Jakarta – Di era liberalisme seperti saat ini, peralihan kepemilikan saham sebuah perusahaan adalah hal yang sangat lumrah dan lazim. Namun ceritanya menjadi berbeda bila kepemilikan sauatu perusahaan itu menyangkut sebuah budaya dan kebiasaan yang sudah melekat bertahun tahun pada suatu kelompok masyarakat atau bangsa. Hal itu yang kini sedang terjadi dan dikhawatirkan oleh para fans sepakbola di Inggris.
Saat ini separuh dari klub Premier League dimiliki investor dari Amerika Serikat dan berpeluang bertambah dengan rumor dari Bournemouth. Ini dianggap mengkhawatirkan. Mengapa mengkhawatirkan? Dengan kekuatan mayoritas di Liga Inggris, para investor tersebut mempunyai hak dan kekuatan untuk mengubah aturan-aturan di Liga Inggris. Dengan aturan saat ini, suara dari 14 klub Premier League cukup untuk mengubah aturan fundamental. Kekhawatiran ini bukannya tanpa alasan, mengingat sebelumnya pemilik baru Chelsea Todd Boehly yang merupakan orang AS mengusulkan adanya pertandingan All-Star dan play-off degradasi.

Selain mengubah regulasi, para investor asal AS itu hampir semuanya adalah investor murni yang menjadikan asset mereka berupa klub yang dimiliki sebagai mesin pencetak keuntungan belaka. Mereka tidak lagi melihat filosofi dan sejarah dari klub yang dimilikinya dan akan merubah sesuai bentuk yang paling mendatangkan keuntungan bagi mereka, termasuk gaya bermain dan filosofi sepakbola Inggris secara keseluruhan.
Padahal sepakbola Inggris memiliki sejarah panjang yang membuatnya berbeda dengan kebanyakan gaya bermain negara di Eropa Daratan. Di Inggris dikenal isitilah gaya bermain Kick And Rush yang menjadi ciri khas sepakbola Inggris, Walaupun gaya bermain tersebut sudah kuno dan muai tergantikan gaya bermain yang lebih bermain, namun tim tim di Divisi Championship masih ada yang menerapkannya tentu saja dengan menyesuaikan dengan gaya bermain modern. Suka atau tidak, gaya bermain khas Liga Inggris ini yang menjadi daya tarik utama Liga Inggris menjadi Liga paling favorit di dunia,
Selain itu, hasil instan yang pasti akan dipilih para pemilik klub, pastinya akan memilih mendatangkan lebih banyak lagi pemain bintang dari luar Inggris. ini membahayakan bagi timnas Inggris yang suatu hari nanti akan kesulitan mencari pemain karena semua lini sepakbola dikuasai pemain asing.Hal yang lebih membahayakan regenerasi tidak berjalan karena pemain baru jebolan akademi lokal pastinya akan kalah bersaing dengan pemain asing yang sudah berpengalaman.
(bP/timKB)
Sumber foto: optus.com.au