Chelsea Korbankan Ziyech Demi Datangkan Sterling dan Dembele

Bambang Parikesit 27/06/2022 2 min read
Chelsea Korbankan Ziyech Demi Datangkan Sterling dan Dembele

Jakarta – Revolusi besar sedang terjadi di Chelsea. Bila di era Abramovich, Chelsea akan dengan sangat mudah mendatangkan pemain tanpa perlu berhitung untung dan rugi karena dana dari pemilik klub yang tidak terbatas. Kini di era pemilik baru, Chelsea harus melepas bebrapa pemain terlebih dahulu untuk mendatangkan pemain baru. Selain butuh dana segar dari menjual sang pemain, Chelsea juga harus mengurangi pengekluaran gaji para pemain yang tidak terpakai atau gagal tampil sesuai ekspektasi.

Setelah berhasil membuang Romelu Lukaku, korban berikutnya adalah Hakim Ziyech. Thomas Tuchel & pemilik baru The Blues Todd Boehly dilaporkan telah bersepakat untuk melepas Ziyech. Chelsea menghabiskan £33,3 juta untuk mendatangkan Ziyech dari Ajax pada musim panas 2020. Tapi, pemain berusia 29 tahun itu kesulitan menemukan performa terbaik dan tempat utama di Stamford Bridge.

Foto: football.london

Ziyech hanya diturunkan 14 kali dari 38 pertandingan di Liga Primer musim lalu dan tidak tampil sama sekali di Liga Champions.Sejak tiba di Chelsea, pemain berdarah Belanda itu mencetak 14 gol dalam 83 penampilan dan memenangkan Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, serta Piala Super Eropa.

Sebelumnya, Ziyech menghabiskan empat musim yang mengesankan di Ajax, mencetak 49 gol dalam 165 pertandingan. Ia membantu tim Erik ten Hag memenangkan gelar Eredivisie dan menembus semi-final Liga Champions.

Chelsea sangat berkepentingan melepas Ziyech untuk mendapatkan dana dan memberikan ruang pada dua pemain baru yang sedang dibidiknya yaitu, Raheem Sterling dari Manchester City dan Ousmane Dembele asal Barcelona. Namun belum ada berita mengenai tim yang meminati Ziyech. Sebelumnya AC Milan sempat terdengar meminatinya, tetapi masih berlarutnya peralihan kepemilikan klub Di AC Milan membuat scudetto Serie A itu belum berani membuka negoisasi.

(bP/teamKB)

Fototitle: detik.com

Loading next article...