimilikinya, menjadikan Calhanoglu sebagai tulang punggung Timnas Turki di Piala Dunia 2026. Dengan segala prestasi dan dedikasinya, ia diharapkan mampu membawa Timnas Turki meraih hasil maksimal di turnamen bergengsi tersebut.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Profil Timnas Spanyol Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Spanyol sejauh ini baru mengoleksi satu gelar juara Piala Dunia, yang diraih pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Meski demikian, La Furia Roja tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan menjadi partisipasi ke-17 bagi Spanyol. Konsistensi mereka dalam lolos ke turnamen ini menunjukkan statusnya sebagai tim elite Eropa. Pada Piala Dunia 2022, performa Spanyol kurang memuaskan setelah hanya mencapai babak 16 besar. Namun, mereka datang ke edisi 2026 dengan modal besar: generasi baru yang sudah mencicipi sukses dengan menjuarai Euro 2024.

Baca juga: Spanyol Menang Meyakinkan Atas Serbia

Spanyol melangkah ke Piala Dunia 2026 tanpa hambatan berarti. Mereka tampil dominan di fase kualifikasi dan berhasil finis tanpa kekalahan. Dari enam pertandingan di Grup E, Spanyol mengoleksi 16 poin. Hanya Turki yang mampu memberi perlawanan berarti, dengan laga yang berakhir imbang 2-2. Selebihnya, tim asuhan Luis de la Fuente tampil solid dan konsisten.

Sebelum era kejayaan 2010, Spanyol kerap dianggap sebagai tim dengan banyak talenta tetapi minim prestasi di level tertinggi. Pencapaian terbaik mereka kala itu hanya sebatas perempat final, yang diraih pada 1986, 1994, dan 2002. Semua berubah pada 2010, ketika mereka tampil luar biasa di bawah arahan Vicente del Bosque dan keluar sebagai juara dengan permainan yang atraktif. Kini, dengan generasi baru yang dipimpin pemain muda berbakat, Spanyol kembali memiliki peluang besar untuk mengulang kesuksesan tersebut.

Salah satu kekuatan utama Spanyol saat ini adalah Lamine Yamal. Meski masih sangat muda, ia sudah menunjukkan kualitas luar biasa. Ia tampil gemilang saat membantu Spanyol menjuarai Euro 2024 di usia yang masih belia. Bermain sebagai winger kanan, Yamal dikenal dengan kelincahan, kreativitas, dan kedewasaan dalam bermain. Jika mampu menjaga konsistensi dan mengatasi tekanan, ia berpotensi menjadi salah satu pemain terbaik dunia—dan kunci sukses Spanyol di 2026.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Profil Timnas Inggris Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Inggris menjadi salah satu peserta yang paling dinantikan dalam gelaran Piala Dunia 2026. Dengan sejarah panjang di kancah sepak bola dunia dan skuad yang menjanjikan, “The Three Lions” memiliki ambisi besar untuk meraih gelar juara. Mereka telah menunjukkan performa gemilang sepanjang babak kualifikasi, menegaskan statusnya sebagai salah satu favorit di turnamen akbar ini.

Baca juga: The Three Lions Hempaskan Albania Dua Gol Tanpa Balas

Perjalanan Inggris menuju Piala Dunia 2026 dipimpin oleh pelatih Thomas Tuchel, yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan. Tuchel, yang dikenal dengan taktik dan strateginya, telah memperpanjang kontraknya hingga UEFA Euro 2028, menunjukkan komitmen jangka panjangnya bersama tim. Kombinasi pengalaman pemain senior dan talenta muda dalam skuad Inggris menjadi modal kuat untuk menghadapi persaingan ketat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Harry Kane, akan kembali menjadi ujung tombak tim. Dukungan dari para pemain bintang lainnya diharapkan dapat membawa Inggris melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya. Seluruh mata akan tertuju pada bagaimana The Three Lions akan berjuang untuk mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026.

Inggris telah berpartisipasi dalam 17 edisi Piala Dunia. Pencapaian terbaik mereka adalah memenangkan turnamen sebagai tuan rumah pada tahun 1966. Selain itu, mereka juga mencapai semifinal dua kali pada tahun 1990 dan 2018, serta perempat final pada tahun 2022. Inggris gagal lolos ke putaran final Piala Dunia pada tiga kesempatan (1974, 1978, dan 1994). Mereka juga gagal melewati babak penyisihan grup pada tiga kesempatan, yaitu pada tahun 1950, 1958, dan 2014.

Harry Kane adalah kapten tim nasional Inggris dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Sejak debutnya pada tahun 2015, Kane telah mencetak 78 gol dalam 112 penampilan internasional. Ia melampaui rekor Wayne Rooney yang sebelumnya 53 gol pada Maret 2023. Kane juga memenangkan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2018 dengan enam gol. Sebagai striker untuk Bayern Munich, Kane dianggap sebagai salah satu striker terbaik di generasinya. Kehadirannya sangat krusial bagi lini serang The Three Lions di Piala Dunia 2026.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Vallecano Tantang Crystal Palace Di Final Conference League

Jakarta – Wakil La Liga Spanyol, Rayo Vallecano menyamai Crystal Palace dengan mencapai final kompetisi Eropa pertama mereka setelah mengalahkan Strasbourg untuk mencapai pertandingan puncak Conference League. Rayo Vallecano akan menghadapi Crystal Palace di final Liga Conference setelah gol Alemao di babak pertama memastikan kemenangan 1-0 di leg kedua, yang sekaligus mengukuhkan kemenangan agregat 2-0. Rayo akan menghadapi tim asuhan Oliver Glasner pada 27 Mei di Leipzig, tetapi mereka membutuhkan Augusto Batalla untuk menyelamatkan penalti Julio Enciso di menit-menit akhir agar pertandingan tidak berakhir menegangkan.

Baca juga: Empat Tim Kantongi Tiket Semifinal Conference League

Tim tamu memulai pertandingan dengan baik dan hanya penyelamatan gemilang dari Mike Penders yang menggagalkan sundulan Alemao dari umpan silang Andrei Ratiu di dalam kotak penalti. Strasbourg kesulitan menemukan ritme permainan di babak pertama dan sebuah kesalahan umpan berujung pada tembakan jarak jauh Unai Lopez, yang memaksa Penders untuk menepis bola ke tempat aman.

Namun dominasi Rayo membuahkan hasil tiga menit sebelum jeda melalui Alemao, yang paling cepat bereaksi terhadap tendangan voli Florian Lejeune yang berhasil ditepis, sebelum kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan sekali sentuh dari dalam kotak enam meter. Guela Doue hampir menyamakan kedudukan dari tendangan awal setelah menerima umpan lambung, tetapi tembakannya yang lemah berhasil ditepis oleh Batalla, mengakhiri babak pertama yang mengecewakan bagi anak asuh Gary O’Neil.

Jorge de Frutos kemudian menyia-nyiakan peluang emas di awal babak kedua sebelum Samir El Mourabet melepaskan tembakan yang melambung di atas gawang, sementara Valentin Barco melihat tembakannya diblokir dengan brilian oleh tekel meluncur Pep Chavarria di sisi lain lapangan. Strasbourg mengancam akan mengakhiri pertandingan dengan dramatis setelah Oscar Valentin menyentuh bola dengan tangan saat Doue mengarahkan bola ke gawang, tetapi tendangan penalti Enciso berhasil ditepis oleh Batalla untuk membawa tim tamu lolos ke partai final.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda