Jakarta – Di dalam suatu tim balap, baisanya diterapkan strategi yang diberi nama Team Order, atau memberikan arahan kepada pembalap kedua untuk mendahulukan pembalap utamanya. Artinya pembalap kedua harus mengalah dan memberikan kesempatan pembalap utama mendahului bila dirinya sberada id depan. Sedangkan bila dibelakang maka pembalap kedua bertugas menghalangi pembalp tim lawan melewatinya.
Namun hal itu belum terlihat dalam seri seri awal Formula 1 GP 2022, khususnya di tim Scuderia Ferarri. Dua pembalpnya sama sama tampil agresif dan berhasil naik podium sebagai juara dan runner up. Hal ini dikarenakan mobil yang mereka gunakan dianggap lebih baik dari tim rivalnya. Sehingga Ferarri begitu mendominasi di tiga seri perdana musim ini.
Skill dari kedua pembalap Ferarri, Charles Leclerc dan Carlos Sainz Jr juga tidak jauh berbeda sehingga mereka berdua bebas bersaing tanpa perlu menerapkan team order. Bos Ferrari, Mattia Binotto memastikan timnya tak akan pilih kasih. Leclerc tak akan mendapat keistimewaan, apalagi mengingat Sainz pun masih punya kans menyalip rekan setimnya itu di seri-seri mendatang.

Ferrari sedang tampil oke di tiga seri perdana F1 2022. Skuad Maranello belum pernah absen dari podium, dengan berhasil memenangkan dua di antaranya (GP Bahrain dan GP Australia) lewat Leclerc.
Pebalap asal Monako itu kini sedang memimpin klasemen dengan mengoleksi 71 poin. Ia juga berhasil merebut poin lewat fastest lap di tiga balapan.
Sementara Sainz baru mengumpulkan 33 poin, hasil finis kedua di GP Bahrain dan ketiga di GP Arab Saudi. Di GP Australia, ia gagal finis. Meski kejuaraan musim ini baru berjalan sebulan, kondisi di atas mulai memunculkan nama Leclerc sebagai kandidat juara dunia. Ferrari dinilai punya paket mobil yang kuat dan mampu mewujudkan hal tersebut.
(bP/teamKB)
Fototitle: motorsport.com