Jordan Leavitt: “The Monkey King” Dari Las Vegas

Piter Rudai 31/05/2025 4 min read
Jordan Leavitt: “The Monkey King” Dari Las Vegas

Jakarta – Dunia Mixed Martial Arts (MMA) penuh dengan petarung berbakat, tetapi hanya segelintir yang memiliki karakter unik, kepribadian mencolok, dan kemampuan bertarung luar biasa—semua dalam satu paket. Salah satu sosok yang menonjol dalam aspek ini adalah Jordan Leavitt, petarung asal Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, yang dikenal dengan julukan eksentriknya: “The Monkey King”.

Lahir pada 2 Juni 1995, Jordan Leavitt kini berkompetisi di divisi Lightweight Ultimate Fighting Championship (UFC). Ia bukan hanya dikenal karena teknik grappling-nya yang mumpuni, tetapi juga karena selebrasi kemenangannya yang khas—split dan tarian penuh gaya di tengah oktagon. Keunikan inilah yang membuat Leavitt menjadi salah satu figur paling menghibur dan tak terduga di UFC saat ini.

Tumbuh sebagai Pribadi Introvert yang Menemukan Jati Diri dalam Seni Bela Diri

Jordan Leavitt tumbuh besar di kota Las Vegas yang penuh warna, namun ia justru dikenal sebagai anak yang pendiam, penyendiri, dan lebih suka membaca buku dibandingkan bergaul secara sosial. Dalam wawancara, Leavitt bahkan menyebut dirinya sebagai kutubuku yang menemukan kekuatan dalam dunia bela diri.

Ketertarikannya pada seni bela diri dimulai saat ia duduk di bangku SMA. Saat banyak remaja terlibat dalam kegiatan sosial atau hiburan kota, Jordan memilih wrestling (gulat) sebagai jalan hidupnya. Ia kemudian memperluas kemampuannya ke Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), yang membawanya ke ranah MMA secara profesional.

Julukan “The Monkey King”: Filosofi dan Keunikan

Julukan “The Monkey King” bukan hanya mengacu pada gerak tubuh lincah dan selebrasi yang tidak biasa, tetapi juga mewakili karakter petarung yang bebas, kreatif, dan penuh kejutan. Nama ini merujuk pada karakter mitologi Tiongkok “Sun Wukong”, yang cerdas, nakal, dan selalu menghindari cara konvensional—cocok dengan gaya Jordan di dalam maupun luar arena.

Leavitt dikenal selalu tampil dengan caranya sendiri, baik dari cara masuk ke oktagon, gerakan bertarung, hingga kepribadian eksentriknya di media sosial. Namun di balik semua itu, tersimpan kecerdasan taktis dan pemahaman mendalam tentang seni bela diri.

Dominasi Grappling dan Ketenaran Cepat

Leavitt memulai karier profesionalnya pada tahun 2017 dan langsung menarik perhatian karena dominasinya dalam permainan bawah. Ia mencatatkan sejumlah kemenangan lewat submission seperti arm-triangle choke dan rear-naked choke, menunjukkan bahwa kekuatan utamanya ada pada teknik grappling tingkat tinggi.

Nama Jordan mulai benar-benar dikenal saat ia tampil di Dana White’s Contender Series pada tahun 2020. Dengan kemenangan impresif, ia langsung mendapatkan kontrak UFC dan menjadi sorotan karena gaya bertarung dan kepribadiannya yang berbeda.

Menaklukkan Oktagon dengan Gaya Sendiri

Debut UFC-nya terjadi pada Desember 2020 melawan Matt Wiman. Dalam laga itu, Leavitt menang hanya dalam 22 detik lewat slam KO—salah satu penyelesaian tercepat dan paling mencolok di divisi Lightweight. Selebrasi split yang dilakukannya setelah kemenangan semakin menegaskan bahwa Leavitt adalah paket lengkap antara pertunjukan dan kemampuan bertarung.

Sejak saat itu, Leavitt terus tampil melawan nama-nama besar di Lightweight seperti Claudio Puelles, Trey Ogden, dan Paddy Pimblett. Walau mengalami pasang-surut, ia tetap menjadi petarung yang ditakuti di ground game dan tak bisa diremehkan kapan pun.

Petarung Ground Berkarakter Khusus

Leavitt adalah grappler sejati. Ia mengandalkan BJJ dan wrestling sebagai senjata utama, dengan kemampuan takedown, kontrol di atas matras, dan berbagai teknik submission sebagai andalan. Ciri khas gaya bertarungnya antara lain:

    • Brazilian Jiu-Jitsu halus, mampu mengunci lawan dari posisi apa pun.
    • Pergerakan luwes dan tidak biasa, sering mengecoh lawan.
    • Ketenangan dalam tekanan, tidak mudah panik meski dalam posisi sulit.
    • Agresif namun taktis di ground, tahu kapan menyerang dan kapan menunggu celah.

Prestasi dan Pencapaian

    • KO tercepat lewat slam dalam debut UFC (22 detik).
    • Beberapa kemenangan submission di ajang UFC dan Contender Series.
    • Ikon selebrasi unik di UFC dengan gaya split setelah kemenangan.
    • Menjadi simbol keunikan dan eksentrisitas di dunia MMA profesional.

Pribadi Filosofis dan Sosok Inspiratif

Jordan Leavitt bukan hanya petarung—ia adalah pribadi dengan pandangan hidup yang mendalam. Ia sering mengutip buku-buku sastra, berbicara soal pentingnya kesehatan mental, dan menekankan bahwa keunikan adalah kekuatan. Ia menikah muda dan dikenal sebagai pria keluarga yang bijak, jauh dari citra macho yang sering melekat pada petarung.

Ia juga aktif membangun komunitas di Las Vegas, melatih generasi muda dan menjadi inspirasi bagi mereka yang merasa “berbeda” dari masyarakat umum.

Masa Depan “The Monkey King” di UFC

Jordan Leavitt adalah simbol dari perubahan lanskap UFC—seorang petarung yang tidak hanya kuat dan berbakat, tetapi juga berani menjadi dirinya sendiri. Dengan kombinasi antara kemampuan teknikal, kecerdasan mental, dan kepribadian kuat, “The Monkey King” memiliki segala yang dibutuhkan untuk terus naik di klasemen Lightweight UFC.

Dalam dunia yang semakin menghargai keaslian, Jordan Leavitt membuktikan bahwa keberanian untuk menjadi unik bukanlah kelemahan, melainkan senjata. Dan selama ia terus tampil di atas oktagon, pertarungan bukan hanya tentang menang dan kalah—tetapi juga tentang ekspresi diri.

Loading next article...