Jakarta – Di panggung Muay Thai modern, ada petarung yang langsung meledak lewat satu kemenangan besar, lalu ada pula yang membangun reputasinya dengan cara yang lebih tenang tetapi tidak kalah kuat: tampil konsisten, terus berkembang, dan pelan-pelan membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan. Pataknin Sinbimuaythai termasuk dalam kelompok kedua. Petarung asal Thailand ini lahir pada 12 Maret 2003, dan hingga kini terus menapaki jalurnya di ONE Championship sebagai salah satu nama muda yang menarik di divisi ringan Muay Thai. Profil resmi ONE mencatat Pataknin memiliki tinggi 168 cm, batas berat 121,9 lbs / 55,3 kg, berasal dari Thailand, dan mewakili Sinbi Muaythai. Data pendukung lain juga menempatkannya sebagai petarung orthodox dengan rekor profesional 5 kemenangan, 2 kekalahan, dan 1 hasil imbang.
Yang membuat Pataknin menarik sejak awal adalah identitas bertarungnya yang terasa sangat khas Muay Thai Thailand. Ia bukan petarung yang hanya mengandalkan satu ledakan besar, melainkan sosok yang bekerja lewat striking yang rapi, disiplin ritme, dan ketahanan untuk menjaga kualitas serangan sepanjang laga. Data resmi ONE menunjukkan bahwa dari enam penampilannya di organisasi itu, ia sudah mengoleksi 4 kemenangan dan 2 kekalahan, dengan mayoritas kemenangan diraih lewat unanimous decision. Pola seperti ini biasanya menunjukkan petarung yang mampu menjaga bentuk permainan, memenangkan ronde demi ronde, dan tidak mudah kehilangan kontrol ketika pertarungan berjalan penuh tiga ronde.
Perjalanan Pataknin di ONE Championship mulai memberi bentuk yang jelas ketika ia menghadapi Majid Karimi di ONE Friday Fights 72. Dalam laga itu, ia meraih kemenangan lewat unanimous decision. Hasil tersebut penting bukan hanya karena menambah angka di kolom menang, tetapi juga karena menjadi salah satu fondasi awal dari citranya sebagai petarung yang tahu cara menang dengan rapi. Ia tidak harus selalu bergantung pada knockout untuk terlihat efektif. Sebaliknya, ia menunjukkan bahwa dirinya mampu mengontrol pertarungan lewat teknik dan disiplin.
Setelah itu, Pataknin kembali menunjukkan kualitas yang sama saat menghadapi Teeyai PK Saenchai di ONE Friday Fights 82. Lagi-lagi, ia menang lewat unanimous decision. Dua kemenangan keputusan bulat dalam rentang awal kiprahnya di ONE memberi kesan yang cukup kuat: Pataknin bukan petarung yang datang hanya dengan semangat muda, tetapi atlet yang sudah punya struktur permainan jelas. Ia bisa menjaga tempo, membaca lawan, dan menghindari kesalahan besar yang sering menghukum petarung muda di panggung sekeras ONE Friday Fights.
Salah satu kemenangan yang paling penting dalam perjalanan awalnya datang pada ONE Friday Fights 89, ketika ia menghadapi Petnamkhong Sor Maneekhot. Lagi-lagi, hasilnya adalah unanimous decision untuk Pataknin. Kemenangan ini memberi makna lebih, karena Petnamkhong sendiri dikenal sebagai petarung yang agresif dan tidak mudah dihadapi. Fakta bahwa Pataknin bisa tetap menjaga kendali melawan lawan seperti itu menunjukkan bahwa ia bukan hanya unggul dalam teknik dasar, tetapi juga punya kematangan untuk menghadapi tekanan dari lawan yang aktif menyerang.
