Sebagian besar dari kita mungkin memiliki teman, rekan kerja, pasangan, atau anggota keluarga yang merupakan tantangan saat kita harus berada di sekitar mereka. Mungkin mereka merendahkan kita, selalu mengatakan sesuatu yang negatif, menggunakan taktik manipulatif untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, dan pada umumnya tidak menyenangkan.
Meskipun suasana hati yang buruk atau perselisihan sesekali, tidak serta merta menjadikan seseorang disebut toxic. Bagaimana kita tahu ketika kita berada dalam toxic relationship atau berurusan dengan orang yang toxic, dan apa yang dapat kita lakukan?
Apa saja tanda-tanda orang toxic? Tentu saja, tidak ada yang terlahir dengan sifat toxic. Kepribadian berkembang dari waktu ke waktu sebagai respons terhadap pengalaman kolektif. Kemungkinannya adalah jika seseorang yang kitakenal adalah toxic, mereka telah terluka secara signifikan dan konsisten di masa lalu, dan mengandalkan mekanisme survival mode yang mungkin tidak lagi berguna bagi mereka.
Empati, bagaimanapun, tidak berarti memaafkan perilaku yang tidak pantas dan tidak sehat. Menetapkan batasan yang jelas dan tegas berarti kita menghargai self care, menghargai diri kita sendiri. Jika seseorang tidak memperlakukan kita dengan rasa hormat yang layak kita terima, kita berhak melindungi diri sendiri. Ini bisa berarti menjauh, menjauhkan diri, atau mengakhiri hubungan sama sekali. Hubungan dengan pertemanan yang toxic memang rumit, tetapi usahakan supaya kita tidak terjebak. Memahami bahwa kita memiliki pilihan untuk kebebasan dan self empowerment.
Berikut adalah beberapa ciri umum dari toxic people :
Manipulatif
Meskipun terkadang mereka tampak benar-benar tertarik pada kita, mereka akan menggunakan informasi yang mereka peroleh dari kita untuk membuat kita melakukan apa yang mereka inginkan.
Mereka membuat kita merasa buruk tentang diri kita sendiri
Atau menemukan cara yang lebih halus untuk meremehkan kita atau membuat kita merasa tidak penting.
Judgemental
Mereka mengkritik apa pun yang tidak mereka setujui tanpa empati terhadap pengalaman orang lain.
Negativitas
Mereka menolak untuk melihat sisi baiknya dan secara konsisten berfokus pada hal-hal negatif.
Agresi pasif
Alih-alih mengungkapkan perasaan mereka secara langsung, mereka akan membuat komentar sinis, membuat hal-hal tidak nyaman bagi kita, atau menyabotase tindakan atau upaya kita.
Egosentris
Mereka lebih memperdulikan diri mereka sendiri daripada orang lain dan tidak memikirkan atau tidak peduli bagaimana kata-kata dan tindakan mereka berdampak pada orang lain.
Kesulitan dengan anger management
Mereka akan dipicu oleh hal-hal yang tampaknya kecil dan melampiaskan amarahnya kepada orang lain.
Mengontrol
Mereka akan mengontrol banyak hal, termasuk dalam pekerjaan dan pertemanan, atau membatasi akses kita ke sumber daya lain.
Sekali lagi, ada perbedaan antara seseorang yang mengalami hari yang buruk, seseorang yang tidak cocok dengan kita, dan seseorang yang benar-benar menyakiti kita. Namun, jika kita mengandalkan seseorang atau memiliki hubungan dekat dengan seseorang yang mungkin toxic, mungkin sulit bagi kita untuk menyadari bahwa kita berada dalam situasi yang benar-benar menyakitkan.

Jadi bagaimana kita bisa menghadapi orang toxic? Penelitian terbaru menemukan bahwa paparan rangsangan yang menyebabkan emosi negatif yang kuat, jenis paparan yang sama yang kita dapatkan saat berhadapan dengan orang toxic, menyebabkan otak kita memiliki respons stres yang masif. Dan itu adalah sesuatu yang tentu saja tidak kita butuhkan.
Kita mungkin tidak dapat memotong secara langsung dari pertemanan toxic. Kita harus mempertimbangkan pendekatan yang tepat untuk menangani orang-orang tersebut. Misalnya, jika kita memiliki hubungan dengan orang yang toxic seperti itu, mereka kemungkinan akan melanjutkan jenis perilaku yang sama, karena kita tidak membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka. Tujuannya bukan untuk mengubah seseorang tetapi untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan mereka, karena hanya itu yang dapat kita lakukan dari sisi kita.
Merupakan ide bagus untuk mengembangkan strategi yang tepat tentang cara menghadapinya. Di bawah ini adalah beberapa cara yang terbukti tentang bagaimana menghadapi orang-orang toxic.
Fokus pada kepositifan akan membantu kita menghindari iritasi dan stres dari orang-orang toxic. Orang yang toxic sering kali adalah orang yang menderita, yang tidak memiliki dukungan dan alat yang mereka butuhkan untuk mengatasi rasa sakit mereka. Orang yang berpikiran positif akan memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan yang positif untuk membantu mereka dengan masalah yang muncul atau situasi sulit.
