Jakarta – Petenis berkebangsaan Serbia memperlihatkan permainan yang menjadi ciri khasnya di semifinal Wimbledon musim 2023 demi memetik kemenangan 6-3, 6-4, 7-6 atas petenis berkebangsaan Italia, Sinner, kemenangan yang menjadi kemenangan ke-34 beruntun sang petenis dan juga berhasil melangkah ke final untuk lima kali secara berturut di turnamen Grand Slam tersebut.
Pengembalian petenis unggulan kedua yang rapi dan memukau menjadi salah satu faktor yang mengacaukan servis petenis unggulan kedelapan, Sinner dan ia tampil solid ketika di bawah tekanan setelah ia mengamankan keenam peluang break point yang ia hadapi di sepanjang semifinal yang berlangsung selama 2 jam 46 menit.

Dengan lolos ke final Grand Slam ke-35 dalam kariernya, petenis unggulan kedua mengantongi rekor sebagai petenis putra yang paling banyak lolos ke final Grand Slam, bahkan melampaui legenda tenis AS, Chris Evert (34). Kemenangan tersebut berbanding terbalik dengan laga perempatfinal Wimbledon musim lalu melawan Sinner. Pada kesempatan tersebut, petenis berkebangsaan Serbia dipaksa bangkit setelah kecolongan dua set pertama sebelum memetik kemenangan. Tetapi laga epik yang sama tidak tampak pada pertemuan kali ini.
Petenis unggulan kedua kini mengantongi 27 kemenangan secara beruntun di Grand Slam dan ia menjadi petenis putra tertua ketiga di Open Era yang lolos ke final Wimbledon dengan menginjak usia 36 tahun, setelah Roger Federer dan Ken Rosewall. Djokovic akan berusaha menyamai rekor Federer yang mengoleksi delapan gelar Wimbledon. Sebelum itu, ia harus mengatasi pemain muda yang juga petenis nomor satu dunia, Carlos Alcaraz di partai puncak. Alcaraz berhasil melangkah ke final Wimbledon untuk pertama kalinya usai mengalahkan petenis unggulan ketiga, Daniil Medvedev di laga semifinal lainnya.
(bP/timKB).
Sumber foto: twitter

Berita lainya
Waktunya Real Madrid Kudeta Barcelona
Aston Villa Kontra Arsenal Jadi Pembuka Pekan Ke-15 Liga Inggris
Jadwal Pertandingan Cabor Badminton SEA Games 2025