Jakarta – Persija Jakarta sukses mengamankan kemenangan dramatis dengan skor 2-1 saat menjamu rival abadi mereka, Persib Bandung, pada pekan kedua Super League 2026-2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pertandingan sarat gengsi ini berlangsung dalam tempo tinggi dan menyita perhatian puluhan ribu suporter setia yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno sejak sore hari. Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung memperagakan permainan terbuka demi menguasai lini tengah dan memegang kendali tempo pertandingan.
Macan Kemayoran yang tampil di hadapan pendukung sendiri mengambil inisiatif menyerang lebih dulu untuk membongkar lini pertahanan Maung Bandung. Strategi yang diterapkan oleh jajaran pelatih Persija mampu membuat lini belakang Persib bekerja keras menghalau gelombang serangan bertubi-tubi.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-41 ketika penyerang tajam Alexander Jeremejeff sukses mencatatkan namanya di papan skor. Memanfaatkan kemelut di muka gawang Persib, penyerang asal Swedia tersebut melepaskan tendangan akurat yang gagal diselamatkan oleh kiper Teja Paku Alam.
Keunggulan 1-0 untuk keunggulan tuan rumah bertahan hingga turun minum, sementara Persib tercatat belum mampu melepaskan tembakan tepat sasaran sepanjang babak pertama. Memasuki paruh kedua, Maung Bandung langsung melakukan rotasi pemain untuk meningkatkan daya gedor lini serang mereka.
Perlahan tapi pasti, Persib mulai keluar dari tekanan dan menebar ancaman melalui kerjasama lini tengah yang digawangi oleh Thom Haye. Usaha bertubi-tubi anak asuh tamu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-81 tatkala Balsa Sekulic berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memaksimalkan umpan dari Luka Menalo.
Ketika laga tampaknya akan berakhir imbang, drama sesungguhnya tersaji jelang pertandingan bubar di waktu tambahan babak kedua. Penyerang pengganti Ivan Mamut muncul sebagai pahlawan kemenangan Persija berkat gol sundulannya di menit ke-90+4 menyambut umpan silang matang dari Stjepan Loncar.
Gol penentu tersebut langsung disambut sorak-sorai histeris dari suporter yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno sekaligus mengubah skor menjadi 2-1. Skor tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, memastikan tiga angka penuh tetap tinggal di Jakarta.
Arti kemenangan ini sangat krusial bagi Persija, bukan hanya sekadar meraup tambahan tiga poin di awal musim kompetisi. Hasil positif ini sekaligus mengakhiri catatan minor sekaligus dahaga kemenangan atas rival abadi mereka di kandang sendiri dalam beberapa musim terakhir.
Tambahan angka penuh ini mengatrol posisi Macan Kemayoran ke peringkat kedua klasemen sementara Super League dengan koleksi enam poin, menjadi suntikan moral yang luar biasa untuk persaingan perebutan tangga juara musim ini.
Secara taktik, kemenangan dramatis ini juga membuktikan fleksibilitas dan kedalaman skuad Macan Kemayoran yang mumpuni di bawah arahan staf pelatih. Keputusan memasukkan pemain-pemain segar pada paruh kedua terbukti efektif untuk mengubah jalannya laga ketika fisik lawan mulai menurun.
Bagi sang pelatih kepala, hasil positif dalam partai bertajuk El Clasico Indonesia ini memberikan ruang bernapas yang lega untuk mematangkan strategi jangka panjang. Kepercayaan diri para penggawa Persija kini berada di titik optimal untuk menghadapi jadwal berat yang menanti di pekan-pekan berikutnya.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi evaluasi mendalam bagi Maung Bandung untuk segera membenahi konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan. Meski sempat menunjukkan determinasi tinggi untuk bangkit, kehilangan fokus sesaat di masa injury time harus dibayar mahal dengan hilangnya poin di kandang lawan.
(EA/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda