Profil Timnas Turki Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Turki bersiap untuk berlaga dalam Piala Dunia 2026. Dikenal sebagai kuda hitam Eropa, tim ini akan kembali menunjukkan kemampuan mereka di arena internasional. Pada tahun 2002, Timnas Turki mengejutkan dunia sepak bola dengan pencapaian luar biasa. Mereka berhasil meraih posisi ketiga dalam turnamen bergengsi tersebut, yang membuat banyak orang terkesan. Namun, setelah momen bersejarah itu, Turki seolah menghilang dari pentas Piala Dunia. Kini, setelah menunggu selama 24 tahun, Turkiye kembali hadir dengan generasi baru yang menjanjikan.

Baca juga: Penantian Panjang Turki Lolos Ke Piala Dunia Berakhir

Saat ini, Timnas Turki dipenuhi dengan bakat-bakat terbaik. Banyak pemainnya tidak hanya berkarir di klub-klub papan atas Turki, tetapi juga di tim-tim besar Eropa seperti Inter Milan, Juventus, dan Real Madrid. Di bawah arahan Vincenzo Montella, seorang legenda sepak bola Italia, Turki telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam tiga tahun terakhir. Mereka bertekad untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengulangi kesuksesan para pendahulu mereka di Piala Dunia 2002.

Timnas Turki memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan mengikuti kualifikasi Zona Eropa. Mereka tergabung dalam grup E pada ronde pertama, bersaing melawan Spanyol, Bulgaria, dan Georgia untuk merebut tiket ke Piala Dunia 2026.Selama fase grup, performa Turki cukup memuaskan. Dari enam pertandingan yang dijalani, mereka berhasil meraih empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Dengan hasil tersebut, mereka menempati posisi runner-up grup E dan melanjutkan langkah ke babak playoff.

Di semifinal playoff, Turki bertemu dengan Rumania. Pertandingan ini berlangsung ketat, tetapi Turki akhirnya berhasil meraih kemenangan tipis 1-0, yang membawa mereka ke final. Di babak final, mereka berhadapan dengan Kosovo, tim yang sebelumnya menyingkirkan Slovakia di semifinal. Seperti di semifinal, laga final ini juga penuh ketegangan. Kerem Akturkoglu muncul sebagai pahlawan bagi Turki dengan mencetak gol tunggal yang memastikan tim berjuluk Bizim Cocuklat itu lolos ke Piala Dunia 2026. Dengan pencapaian ini, Turki menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di pentas dunia.

Setelah edisi 1954, Turki mengalami kesulitan dan selalu gagal dalam fase kualifikasi zona Eropa. Setelah menunggu selama 48 tahun, mereka akhirnya kembali lolos ke Piala Dunia pada tahun 2002, yang diadakan di Jepang dan Korea Selatan. Di bawah arahan pelatih Senol Gunes, Turki berhasil menciptakan kejutan besar.

Turki tergabung dalam grup C bersama Brasil, Kosta Rika, dan China, dan mereka berhasil mengakhiri fase grup sebagai runner up dengan mengumpulkan empat poin, hanya unggul selisih gol dari Kosta Rika yang berada di peringkat ketiga. Di babak 16 besar, mereka berhasil menyingkirkan tuan rumah Jepang dengan skor tipis 0-1.

Sementara itu, di perempat final, Turki mengalahkan Senegal berkat gol emas Ilhan Mansiz di menit ke-94. Namun, di semifinal, mereka harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 1-0 akibat gol tunggal dari Ronaldo Nazario. Dalam perebutan tempat ketiga, Turki berhasil meraih kemenangan melawan Korea Selatan dengan skor 2-3.

Hakan Calhanoglu dipastikan akan menjadi sosok kunci bagi Timnas Turki di ajang Piala Dunia 2026. Sebagai kapten tim, pemain berusia 32 tahun ini telah menjelma menjadi ikon bagi Timnas Turki. Debutnya di timnas senior berlangsung pada tahun 2013, dan hingga saat ini, ia telah mencatatkan 104 caps untuk tanah kelahirannya. Calhanoglu telah menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu pemain terbaik di Eropa. Sejak bergabung dengan Inter Milan, ia telah meraih satu gelar Serie A, dua gelar Coppa Italia, tiga gelar Supercoppa Italiana, serta dua kali menjadi runner-up Liga Champions.

Di musim 2025/2026, Calhanoglu kembali membuktikan perannya yang vital dalam skuad Nerazzurri. Dengan kontribusi 10 gol dan enam assist, Inter Milan kini menduduki posisi puncak di Serie A. Pengalamannya yang luas di level tertinggi, ditambah dengan kemampuan luar biasa dan jiwa kepemimpinan yang dimilikinya, menjadikan Calhanoglu sebagai tulang punggung Timnas Turki di Piala Dunia 2026. Dengan segala prestasi dan dedikasinya, ia diharapkan mampu membawa Timnas Turki meraih hasil maksimal di turnamen bergengsi tersebut.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Profil Timnas Spanyol Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Spanyol sejauh ini baru mengoleksi satu gelar juara Piala Dunia, yang diraih pada edisi 2010 di Afrika Selatan. Meski demikian, La Furia Roja tetap menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan menjadi partisipasi ke-17 bagi Spanyol. Konsistensi mereka dalam lolos ke turnamen ini menunjukkan statusnya sebagai tim elite Eropa. Pada Piala Dunia 2022, performa Spanyol kurang memuaskan setelah hanya mencapai babak 16 besar. Namun, mereka datang ke edisi 2026 dengan modal besar: generasi baru yang sudah mencicipi sukses dengan menjuarai Euro 2024.

Baca juga: Spanyol Menang Meyakinkan Atas Serbia

Spanyol melangkah ke Piala Dunia 2026 tanpa hambatan berarti. Mereka tampil dominan di fase kualifikasi dan berhasil finis tanpa kekalahan. Dari enam pertandingan di Grup E, Spanyol mengoleksi 16 poin. Hanya Turki yang mampu memberi perlawanan berarti, dengan laga yang berakhir imbang 2-2. Selebihnya, tim asuhan Luis de la Fuente tampil solid dan konsisten.

Sebelum era kejayaan 2010, Spanyol kerap dianggap sebagai tim dengan banyak talenta tetapi minim prestasi di level tertinggi. Pencapaian terbaik mereka kala itu hanya sebatas perempat final, yang diraih pada 1986, 1994, dan 2002. Semua berubah pada 2010, ketika mereka tampil luar biasa di bawah arahan Vicente del Bosque dan keluar sebagai juara dengan permainan yang atraktif. Kini, dengan generasi baru yang dipimpin pemain muda berbakat, Spanyol kembali memiliki peluang besar untuk mengulang kesuksesan tersebut.

Salah satu kekuatan utama Spanyol saat ini adalah Lamine Yamal. Meski masih sangat muda, ia sudah menunjukkan kualitas luar biasa. Ia tampil gemilang saat membantu Spanyol menjuarai Euro 2024 di usia yang masih belia. Bermain sebagai winger kanan, Yamal dikenal dengan kelincahan, kreativitas, dan kedewasaan dalam bermain. Jika mampu menjaga konsistensi dan mengatasi tekanan, ia berpotensi menjadi salah satu pemain terbaik dunia—dan kunci sukses Spanyol di 2026.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Profil Timnas Inggris Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Inggris menjadi salah satu peserta yang paling dinantikan dalam gelaran Piala Dunia 2026. Dengan sejarah panjang di kancah sepak bola dunia dan skuad yang menjanjikan, “The Three Lions” memiliki ambisi besar untuk meraih gelar juara. Mereka telah menunjukkan performa gemilang sepanjang babak kualifikasi, menegaskan statusnya sebagai salah satu favorit di turnamen akbar ini.

Baca juga: The Three Lions Hempaskan Albania Dua Gol Tanpa Balas

Perjalanan Inggris menuju Piala Dunia 2026 dipimpin oleh pelatih Thomas Tuchel, yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan. Tuchel, yang dikenal dengan taktik dan strateginya, telah memperpanjang kontraknya hingga UEFA Euro 2028, menunjukkan komitmen jangka panjangnya bersama tim. Kombinasi pengalaman pemain senior dan talenta muda dalam skuad Inggris menjadi modal kuat untuk menghadapi persaingan ketat di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Harry Kane, akan kembali menjadi ujung tombak tim. Dukungan dari para pemain bintang lainnya diharapkan dapat membawa Inggris melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya. Seluruh mata akan tertuju pada bagaimana The Three Lions akan berjuang untuk mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026.

Inggris telah berpartisipasi dalam 17 edisi Piala Dunia. Pencapaian terbaik mereka adalah memenangkan turnamen sebagai tuan rumah pada tahun 1966. Selain itu, mereka juga mencapai semifinal dua kali pada tahun 1990 dan 2018, serta perempat final pada tahun 2022. Inggris gagal lolos ke putaran final Piala Dunia pada tiga kesempatan (1974, 1978, dan 1994). Mereka juga gagal melewati babak penyisihan grup pada tiga kesempatan, yaitu pada tahun 1950, 1958, dan 2014.

Harry Kane adalah kapten tim nasional Inggris dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa. Sejak debutnya pada tahun 2015, Kane telah mencetak 78 gol dalam 112 penampilan internasional. Ia melampaui rekor Wayne Rooney yang sebelumnya 53 gol pada Maret 2023. Kane juga memenangkan Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2018 dengan enam gol. Sebagai striker untuk Bayern Munich, Kane dianggap sebagai salah satu striker terbaik di generasinya. Kehadirannya sangat krusial bagi lini serang The Three Lions di Piala Dunia 2026.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Vallecano Tantang Crystal Palace Di Final Conference League

Jakarta – Wakil La Liga Spanyol, Rayo Vallecano menyamai Crystal Palace dengan mencapai final kompetisi Eropa pertama mereka setelah mengalahkan Strasbourg untuk mencapai pertandingan puncak Conference League. Rayo Vallecano akan menghadapi Crystal Palace di final Liga Conference setelah gol Alemao di babak pertama memastikan kemenangan 1-0 di leg kedua, yang sekaligus mengukuhkan kemenangan agregat 2-0. Rayo akan menghadapi tim asuhan Oliver Glasner pada 27 Mei di Leipzig, tetapi mereka membutuhkan Augusto Batalla untuk menyelamatkan penalti Julio Enciso di menit-menit akhir agar pertandingan tidak berakhir menegangkan.

Baca juga: Empat Tim Kantongi Tiket Semifinal Conference League

Tim tamu memulai pertandingan dengan baik dan hanya penyelamatan gemilang dari Mike Penders yang menggagalkan sundulan Alemao dari umpan silang Andrei Ratiu di dalam kotak penalti. Strasbourg kesulitan menemukan ritme permainan di babak pertama dan sebuah kesalahan umpan berujung pada tembakan jarak jauh Unai Lopez, yang memaksa Penders untuk menepis bola ke tempat aman.

Namun dominasi Rayo membuahkan hasil tiga menit sebelum jeda melalui Alemao, yang paling cepat bereaksi terhadap tendangan voli Florian Lejeune yang berhasil ditepis, sebelum kemudian menyelesaikan peluang tersebut dengan sekali sentuh dari dalam kotak enam meter. Guela Doue hampir menyamakan kedudukan dari tendangan awal setelah menerima umpan lambung, tetapi tembakannya yang lemah berhasil ditepis oleh Batalla, mengakhiri babak pertama yang mengecewakan bagi anak asuh Gary O’Neil.

Jorge de Frutos kemudian menyia-nyiakan peluang emas di awal babak kedua sebelum Samir El Mourabet melepaskan tembakan yang melambung di atas gawang, sementara Valentin Barco melihat tembakannya diblokir dengan brilian oleh tekel meluncur Pep Chavarria di sisi lain lapangan. Strasbourg mengancam akan mengakhiri pertandingan dengan dramatis setelah Oscar Valentin menyentuh bola dengan tangan saat Doue mengarahkan bola ke gawang, tetapi tendangan penalti Enciso berhasil ditepis oleh Batalla untuk membawa tim tamu lolos ke partai final.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Crystal Palace Lolos Ke Final Conference League

Jakarta – Wakil Liga Primer Inggris, Crystal Palace berhasil mencapai final kompetisi Eropa pertama mereka dengan kemenangan atas Shakhtar Donetsk, Ismaila Sarr sekali lagi mencetak gol pada laga hari Kamis (07/05). Crystal Palace memastikan tempat mereka di final Conference League setelah meraih kemenangan 2-1 di leg kedua atas Shakhtar Donetsk yang sekaligus mengamankan kemenangan agregat 5-2. Setelah gol Eguinaldo membatalkan gol bunuh diri Pedro Henrique, Ismaila Sarr memastikan kemenangan di awal babak kedua untuk membawa Palace ke Leipzig pada 27 Mei, di mana mereka akan menghadapi tim La Liga, Rayo Vallecano.

Baca juga: Crystal Palace Tempatkan Satu Kaki Di Final Conference League

Setelah berhasil mengatasi awal yang cepat dari Shakhtar, yang membuat Kaua Elias dan Eguinaldo hampir mencetak gol, Palace mengira mereka telah unggul pada menit ke-10 ketika Yeremy Pino berlari mengejar sundulan Jean-Philippe Mateta sebelum mencetak gol, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. The Eagles berhasil unggul 15 menit kemudian setelah umpan silang Daniel Munoz dari sisi kanan dibelokkan ke gawang sendiri oleh Pedro Henrique setelah Adam Wharton memaksa Dmytro Riznyk melakukan penyelamatan gemilang.

Namun Shakhtar membalas dengan menawan melalui Eguinaldo, yang menerima umpan tajam dari Henrique sebelum mengontrol bola dan dengan brilian menceploskan bola ke sudut kiri atas gawang pada menit ke-34. Mateta kemudian melepaskan tendangan salto akrobatik yang membentur tiang kanan gawang satu menit sebelum jeda, tetapi Palace kembali unggul tujuh menit setelah babak kedua dimulai melalui Sarr, yang menyambut umpan silang Tyrick Mitchell.

Palace dengan nyaman mempertahankan keunggulan mereka di babak kedua yang minim peluang, tetapi peluit akhir pertandingan disambut dengan sorak sorai meriah saat Oliver Glasner diberi kesempatan untuk mengakhiri masa jabatannya di Selhurst Park dengan sebuah trofi, sementara The Eagles bersiap untuk bermain di final kompetisi Eropa pertama mereka.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Prediksi Duel Dua Tim Liga Inggris Di Semifinal Liga Europa

Jakarta – Pertandingan leg kedua semifinal Liga Europa 2025/2026 menghadirkan duel Aston Villa vs Nottingham Forest. Kedua tim saling berhadapan di Villa Park, Jumat (8/5/2026) pukul 02.00 WIB, dalam upaya memperebutkan satu tiket menuju final di Istanbul. Nottingham Forest datang dengan keunggulan tipis 1-0 dari leg pertama, menempatkan Aston Villa dalam posisi harus membalikkan keadaan di kandang sendiri.

