Kulit Bundar

New Age of Sports Community

Mengenal Sejarah Thomas Cup Dan Uber Cup


Jakarta – Tidak banyak turnamen bulutangkis beregu yang menjadi agenda BWF. Tercatat hanya Thomas Cup, Uber Cup dan Sudirman Cup yang menjadi turnamen beregu bergengsi yang digelar sebagai lambang supremasi bulutangkis beregu dunia saat ini. Thomas Cup sebagai turnamen beregu putra, Uber Cup adalah turnamen beregu putri sedangkan Sudirman Cup turnamen beregu putra dan putri atau campuran.

Thomas Cup atau Piala Thomas dan Uber Cup atau Piala Uber, merupakan turnamen bulu tangkis beregu putra dan putri tertua dan bergengsi di dunia. Dua ajang badminton ini merupakan turnamen yang dibawahi langsung oleh BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia).

Baca juga: Indonesia Singkirkan Taiwan Di Semifinal Thomas Cup 2024

Thomas Cup dan Uber Cup sama-sama merupakan turnamen bulu tangkis yang digelar tiap dua tahun sekali. Turnamen ini pun dinilai sebagai salah satu turnamen yang terbesar dan paling prestisius jika dilihat dari para pemain bernama besar yang turun lapangan.

Thomas Cup atau Piala Thomas dicetuskan oleh Sir George Alan Thomas pada 1939. Ia adalah mantan Presiden IBF (International Badminton Federation), yakni federasi yang kini berubah menjadi BWF (Badminton World Federation). Thomas Cup pertama diadakan di Preston, Inggris, pada 1949. Saat itu hanya tiga negara yang berpartisipasi, yakni Malaya (kini Malaysia), Denmark, dan Amerika Serikat. Malaya keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Denmark di final dengan skor 8-1.

Sedangkan Uber Cup atau Piala Uber dicetuskan oleh Betty Uber, seorang aktivis bulu tangkis Inggris. Ia mencetuskan turnamen ini usai terinspirasi oleh Thomas Cup karena ingin menciptakan ajang kompetisi untuk pemain putri. Uber Cup pertama diadakan di Lancashire, Inggris, pada tahun 1957. Sebanyak 11 negara berpartisipasi, dan Amerika Serikat keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan Denmark di final dengan skor 6-1.

Awalnya, Thomas Cup diadakan setiap tiga tahun sekali. Namun, sejak 1982, turnamen ini diadakan tiap dua tahun sekali. Formatnya juga berubah. Awalnya, hanya 8 tim yang berlaga, tapi kini lebih dari 30 tim dari berbagai negara di seluruh dunia bersaing untuk memperebutkan gelar juara. Awalnya, Uber Cup juga diadakan setiap tiga tahun sekali. Namun, sejak 1984, turnamen ini diadakan tiap dua tahun sekali, mengikuti format Thomas Cup. Juga seperti Thomas Cup, kini lebih dari 30 tim dari berbagai negara di seluruh dunia bersaing untuk memperebutkan gelar juara di ajang ini.

(bP/timKB)

Sumber foto: kompas.com