Ketika mendengar kata ‘mencuri’, banyak dari kita yang langsung berpikir tentang tindakan kriminal yang disengaja. Namun, apa yang terjadi jika seseorang memiliki dorongan kuat untuk mencuri tanpa alasan yang jelas, bahkan tanpa kebutuhan finansial? Salah satu gangguan yang mungkin menjadi penyebabnya adalah kleptomania.
Pengertian Kleptomania
Kleptomania adalah gangguan kontrol impuls yang ditandai dengan dorongan tak terkendali untuk mencuri barang yang tidak perlu, tanpa motif finansial atau pribadi yang jelas. Seseorang dengan kleptomania seringkali merasa cemas sebelum mencuri dan merasakan lega setelahnya.
Kleptomania termasuk ke dalam kelompok gangguan kendali impulsif, yaitu gangguan yang menyebabkan penderitanya sulit mengendalikan emosi dan perilaku. Biasanya, kleptomania muncul di masa remaja, tetapi juga bisa terjadi setelah dewasa.
Tanda Dan Gejala Kleptomania
• Dorongan Mencuri yang Intens: Penderita sering memiliki dorongan mendalam untuk mencuri, yang mungkin sulit diabaikan. Ketidakmampuan untuk menahan keinginan mencuri benda. Barang yang dicuri tidak diperlukan untuk penggunaan pribadi atau nilai uang.
• Merasa Cemas Sebelum Mencuri: Sebelum mencuri, individu dapat merasa semakin cemas hingga dorongan tersebut dipenuhi.
• Lega Setelah Mencuri: Perasaan senang, rileks, puas, atau lega yang kuat setelah barang tersebut dicuri.
• Rasa Bersalah: Meskipun ada perasaan lega, penderita biasanya merasa bersalah, malu, atau ketakutan setelahnya.
• Tindakan Impulsif: Pencurian tersebut tidak dilakukan untuk menyampaikan pesan kemarahan atau balas dendam, dan bukan merupakan reaksi terhadap gejala psikotik seperti pikiran delusional atau halusinasi.
Penyebab Kleptomania
Karena kleptomania adalah gangguan kesehatan mental yang langka dengan tingkat prevalensi 0,6% atau lebih rendah, kondisi ini tidak mendapat perhatian dan penelitian untuk diagnosis lain. Oleh karena itu, sedikit yang diketahui tentang penyebab kleptomania, namun para ahli melihat adanya hubungan dalam hal ini. susunan biologis dan lingkungan seseorang.
Meski belum ada penjelasan yang jelas, para ahli berteori bahwa ada beberapa kemungkinan penyebab dan pemicunya. Kleptomania terkait dengan:
• Kadar Serotonin Rendah: Serotonin adalah pembawa pesan kimiawi di otak yang berhubungan dengan sejumlah area seperti suasana hati, tidur, dan pencernaan. Orang dengan kontrol impuls yang buruk cenderung memiliki kadar serotonin di otak yang lebih rendah.
• Kecanduan: Para peneliti berspekulasi bahwa mencuri kleptomania memicu efek yang mirip dengan penggunaan narkoba. Ketika orang berusaha untuk mengulangi perasaan positif yang terkait dengan pelepasan zat kimia lain yang disebut dopamin, pencurian dan penggunaan narkoba dapat terjadi secara bersamaan.
• Ketidakseimbangan Dalam Sistem Opioid: Sistem di otak ini membutuhkan keseimbangan untuk menjaga keseimbangan dan mengendalikan dorongan. Ketika ada ketidakseimbangan dalam sistem, seseorang akan merasa lebih sulit menahan dorongan untuk mencuri.
Faktor Risiko Kleptomania
Faktor risiko kleptomania mencakup kombinasi pengaruh genetik dan lingkungan yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi tersebut pada suatu saat.
Beberapa faktor risiko kleptomania yang paling umum adalah:
• Riwayat keluarga dengan masalah kesehatan mental. Orang-orang yang memiliki anggota keluarga dekat yang mengidap gangguan obsesif-kompulsif (OCD), gangguan penggunaan narkoba, atau kleptomania lebih mungkin mengalami gangguan tersebut.
• Riwayat pribadi masalah kesehatan mental. Jika seseorang mengidap gangguan bipolar, gangguan kecemasan, gangguan makan, atau gangguan kepribadian, maka peluangnya lebih besar untuk mengalami kleptomania.
• Isu Psikologis. Trauma, pelecehan, atau stres mungkin memicu kleptomania pada beberapa orang.
Seperti kondisi lainnya, faktor pelindung dapat membantu mengimbangi dampak faktor risiko. Masyarakat dapat berharap untuk membatasi dampak kleptomania dengan mencari keterampilan mengatasi penyakit yang sehat dan pengobatan dini.
Pengobatan Untuk Kleptomania
• Terapi perilaku kognitif (CBT): Teknik ini membantu pasien mengidentifikasi dan mengatasi pemikiran dan perilaku negatif.
• Obat: Beberapa obat seperti antidepresan selektif pengambilan ulang serotonin (SSRI) mungkin bermanfaat bagi beberapa pasien.
• Grup Dukungan: Bergabung dengan grup dukungan dapat membantu penderita merasa tidak sendirian dan mendapatkan strategi untuk mengatasi gangguan.
Cara Mengelola Hidup Dengan Kleptomania
• Penerimaan: Mengakui dan menerima kondisi adalah langkah pertama menuju pemulihan. Kleptomania sering kali mengarah pada sikap merahasiakan karena rasa malu, bersalah, dan penyesalan, sehingga berpotensi menimbulkan efek negatif jangka panjang. Percakapan yang terbuka dan jujur dengan orang-orang terkasih dapat menciptakan perubahan positif dan mendukung kemajuan, sehingga memungkinkan terjadinya pemahaman dan pemahaman terhadap kondisi tersebut.
• Jauhkan Diri dari Pemicu: Mengenali dan menghindari situasi atau tempat yang memicu dorongan untuk mencuri. Kleptomania dapat menimbulkan stres, ketegangan, ketakutan, dan kekhawatiran dalam aktivitas sederhana seperti pergi ke supermarket. Untuk mengelola kondisi ini, rencanakan dan persiapkan dengan mempertimbangkan gambaran kondisi, strategi penanggulangan, dan mengurangi stres dan kecemasan sebelum keluar rumah. Tindakan pencegahan dapat meningkatkan keberhasilan dalam berbelanja.
• Latihan Relaksasi dan Menjaga Kesehatan: Teknik seperti meditasi dan pernapasan dalam dapat membantu mengendalikan dorongan. Kesehatan fisik dapat membantu mengatasi gejala kleptomania dengan menghilangkan stres, mempersiapkan tubuh dan pikiran untuk berbagai situasi. Makan makanan yang sehat, berolahraga, dan tidur yang cukup dapat memperbaiki gejala dan mengatur kadar serotonin.
• Komitmen Pada Pengobatan: Meskipun terkadang ada rasa frustrasi terhadap program pengobatan kleptomania, sangatlah penting untuk melanjutkan prosesnya. Jika pengobatan menyebabkan frustrasi, beri tahu penyedia layanan dan bekerja sama untuk berinvestasi kembali dalam pengobatan dan fokus pada pencapaian hasil yang diinginkan.
• Cari Dukungan: Teman, keluarga, dan terapis bisa menjadi sumber dukungan yang berharga.
Kleptomania bukanlah sekadar “kebiasaan mencuri”. Ini adalah gangguan kesehatan mental yang serius yang memerlukan pemahaman, dukungan, dan intervensi yang tepat, namun masih mempengaruhi jutaan orang secara langsung dan tidak langsung. Dengan pengobatan yang sesuai dan dukungan yang tepat, seseorang dengan kleptomania dapat mengelola kondisi mereka dan menjalani hidup yang produktif dan memenuhi.
(EA/timKB).
Sumber foto: centropsy.it
