Jakarta – FC Dallas menderita kekalahan memalukan 5-0 dari San Diego FC dalam laga MLS di kandang lawan, Minggu (4/5) pagi WIB. Rekor tak terkalahkan mereka di laga tandang musim ini (3 menang, 3 imbang) runtuh akibat performa buruk lini belakang dan ketidakefektifan formasi 3-4-3. Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, tak mampu menghentikan gempuran San Diego.
Dengan turun ke peringkat delapan klasemen MLS (15 poin), FC Dallas kini berada di posisi sulit. Jadwal padat, termasuk laga US Open Cup melawan AV Alta FC dan pertandingan kandang kontra Real Salt Lake, akan menguji mental dan kesiapan tim untuk bangkit dari kekalahan telak ini
Tuan rumah membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Hirving Lozano di menit ke-20 setelah pelanggaran di kotak terlarang. Lozano kembali mencetak gol di menit ke-27, memanfaatkan umpan panjang Andres Dreyer. Di babak kedua, Dreyer, Onni Valakari, dan Milan Iloski melengkapi pesta gol San Diego dengan memanfaatkan celah di pertahanan Dallas.
Pelatih FC Dallas, Eric Quill, mencoba memperbaiki situasi dengan pergantian pemain, seperti memasukkan Bernard Kamungo, Patrickson Delgado, dan Show, namun tak membuahkan hasil. Kekalahan ini menunjukkan kelemahan taktik Dallas dan menjadi sinyal buruk jelang jadwal padat mereka di bulan ini.
Kekalahan 5-0 dari San Diego FC merupakan pukulan berat bagi FC Dallas, yang sebelumnya tampil solid di laga tandang. San Diego, sebagai tim ekspansi, menunjukkan kedalaman skuad dan kecepatan yang sulit diimbangi. Performa buruk Paes dan lini belakang Dallas menjadi sorotan utama.
Formasi 3-4-3 yang diterapkan pelatih Eric Quill terbukti tidak cocok untuk menghadapi tim sekaliber San Diego. Celah di lini pertahanan dimanfaatkan dengan baik oleh Lozano dan Dreyer, yang berulang kali membongkar sisi sayap Dallas. Hasil ini memaksa tim untuk mengevaluasi strategi jelang laga-laga berikutnya.
(bP/timKB).
Sumber foto: detik.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda