Mengenal Djorden Santos: Perjalanan Karier “Shakur”

Piter Rudai 05/09/2025 3 min read
Mengenal Djorden Santos: Perjalanan Karier “Shakur”

Jakarta – Lahir di Belo Horizonte, Minas Gerais, Brasil, pada 1 Agustus 1997, Djorden Santos menapaki karier MMA dengan tekad besar untuk membawa namanya ke panggung dunia. Di usianya yang masih relatif muda, 27 tahun, ia sudah menjadi bagian dari Ultimate Fighting Championship (UFC) di divisi Middleweight. Julukan “Shakur” disematkan padanya karena karakternya yang penuh determinasi, selalu tampil agresif, dan tidak mudah dipatahkan.

Tumbuh di Belo Horizonte

Belo Horizonte dikenal sebagai kota besar yang sarat budaya, musik, dan olahraga. Di kota inilah Santos tumbuh dan mulai mengenal dunia bela diri. Ia memulai latihan bela diri pada usia remaja, berawal dari Muay Thai untuk mengasah striking, kemudian melengkapi kemampuannya dengan Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), warisan bela diri yang begitu lekat dengan Brasil.

Perpaduan keduanya membuat Santos memiliki dasar yang seimbang. Ia tidak hanya berbahaya saat berdiri dengan kombinasi pukulan cepat dan akurat, tetapi juga mampu menutup pertandingan lewat submission jika lawan mencoba membawa pertarungan ke ground.

Meniti Jalan dari Brasil

Djorden Santos memulai debut profesional MMA pada akhir 2010-an. Di berbagai ajang regional Brasil, ia tampil impresif dan cepat mencatat kemenangan. Ia sering menyelesaikan laga lewat kombinasi TKO/KO dan submission.

Postur tubuhnya—6’2” dengan jangkauan 75 inci—memberinya keunggulan besar saat bertarung di jarak menengah. Lawan-lawannya sering kesulitan mendekati Santos tanpa terkena jab atau kombinasi cepatnya. Namun, ketika pertarungan masuk ke clinch atau ground, ia mampu beradaptasi dengan baik dan menggunakan teknik submission andalannya seperti arm-triangle choke dan guillotine choke.

Rekor profesionalnya pun mencerminkan kemampuan serba bisa: 10 kemenangan (3 KO, 4 submission, dan 3 melalui keputusan juri) dengan hanya 2 kekalahan. Catatan itu menjadi bukti bahwa ia bukan hanya striker murni, melainkan petarung komplet yang bisa menyelesaikan laga di berbagai skenario.

Kesempatan Emas

Pintu menuju panggung terbesar akhirnya terbuka pada September 2024, ketika Santos mendapat kesempatan tampil di Dana White’s Contender Series musim ke-8. Ajang ini dikenal sebagai ladang pencarian bakat bagi UFC, tempat para petarung muda membuktikan diri langsung di hadapan Dana White.

Santos dipasangkan melawan Will Currie, petarung asal Inggris dengan reputasi grappler tangguh. Pertarungan tersebut berlangsung keras sejak ronde pertama. Currie mencoba membawa Santos ke ground, namun dengan pertahanan takedown solid dan transisi cepat, Santos mampu mengimbangi. Di sisi lain, Santos beberapa kali mendaratkan kombinasi striking yang menguras tenaga lawannya.

Hingga bel terakhir berbunyi, Santos tetap konsisten menjaga tekanan. Keputusan juri pun bulat: kemenangan mutlak untuk Djorden Santos. Penampilan ini cukup untuk mengamankan kontraknya bersama UFC, sekaligus menjadi titik awal perjalanannya di panggung dunia.

Agresif dan Seimbang

Ciri khas Santos adalah gaya bertarung agresif namun tetap seimbang antara striking dan grappling.

    • Striking Eksplosif: Menggunakan jab panjang, hook tajam, serta kombinasi pukulan cepat untuk menguasai jarak.
    • Submission Specialist: Memiliki arsenal kuncian seperti arm-triangle choke dan guillotine choke yang kerap menutup pertarungan.
    • Kontrol Jarak: Dengan postur tinggi dan jangkauan panjang, ia mampu mengatur tempo pertarungan di jarak menengah.
    • Mental Baja: Meski ditekan lawan, Santos tetap tenang, sabar, dan mencari celah untuk melakukan serangan balik.

Perpaduan gaya inilah yang membuatnya sulit ditebak dan berbahaya di setiap area pertarungan.

Prestasi dan Identitas

    • Nama Lengkap: Djorden Ribeiro dos Santos
    • Tanggal Lahir: 1 Agustus 1997
    • Tempat Lahir: Belo Horizonte, Minas Gerais, Brasil
    • Julukan: Shakur
    • Divisi: Middleweight – UFC
    • Tinggi: 6’2” (188 cm)
    • Jangkauan: 75 inci (191 cm)
    • Rekor Profesional: 10–2 (3 KO/TKO, 4 submission, 3 keputusan)
    • Debut Profesional: Akhir 2010-an, ajang regional Brasil
    • Momen Penting: Mengalahkan Will Currie di Dana White’s Contender Series (September 2024)
    • Teknik Unggulan: Arm-Triangle Choke, Guillotine, kombinasi striking cepat

Harapan Baru Brasil di Middleweight UFC

Kini di usia 27 tahun, Santos sedang berada di masa emas seorang atlet MMA. Divisi Middleweight UFC terkenal padat dengan petarung elit, mulai dari Israel Adesanya hingga Sean Strickland. Namun, Santos memiliki modal penting: kombinasi teknik, fisik, dan mental yang membuatnya mampu bersaing dengan siapa pun.

Jika ia terus berkembang, memperkuat grappling defensif, dan mempertajam arsenal striking-nya, Djorden “Shakur” Santos bisa menjadi salah satu kontender yang masuk jajaran Top 15 Middleweight UFC dalam waktu dekat. Baginya, perjalanan masih panjang, namun pondasi yang ia bangun sudah cukup kuat untuk mendukung langkah berikutnya.

Djorden Santos adalah contoh nyata generasi baru petarung Brasil yang siap mewarisi kejayaan para legenda terdahulu. Dari Belo Horizonte, ia meniti karier di ajang regional, mencatat rekor impresif 10-2, lalu mencuri perhatian dunia melalui kemenangan atas Will Currie di Dana White’s Contender Series 2024.

Dengan julukan “Shakur”, Santos membawa gaya bertarung seimbang antara striking dan grappling, serta semangat khas petarung Brasil: pantang menyerah dan selalu haus akan kemenangan. Masa depannya di UFC tampak cerah, dan para penggemar MMA menanti langkah besar berikutnya dari petarung muda ini.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...