Namun karier petarung tidak pernah benar-benar bergerak lurus. Pada ONE Friday Fights 95, Pataknin harus menerima kekalahan pertamanya di ONE saat menghadapi Chalamdam Sor Boonmeerit. Ia kalah lewat TKO ronde pertama pada 2:24. Kekalahan ini penting dalam membentuk kisahnya, karena memperlihatkan bahwa bahkan petarung yang tampak stabil pun bisa dipaksa kehilangan ritme ketika berhadapan dengan lawan yang tepat. Dalam olahraga seperti Muay Thai, kekalahan cepat seperti ini bisa sangat menyakitkan. Tetapi justru dari momen seperti itulah mental seorang atlet sering diuji.
Yang menarik, Pataknin tidak membiarkan kekalahan itu mematahkan arah kariernya. Ia kembali di ONE Friday Fights 107 dan menghadapi Singtanawat Nokjeanladkrabang. Kali ini, ia menjawab dengan cara yang sangat meyakinkan: menang unanimous decision. Hasil resmi ONE juga menegaskan kemenangan itu dalam rangkuman event. Kemenangan ini terasa penting karena memperlihatkan kualitas yang sangat berharga untuk petarung muda, yaitu kemampuan bangkit tanpa kehilangan identitas. Ia tidak mencoba menjadi petarung lain setelah kalah. Ia tetap bertarung sebagai Pataknin: rapi, disiplin, dan kuat secara teknik.
Sampai di titik itu, narasi Pataknin terasa sangat sehat. Ia sudah mencatat beberapa kemenangan keputusan bulat, mengalami satu kekalahan TKO, lalu bangkit lagi dengan kemenangan meyakinkan. Namun perjalanan di ONE kembali mengingatkan bahwa kompetisi di sana sangat rapat. Pada ONE Friday Fights 119, Pataknin menghadapi Petlampun Muadablampang dan harus menerima kekalahan kedua, kali ini lewat KO ronde kedua pada 1:50. Kekalahan ini membuat rekor ONE-nya menjadi 4 kemenangan dan 2 kekalahan. Yang menarik, meski ia belum memiliki kemenangan finis di ONE, hasil-hasilnya justru menunjukkan bahwa ia adalah petarung yang terbentuk dari disiplin jangka panjang, bukan sekadar momen ledakan.
Aspek lain yang membuat Pataknin layak diperhatikan adalah afiliasinya dengan Sinbi Muaythai. Dalam dunia Muay Thai Thailand, nama gym bukan sekadar alamat tempat latihan. Ia adalah identitas, kultur, dan sistem pembinaan. Saat seorang petarung tampil membawa nama Sinbi Muaythai, ia juga membawa warisan disiplin dan metode latihan dari kamp itu. Dalam kasus Pataknin, identitas tersebut terasa cukup kuat. Ia tampak seperti petarung yang dibentuk untuk menang dengan dasar yang benar, bukan hanya dengan keberanian sesaat.
Kalau berbicara soal prestasi, Pataknin mungkin belum memiliki gelar besar di ONE. Namun fondasi yang ia bangun sudah cukup layak diapresiasi. Ia datang sebagai petarung muda Thailand dengan rekor profesional 5-2-1, lalu di ONE sudah mengoleksi empat kemenangan, semuanya lewat unanimous decision, melawan lawan-lawan seperti Majid Karimi, Teeyai PK Saenchai, Petnamkhong Sor Maneekhot, dan Singtanawat Nokjeanladkrabang. Itu adalah bekal yang kuat untuk atlet yang usianya masih sangat muda. Ia sudah tahu rasanya menang, tahu rasanya kalah, dan yang lebih penting, tahu bagaimana bangkit.
Pada akhirnya, Pataknin Sinbimuaythai adalah potret petarung muda Thailand yang sedang menapaki jalannya dengan cara yang jujur. Ia lahir pada 12 Maret 2003, bertarung dengan gaya Muay Thai orthodox yang menitikberatkan striking, mewakili Sinbi Muaythai, dan sudah membangun rekor profesional yang solid. Ia tidak datang dengan sensasi berlebihan, tetapi dengan sesuatu yang sering lebih berharga: konsistensi, ketahanan, dan kemauan untuk terus belajar dari setiap hasil. Dan selama jalur itu terus dijalaninya, Pataknin akan tetap menjadi salah satu nama yang layak diperhatikan di ONE Championship.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda