Nikita Krylov: Dari Donetsk Menuju Elite UFC

Piter Rudai 12/09/2026 4 min read
Nikita Krylov: Dari Donetsk Menuju Elite UFC

Jakarta – Nikita Krylov adalah gambaran petarung yang tumbuh dari lingkungan keras dan kemudian menjadikannya fondasi untuk membangun karier di salah satu panggung MMA terbesar dunia. Lahir pada 7 Maret 1992 di Krasnyi Luch, Ukraina, Krylov tumbuh di kawasan Donbas yang lekat dengan kehidupan pertambangan. Julukan “The Miner” bukan sekadar nama panggung. Dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan bahwa ayah dan kakeknya adalah penambang dan ia sendiri pernah bekerja sebagai penambang. Namun, sebelum menjadi petarung UFC, Krylov lebih dahulu mengenal disiplin bela diri melalui Kyokushin Karate. Ia mulai berlatih pada usia 10 tahun setelah diperkenalkan oleh ayahnya yang juga pernah berkompetisi di karate.

Ketertarikannya kemudian berkembang menjadi ambisi untuk menjadi petarung serba bisa. Krylov tidak melihat MMA hanya sebagai olahraga pukul-pukulan. Dalam wawancara dengan UFC pada awal kariernya, ia menjelaskan bahwa daya tarik MMA terletak pada tuntutan untuk mampu bertinju seperti boxer, menendang seperti karateka, sekaligus bergulat seperti wrestler. Ia pun menggabungkan Kyokushin dengan berbagai disiplin lain dan meraih status Master of Sports Ukraina dalam Kyokushin Karate, hand-to-hand combat dan submission fighting, serta menjadi juara ADCC Ukraina 2013.

Krylov memasuki dunia profesional pada Juli 2012. Debutnya berlangsung di West Fight 4 di Donetsk, ketika ia menghentikan Alexander Umrikhin melalui TKO. Setelah itu, ia seperti tidak mengenal rem. Ia memenangkan 12 pertarungan profesional pertamanya, seluruhnya berakhir sebelum bel akhir dan sebagian besar terjadi pada ronde pertama. Rangkaian tersebut membuat namanya cepat diperhatikan di sirkuit Eropa Timur. Namun, dua kekalahan beruntun dari Vladimir Mishchenko melalui submission menjadi pengingat bahwa kemampuan striking saja tidak cukup untuk bertahan di level tinggi. Krylov memperbaiki kelemahannya, kembali menang, dan ketika UFC datang memanggil pada 2013, ia membawa rekor 15-2.

Debut UFC-nya menghadapi Soa Palelei di UFC 164 pada Agustus 2013 tidak berjalan sesuai harapan. Krylov kalah TKO pada ronde ketiga. Namun, ia segera memperlihatkan karakter sebenarnya ketika menghancurkan Walt Harris hanya dalam 25 detik pada penampilan berikutnya melalui head kick dan pukulan lanjutan. Perjalanan awalnya di UFC kemudian diwarnai kemenangan atas Cody Donovan, Stanislav Nedkov, Marcos Rogério de Lima, Francimar Barroso dan Ed Herman. Salah satu ciri paling menarik dari fase ini adalah kemampuannya menyelesaikan lawan dengan berbagai cara, dari tendangan dan pukulan hingga rear-naked choke serta guillotine.

Pada 2016, Krylov mengalami kekalahan dari Misha Cirkunov melalui guillotine choke. Setelah pertarungan melawan Jan Błachowicz pada 2018 yang berakhir dengan arm-triangle choke, ia memilih meninggalkan UFC. Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam kariernya. Di luar UFC, Krylov kembali bertanding dan mengumpulkan kemenangan-kemenangan penting, sebelum akhirnya kembali ke Octagon pada 2018. Kembalinya itu menunjukkan bahwa ia bukan lagi petarung muda yang mengandalkan keberanian dan ledakan serangan, melainkan atlet yang lebih matang secara teknis.

Periode keduanya di UFC mempertemukannya dengan sejumlah nama elite. Ia mengalahkan Ovince Saint Preux dalam rematch melalui rear-naked choke pada UFC 236, tetapi kemudian kalah tipis dari Glover Teixeira. Ia bangkit dengan kemenangan atas Johnny Walker pada 2020, lalu harus menerima kekalahan dari Magomed Ankalaev pada 2021 dan Paul Craig pada 2022. Tahun 2022 menjadi salah satu fase kebangkitan penting. Krylov menghentikan mantan bintang UFC Alexander Gustafsson hanya dalam 67 detik dan kemudian mengalahkan Volkan Oezdemir melalui keputusan mutlak. Pada 2023, ia kembali mencatat kemenangan spektakuler dengan menaklukkan Ryan Spann lewat triangle choke pada ronde pertama.

Kariernya kemudian kembali menghadapi pasang surut. Krylov kalah dari Dominick Reyes pada April 2025 dan Bogdan Guskov pada Juli tahun yang sama. Namun, veteran asal Donbas tersebut kembali menunjukkan daya tahannya dengan mengalahkan Modestas Bukauskas melalui TKO pada ronde ketiga di UFC 324, Januari 2026. Momentum itu membawanya menghadapi mantan juara middleweight UFC Robert Whittaker di UFC 329 pada Juli 2026. Kali ini Whittaker menghentikannya melalui serangan pada ronde ketiga. Meski kalah, Krylov tetap tercatat sebagai petarung aktif dengan rekor profesional 31-12-0, termasuk 13 kemenangan KO/TKO dan 16 submission, serta 23 kemenangan melalui penyelesaian pada ronde pertama.

Secara gaya, Krylov adalah representasi MMA modern yang sangat agresif dan sulit ditebak. Basis Kyokushin membuat tendangan menjadi bagian penting permainannya, sementara pengalaman grappling menjadikannya berbahaya ketika pertarungan masuk ke clinch atau ground. UFC mencatat spinning back kick sebagai teknik striking favoritnya dan berbagai leg lock sebagai teknik grappling favorit. Statistik kariernya juga memperlihatkan keseimbangan tersebut: 13 kemenangan KO/TKO berbanding 16 submission. Ia bukan tipe petarung yang sekadar menunggu kesempatan mencetak poin; sebagian besar kemenangan Krylov lahir dari upaya mengakhiri pertarungan.

Mentalitas itu mungkin menjadi bagian terpenting dari perjalanan Krylov. Ia pernah mengatakan bahwa menjadi juara membutuhkan kerja keras, waktu panjang, dedikasi dan pengorbanan. Prinsip tersebut terlihat dalam kariernya yang penuh perubahan: dari karateka muda di kota tambang, petarung heavyweight yang sangat agresif, kemudian berkembang menjadi veteran light heavyweight dengan kemampuan submission yang semakin matang. Dengan 29 kemenangan dari 31 kemenangan profesionalnya melalui KO/TKO atau submission, Krylov telah membangun reputasi sebagai finisher sejati. Ia mungkin belum pernah merebut sabuk UFC, tetapi perjalanan panjangnya menunjukkan sesuatu yang tidak kalah penting: kemampuan untuk terus berevolusi setelah setiap kekalahan dan tetap bertahan di antara petarung terbaik dunia selama lebih dari satu dekade.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...