Kesehatan mental dan emosional kita sangat penting. Karena itu, kita harus berusaha sebaik mungkin untuk menghindari pikiran dan percakapan negatif. Fokus untuk mengangkat mereka sehingga mereka merasa didukung dan didengar. Kita mungkin mengalami kelelahan setelah berdiskusi dengan mereka, jadi istirahatlah dari percakapan yang menantang.
Menetapkan batas adalah cara bermanfaat yang akan membantu kita untuk menghadapinya. Orang toxic biasanya tidak memiliki batasan. Karena itu, kita harus siap untuk mempertahankan batasan kita. Menetapkan batasan dan batasan yang ketat akan bertindak sebagai tantangan pribadi bagi orang-orang toxic. Saat mengatur batas, kita harus menempatkan fokus pada elemen yang dapat kita kontrol. Kita harus menghindari menginvestasikan upaya atau waktu dengan orang toxic. Kita mungkin harus selalu berusaha menjaga topik tetap ringan dan interaksi singkat. Kita harus menetapkan batasan untuk membantu meminimalkan kesalahan mereka terhadap kita.
Beberapa orang yang toxic akan mengandalkan kita untuk banyak hal. Seni memberi bukanlah hal yang buruk, tetapi kita harus memprioritaskan kebutuhan kita, jika kita mencoba berurusan dengan orang-orang toxic. Akan lebih baik jika kita tidak mengambil risiko keselamatan atau kesejahteraan kita atas nama orang yang toxic.
Memprioritaskan kebutuhan kita sangat penting karena kita tidak bisa mengharapkan apa pun dari orang yang toxic.Ingatlah bahwa rasa sakit mereka dari kebutuhan yang tidak terpenuhi, juga dapat menyebabkan toksisitas bagi mereka.
Orang-orang toxic mungkin tidak menyadari bahwa mereka memengaruhi orang lain. Rasa sakit dan penderitaan mereka menyebabkan mereka hidup dalam pikiran mereka. Karena itu, kita harus merancang pendekatan yang tepat untuk membantu orang toxic memahami kenyataan situasi. Orang toxic kadang-kadang akan menciptakan situasi dramatis, memanipulasi, dan bergosip tentang orang lain karena takut. Kita juga harus memilih kata-kata kita dengan hati-hati, karena orang yang toxic cenderung memainkan permainan menyalahkan.
Mungkin sulit untuk menyadari bahwa kekacauan yang disebabkan seseorang adalah apa yang kita lakukan kepada orang lain. Percakapan terbuka dapat membantu kita mengungkapkan dampak dan efek dari perilaku toxic. Orang-orang toxic tidak selalu dapat bertanggung jawab atas tindakan mereka karena mereka melakukan survival mode (bertahan). Mereka mungkin membuat kesalahan dan menyalahkan orang lain karena mereka tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas. Akan membantu jika kita tidak memerankan korban dalam situasi apa pun karena orang yang toxic dapat mencoba mengubah cerita. Kitapun harus tidak setuju dengan hormat untuk menghindari ledakan kemarahan.
Menggunakan pendekatan yang tepat, dapat membantu untuk mendorong orang yang bermasalah untuk menyembuhkan dirinya. Selalu gunakan pola pikir positif ketika berhadapan dengan perilaku tidak sehat. Pelajari cara mengatakan tidak, tetapi kita tetap harus memiliki batasan.
Orang yang toxic mungkin mencoba memanipulasi kita untuk mengubah perspektif kita tentang suatu situasi. Orang-orang melihat dunia dari perspektif yang berbeda dan memiliki pengalaman unik yang membentuk dunia mereka. Tapi jangan lupa untuk memberi batas, dengan mengatakan tidak jika perlu. Akan membantu jika kita belajar cara mengatasi ledakan tiba-tiba. Orang-orang dalam keadaan mode fight or flight dapat tiba-tiba bereaksi berlebihan terhadap situasi, karena tekanan yang ekstrim.
Menjadi konsisten dan gigih sangat penting, karena itu akan membantu kita mengurangi masalah. Juga, mengatakan tidak dan pergi dari situasi yang merugikan, akan membantu kita menghindari drama atau konflik. Jika kita tidak pergi, hindari percakapan. Biasanya orang yang toxic memiliki pemahaman yang cukup tentang siapa yang dapat mereka manfaatkan. Mereka biasanya menghindari orang ketika taktik mereka gagal.
Ajari diri kita tentang bagaimana mengabaikan komentar negatif, bahkan disaat kita kesal. Mengalihkan fokus ke hal-hal positif akan meningkatkan efisiensi kerja. Rancang strategi, karena kadang-kadang kita mungkin terjebak dalam percakapan yang toxic dan tidak sehat. Meninggalkan percakapan mungkin akan membuat gambaran buruk tentang bersikap kasar. Karena itu, kita harus membuat strategi yang baik. Strategi walk out akan membantu untuk menghemat waktu dan berkonsentrasi pada hal-hal yang produktif.
Beberapa hal Ini akan membantu untuk tenang dan grounding (membumikan diri) seperti, relaksasi otot, latihan pernapasan dalam, dan meditasi. Menjadi tenang akan membantu kita menghindari drama yang tidak perlu. Untuk membantu kita mengembangkan pola pikir yang lebih damai, pertimbangkan untuk melakukan meditasi. Denganmeditasi, membantu kita untuk berbelas kasih, meningkatkan fokus, dan banyak hal positif yang kita dapatkan.
(DK-TimKB)
Sumber Foto : MedicineNet