Baca juga: Singkirkan Porto, Nottingham Tantang Aston Villa Di Semifinal

Laga ini bukan sekadar perebutan tiket final, melainkan juga pertaruhan ambisi besar bagi kedua klub. Aston Villa bertekad mencapai final kontinental pertama mereka dalam generasi ini, sementara Nottingham Forest mengincar final Eropa pertama mereka dalam 42 tahun terakhir. Pemenang agregat dari pertandingan ini akan menghadapi Braga atau Freiburg di partai puncak, menambah daya tarik dan tensi pertandingan yang akan datang.

Unai Emery, pelatih Aston Villa, dengan rekam jejaknya sebagai spesialis Liga Europa, diharapkan mampu memimpin timnya mengatasi defisit gol. Di sisi lain, kedatangan Vitor Pereira telah memicu kebangkitan Nottingham Forest, membuat mereka menjadi lawan yang tangguh. Pertarungan strategi, mentalitas, dan performa individu akan menjadi kunci dalam menentukan tim mana yang berhak melaju.

Aston Villa menghadapi tantangan berat setelah menelan tiga kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak tahun 2024, termasuk kekalahan 1-2 dari Tottenham Hotspur di Premier League. Meskipun demikian, mereka masih bertahan di posisi kelima Premier League, menjaga asa kualifikasi Liga Champions.

Villa Park dikenal sebagai benteng kuat bagi Aston Villa di kompetisi Eropa. Mereka memiliki rekor kandang yang luar biasa, memenangkan sembilan pertandingan Eropa terakhir di sana dan mencetak gol dalam 31 dari 32 laga terakhir. Rekor ini menjadi harapan besar bagi tim asuhan Unai Emery untuk membalikkan keadaan.

Pelatih Unai Emery akan mengandalkan pemain kunci seperti Ollie Watkins yang akan kembali memimpin lini serang, setelah absen di pertandingan sebelumnya. Kapten John McGinn juga diperkirakan akan kembali ke skuad setelah pulih dari masalah otot ringan. Namun, Amadou Onana diragukan karena cedera betis, sementara Ross Barkley tidak memenuhi syarat dan Boubacar Kamara masih cedera.

Tim KB memprediksi laga akan berakhir dengan hasil imbang. Hasil ini cukup membawa Nottingham Forest melaju ke babak final menunggu pemenang antara di laga semifinal lainnya.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Jalen Brunson Bawa New York Knicks Taklukkan Sixers

Jakarta – Jalen Brunson memimpin New York Knicks dengan mencetak 26 poin, membawa timnya mengatasi Philadelphia 76ers dalam pertandingan yang menegangkan. Knicks akhirnya unggul 108-102 pada Rabu malam waktu AS, memperkuat posisi mereka dengan keunggulan 2-0 di semifinal Wilayah Timur. Tanpa kehadiran Joel Embiid yang absen karena cedera pinggul dan pergelangan kaki kanan, 76ers tetap tampil lebih solid dibanding kekalahan telak mereka sebelumnya dengan skor 137-98 di Gim 1.

Baca juga: Sixers Paksa Gim 7 Usai Tundukkan Celtics Di Wells Fargo Cente

Pertandingan kali ini menyajikan drama dengan 25 kali perubahan keunggulan dan 14 kali skor imbang. Statistik ini menandai rekor playoff selama 11 tahun terakhir, dengan perubahan keunggulan terbanyak sejak pertandingan antara Spurs dan Clippers pada 2 Mei 2015. Dalam situasi yang menegangkan ini, Brunson tampil gemilang, menembakkan poin krusial saat waktu tersisa 5:06, kemudian menambah lagi keunggulan Knicks menjadi 103-99 saat waktu tersisa 3:45, meskipun aksi Mikal Bridges sempat memperkecil jarak menjadi enam poin.

OG Anunoby turut menyumbang 24 poin meskipun tidak menyelesaikan pertandingan. Sementara itu, Karl-Anthony Towns juga berperan penting dengan mencetak 20 poin, 10 rebound, dan 7 asis, membantu Knicks mencatatkan kemenangan Game 1 yang bersejarah, sebagai tim pertama yang memenangkan tiga pertandingan playoff berturut-turut dengan selisih lebih dari 25 poin.

Di sisi lain, Tyrese Maxey menjadi andalan 76ers dengan torehan 26 poin. Tantangan besar menanti mereka, terutama setelah tertinggal 3-1 dari Boston di babak pertama. Pertandingan berikutnya akan berlanjut di Philadelphia untuk Gim 3 pada hari Jumat dan Gim 4 pada hari Minggu, waktu AS. Saat itulah, Joel Embiid berharap bisa melihat arena dipenuhi oleh penggemar Sixers, meski tidak menutup kemungkinan banyaknya pendukung New York yang hadir.

(bP/timKB).

Sumber foto: X

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Menanti Penghuni Kursi Panas Pelatih Chelsea

Jakarta – Klub Liga Primer kota London,  Chelsea kembali berada di persimpangan penting dalam proyek jangka panjang mereka musim ini. Chelsea kini tengah berburu pelatih baru setelah memutuskan memecat Liam Rosenior. Keputusan tersebut diambil menyusul performa tim yang terus menurun di kompetisi domestik. Bahkan, The Blues harus menelan enam kekalahan beruntun di Premier League, termasuk dari Nottingham Forest.

Baca juga: Chelsea Resmi Pecat Liam Rosenior

Situasi ini membuat manajemen bergerak cepat mencari sosok pelatih permanen. Untuk sementara, kursi pelatih diisi oleh Calum McFarlane hingga akhir musim. Meski masih memiliki agenda penting di final Piala FA melawan Manchester City, pencarian pelatih baru tetap menjadi prioritas utama klub. Dewan direksi disebut tengah melakukan evaluasi besar-besaran untuk menentukan arah baru tim.

Nama Xavi Hernandez sempat mencuat sebagai kandidat kuat pelatih anyar Chelsea. Legenda Barcelona itu bahkan dikabarkan sudah mendapatkan pendekatan awal dari pihak klub. Dikabarkan bahwa perwakilan Xavi memberi sinyal adanya komunikasi tersebut. Hal ini memicu spekulasi bahwa pelatih asal Spanyol itu akan melanjutkan kariernya di Premier League. Xavi sendiri diketahui sedang menganggur sejak meninggalkan Barcelona pada tahun 2024. Ia disebut terbuka untuk menerima tantangan baru di sepak bola Inggris. Namun demikian, situasi ini tidak berkembang ke tahap yang lebih serius. Chelsea malah disebut balik badan.

Meski sempat membuka komunikasi, Chelsea dikabarkan tidak akan melanjutkan negosiasi dengan Xavi. Laporan itu mengklaim manajemen klub memilih untuk mengalihkan fokus ke kandidat lain yang dinilai lebih sesuai. Tiga nama kini muncul sebagai prioritas utama dalam daftar buruan. Mereka adalah Xabi Alonso, Marco Silva, dan Andoni Iraola. Xabi Alonso disebut sebagai target utama meski sebelumnya mengalami masa sulit di Real Madrid. Reputasinya tetap tinggi setelah mencatat musim tak terkalahkan bersama Bayer Leverkusen.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Nikolas Polster Dibidik Wolverhampton Dan Celtic

Jakarta – Wolverhampton Wanderers dan Celtic dikabarkan sama-sama tertarik merekrut Nikolas Polster pada bursa transfer musim panas mendatang. Kedua klub mulai memantau situasi sang kiper karena sama-sama membutuhkan tambahan penjaga gawang baru untuk memperkuat skuad musim depan. Wolves membutuhkan perubahan setelah dipastikan terdegradasi ke Championship, sementara Celtic mulai memikirkan pengganti jangka panjang untuk Kasper Schmeichel.  Polster menjadi salah satu nama yang masuk radar kedua klub tersebut setelah tampil cukup konsisten bersama Wolfsberger di Liga Austria.

Baca juga: Wolverhampton Resmi Pecat Vitor Pereira

Kiper berusia 23 tahun itu sebelumnya pernah membela timnas Austria U-21 dan sudah mencatat lebih dari 60 penampilan bersama Wolfsberger. Ia bahkan sempat mendapat panggilan ke tim nasional senior Austria. Performa Polster membuatnya mulai dibandingkan dengan Manuel Neuer karena gaya bermain dan kemampuannya mengontrol area pertahanan. Namun masa depannya di Wolfsberger masih belum pasti. Klub Austria tersebut saat ini hanya unggul dua poin dari zona degradasi dan masih terancam turun kasta. Situasi itu bisa memengaruhi peluang Nikolas Polster hengkang pada musim panas nanti.

Kontrak sang kiper juga tinggal menyisakan satu tahun lagi. Jika Wolfsberger gagal bertahan di kasta tertinggi Austria, peluang penjualan Polster diperkirakan akan semakin besar. Selain Wolves dan Celtic, Brentford, Brighton and Hove Albion, dan Saint-Etienne juga disebut memantau situasinya. Dari sisi Wolves, masa depan Jose Sa diperkirakan segera berakhir karena klub ingin mendapatkan pemasukan dari penjualannya. Sementara itu, situasi Sam Johnstone dan Dan Bentley juga belum pasti. Di kubu Celtic, Schmeichel diperkirakan absen hingga Desember akibat cedera. Kontrak veteran asal Denmark itu juga akan habis pada Juni nanti sehingga klub mulai mempertimbangkan penjaga gawang baru untuk jangka panjang.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Janice Tjen Tersingkir Di Babak Pertama Italian Open 2026

Jakarta – Tunggal putri Indonesia Janice Tjen langsung kandas pada putaran pertama Italian Open 2026. Dia terhenti usai kalah dari petenis Amerika Serikat Peyton Stearns. Pada laga di Lapangan 13 Foro Italico, Rabu (6/5/2026) malam WIB, Janice Tjen menyerah 4-6, 4-6. Kekalahan Janice ini mengulang hasil pahit saat harus terhenti pada putaran pertama di Indian Wells dan Miami. Meski demikian, Janice masih memiliki peluang di Roma pada nomor ganda.

Baca juga: Janice Tjen Tersingkir Di Babak Kedua Madrid Open 2026

Janice Tjen tancap gas di awal pertandingan dan melesat 3-0. Dia kemudian mempertahankan keunggulan tiga gim 4-1. Namun, Peyton Stearns bangkit dengan merebut lima gim berikutnya untuk menguasai set pertama. Duel sengit kembali hadir di set kedua. Janice Tjen kembali mengambil inisiatif dan memimpin 3-1. Meski begitu, Peyton Stearns lagi-lagi bisa menyamakan skor. Partai berlanjut ke 4-4, sebelum Peyton Stearns mengamankan dua gim berikutnya untuk memupus perjuangan Janice Tjen.

Janice Tjen sebelumnya mengakhiri rapor lima kekalahan beruntun dengan mencapai babak 64 besar Madrid Open 2026. Dia memutus tren negatif usai mengalahkan atlet Rusia Alina Charaeva pada putaran pertama. Namun, langkah Janice Tjen terhenti di fase berikutnya setelah dikalahkan petenis unggulan Luidmila Samsonova, juga dari Rusia.

Selain tunggal, Janice Tjen juga turun di nomor ganda Italian Open 2026. Dia berpasangan dengan rekan senegara Aldila Sutjiadi. Keduanya menorehkan prestasi pada Madrid Open 2026 dengan melaju hingga babak perempat final, termasuk mengejutkan duet unggulan enam Cristina Bucsa/Nicole Melichar-Martinez. Duet Janice Tjen/Aldila Sutjiadi sebelumnya sudah berduet dari WTA 500 Charleston Open 2026. Mereka juga pernah menjuarai WTA 250 Chennai Open 2025 dan WTA 125 Suzhou Ladies Open 2025.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Jelang ONE Friday Fights 153

Jakarta – Ajang ONE Friday Fights 153 akan kembali menghadirkan aksi pertarungan sengit pada 8 Mei 2026 di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok, Thailand. Event mingguan dari ONE Championship ini terus menjadi panggung bagi petarung Muay Thai, MMA, dan grappling untuk menunjukkan kualitas mereka demi meraih kontrak besar senilai 100 ribu dolar AS. Dengan kombinasi petarung lokal Thailand dan talenta internasional, edisi ke-153 ini diprediksi menyajikan duel penuh intensitas sejak laga pembuka hingga partai utama.

Laga utama mempertemukan Worapon Lukjaoporongtom melawan debutan asal Prancis, Tom Casse, dalam pertarungan Muay Thai kelas bantamweight. Worapon datang dengan momentum luar biasa setelah meraih kemenangan KO beruntun, sementara Casse dikenal sebagai striker agresif dengan kemampuan boxing yang solid. Duel ini diprediksi berlangsung eksplosif karena kedua petarung sama-sama mengandalkan serangan cepat dan tekanan tinggi. Di partai co-main event, Dedduanglek Torfunfarm akan menghadapi Cyber Sor Tienpo, mantan juara Rajadamnern yang menjalani debutnya di ONE—menambah daya tarik besar bagi penggemar Muay Thai.

Selain dua laga utama, kartu pertandingan juga diramaikan oleh sejumlah duel menarik lainnya. Khunponnoi Sor Sommai akan berhadapan dengan Ye Yint Naung dalam laga flyweight, sementara Kaewkangwan Torfunfarm menghadapi Mohamed Taoufyq. Di sektor wanita, Taylor McClatchie bertemu Zoe Neuschwander dalam duel yang mempertemukan dua petarung dengan kemenangan atas lawan yang sama. Tak ketinggalan, laga MMA antara Jongjun Park melawan Junpei Nagatome menghadirkan rivalitas klasik Korea vs Jepang yang selalu menarik untuk disaksikan.

Berikut fight card lengkap ONE Friday Fights 153:

(bP/timKB).

Sumber foto: intagram

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Detroit Pistons Tumbangkan Cleveland Cavaliers

Jakarta – Detroit Pistons kembali menggebrak panggung playoff dengan performa impresif, menumbangkan Cleveland Cavaliers 111-101 di Gim 1 yang digelar di Little Caesars Arena, Selasa (5/5) waktu AS. Cade Cunningham menjadi pilar utama dengan torehan 23 poin, sementara Duncan Robinson menggetarkan lawan dari garis tiga angka, menembakkan 5 dari 8 tripoin untuk mengumpulkan total 19 poin. Tobias Harris tak kalah gemilang, menambahkan 20 poin serta 8 rebound dalam kontribusi krusialnya.

Baca juga: Detroit Pistons Catat Sejarah Di Babak Playoff NBA

Sejak tip-off, Pistons langsung menguasai permainan tanpa memberikan celah. Mereka memimpin pertandingan selama 91 persen waktu, menciptakan margin keunggulan hingga 18 poin. Kemenangan ini merupakan pencapaian pertama di Gim 1 bagi Detroit sejak semifinal Wilayah Timur 2008 melawan Orlando Magic.

Cleveland Cavaliers, meski sempat tertinggal, menawarkan perlawanan sengit di akhir pertandingan. Donovan Mitchell bersama James Harden memimpin kebangkitan di kuarter keempat hingga menyamakan skor menjadi 93-93. Mitchell mencatat 23 poin, sementara Harden menampilkan statistik solid dengan 22 poin, 8 rebound, dan 7 asis, meskipun dibarengi dengan 7 turnover. Sayangnya, usaha comeback mereka harus kandas.

Cleveland menghadapi tantangan berat jika ingin bangkit dalam seri ini, terutama dengan kelemahan fatal berupa 31 poin yang tercipta dari 20 turnover mereka. Selisih poin dari turn over tersebut menjadi faktor penentu nasib mereka di Gim 1.

Pertahanan Detroit menampilkan kekuatan klasik yang tak tertandingi, terbukti dengan rating pertahanan 101,9 sebelum pertandingan Selasa. Sejak JB Bickerstaff mengomandoi tim musim lalu, Pistons telah membangun identitas pertahanan yang kokoh dalam perjalanan menuju 60 kemenangan.

Kemenangan di Gim 1 ini sangat vital bagi Pistons, terutama mengingat bintang mereka menunjukkan performa yang sedikit di bawah ekspektasi playoff. Pertandingan kedua akan kembali dimainkan di Detroit pada hari Kamis, waktu AS, di mana Pistons berjuang mempertahankan keunggulan kandang mereka.

(bP/timKB).

Sumber foto: X

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Oklahoma City Thunder Kalahkan LA Lakers

Jakarta – Oklahoma City Thunder membuat kejutan dengan kemenangan telak 108-90 atas Los Angeles Lakers pada Selasa malam (4/5) waktu AS. Setelah istirahat selama seminggu penuh, Thunder tampil gemilang di semifinal Wilayah Barat, mengamankan keunggulan awal 1-0 dalam seri tersebut. Lakers, yang sebelumnya takluk di semua pertemuan musim reguler dengan margin besar melawan Thunder, kembali harus menghadapi kenyataan pahit. Pertandingan ini menjadi catatan buruk lainnya bagi tim yang dipimpin oleh LeBron James saat mereka berhadapan dengan Thunder yang penuh talenta.

Baca juga: Oklahoma City Thunder Menang Telak Atas LA Lakers

Meski Lakers memulai dengan cepat dan LeBron James mencetak 12 poin di kuarter pertama, Thunder langsung membalas dengan ledakan 9-2, merebut keunggulan lima poin dan mendominasi permainan. LeBron berusaha keras menjaga Lakers tetap kompetitif, mencetak 16 poin dalam paruh pertama dari 7 tembakan yang akurat, tetapi kehilangan Jarred Vanderbilt karena cedera jari setelah benturan keras dengan papan ring menambah tantangan bagi tim.

Lakers sempat mendekat di awal kuarter ketiga, memperkecil jarak menjadi empat poin. Namun, Thunder segera membalas dengan tujuh poin beruntun, termasuk tripoin spektakuler Lu Dort dan layup cepat oleh Cason Wallace. Tekanan yang konsisten dari Oklahoma City berlanjut hingga kuarter terakhir, memaksa dua turnover cepat dalam 90 detik pertama, yang salah satunya dikonversi menjadi dunk energik oleh Alex Caruso.

Momentum Lakers sejak awal pertandingan sepenuhnya pudar, dan Thunder melaju dengan kemenangan selisih 18 poin yang meyakinkan. LeBron James mencatatkan 27 poin dan 6 asis untuk Lakers, sementara Rui Hachimura menambahkan 18 poin. Deandre Ayton menyumbang 10 poin dan 11 rebound, namun 17 turnover menjadi bencana bagi Lakers malam itu.

Austin Reaves mengalami malam yang sulit, hanya berhasil memasukkan 3 dari 16 tembakan, tak satu pun dari garis tripoin. Di sisi Thunder, Chet Holmgren memimpin dengan 24 poin dan 12 rebound. Shai Gilgeous-Alexander menambahkan 18 poin meskipun melakukan 7 dari 14 turnover tim. Mitchell dan Jarred McCain masing-masing menyumbang 18 dan 12 poin, dengan McCain mencetak semuanya dari garis tiga angka.

Kemenangan ini memperpanjang rentetan enam kemenangan playoff berturut-turut bagi Thunder, menyamai rekor franchise sejak kemenangan mereka di Final NBA musim lalu.

(bP/timKB).

Sumber foto: X

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Kalahkan Bali United, Madura United Jauhi Zona Degradasi

Jakarta – Madura United semakin menjauhi zona degradasi BRI Super League 2025/2026. Laskar Sape Kerrab meraih kemenangan penting 2-0 saat menjamu Bali United di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5/2026) sore WIB. Tambahan tiga angka ini membuat Madura United naik ke posisi 14 klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan raihan 32 poin. Madura United kini terpaut empat poin dari Persis Solo yang ada di zona merah. Adapun Bali United tertahan di posisi delapan dengan raihan 45 poin.

Baca juga: Persebaya Tumbang Oleh Madura United Di Derby Suramadu

Butuh kemenangan, Madura United memulai laga dengan baik. Pertandingan baru berjalan enam menit, Madura United sudah bisa unggul melalui Iran Junior. Gol ini tercipta setelah Iran Junior meneruskan umpan silang dari Sandro. Bali United coba meningkatkan tempo permainan. Akan tetapi mereka sulit menembus pertahanan Madura United. Peluang emas pertama didapat Bali United di menit 32 melalui tendangan Kadek Agung yang masih meleset dari sasaran. Di menit 34, Madura United mencetak gol keduanya melalui Kerim Palic memanfaatkan umpan Jordy Wehrmann. Namun gol ini kemudian dianulir wasit karena dianggap offside.

Madura United gagal menggandakan skor saat Sandro melakukan si menawan melewati tiga pemain termasuk kiper. Sayangnya eksekusi Sandro ke gawang kosong malah meyamping. Peluang emas juga didapat Bali United di akhir babak pertama. Sepakan Goppel ke arah gawang kosong masih bisa dihalau Pedro Monteiro tepat sebelum melewati garis gawang. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Madura United melewatkan peluang menggandakan skor setelah eksekusi penalti Brandao bisa ditepis kiper Bali United Hauptmeijer. Hadiah penalti diberikan wasit setelah Andika melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Di menit 75, Madura United kembali mendapat hadiah penalti kali ini akibat handball Irfan Jaya. Brandao kali ini tidak melakukan kesalahan. Dengan dingin Brandao sukses menyarangkan bola sehingga tuan rumah unggul 2-0. Serangan bertubi-tubi Bali United gagal menembus pertahanan Madura United hingga peluit panjang ditiup wasit. Malah gawang Bali United hampir kebobolan lagi lewat serangan balik cepat Madura United di akhir laga.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Kalahkan Persita, Borneo FC Samai Poin Persib Bandung

Jakarta – Laga antara Borneo FC vs Persita Tangerang yang digelar di Stadion Segiri, Selasa (5/5/2026) malam WIB,berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tuan rumah. Kemenangan ini membantu anak asuh Fabio Lefundes menyamai perolehan angka Persib. Kedua tim sama-sama memiliki 72 nilai, tapi Pangeran Biru unggul rekor head-to-head. Di sisi lain, Persita menetap pada posisi sembilan lewat perolehan 44 poin. Setelah ini Borneo FC dijadwalkan bertemu Bali United, Senin (11/5/2026). Sementara Persita Tangerang meladeni Persijap Jepara sehari sebelumnya.

Baca juga: Satu Gol Kemenangan Bawa Borneo Ke Puncak Klasemen

Borneo FC memulai laga dengan agresif. Pada menit ke-2, Kaio Nunes sudah dapat kartu kuning. Sementara, peluang pertama didapat Koldo Obieta pada menit ke-5. Hanya saja, upaya itu belum menjadi gol. Kapten Persita, Muhammad Toha, melakukan kesalahan fatal pada menit ke-36. Dia salah mengontrol bola dan direbut Koldo Obieta. Bola kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh Mariano Peralta. Skor jadi 1-0.

Memasuki babak kedua, Persita melakukan rotasi dengan memainkan Ramon Bueno, Ahmad Nur Hardianto, dan Hokky Caraka. Upaya ini dilakukan pelatih Carlos Pena untuk bisa meningkatkan intensitas serangan. Namun, petaka bagi Persita datang. Saat serangan mulai menjanjikan, Rayco Rodriguez justru menerima kartu merah dari wasit. Kehilangan satu pemain membuat orientasi permainan Persita benar-benar kacau. Borneo FC akhirnya menggenapi kemenangan lewat gol M. Sihran pada menit ke-88. Gol ini sempat dianulir wasit. Namun, lewat VAR, dikonfirmasi tidak ada offside. Gol sah. Persita mencetak gol kedua sekaligus menang 2-0.

Hasil ini membuat Borneo FC terus menempel Persib di puncak klasemen. Kedua tim sama-sama punya 72 poin, Persib unggul head to head. Sementara, Persita kini berada di peringkat ke-9 klasemen dengan 44 poin.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda