Farman Hasanov, Petarung Azerbaijan Dengan Rekor Sempurna

Piter Rudai 22/05/2026 4 min read
Farman Hasanov, Petarung Azerbaijan Dengan Rekor Sempurna

Jakarta – Di dunia MMA, ada petarung yang datang ke UFC dengan nama besar sejak awal, dan ada pula yang memaksa orang memperhatikan mereka lewat satu hal yang sangat sederhana tetapi sangat menakutkan: mereka terus menang, terus menutup laga, dan tidak memberi lawan banyak waktu untuk bernapas. Farman Hasanov termasuk dalam kelompok kedua. Ia adalah petarung asal Azerbaijan, lahir di Baku pada 1 Agustus 1995, dan kini resmi tercatat sebagai atlet welterweight UFC. Dia mempunyai tinggi sekitar 183 cm, berat tanding 170 lbs atau 77 kg, dan status aktif di divisi welterweight. Data juga menegaskan bahwa ia datang ke UFC dengan rekor profesional 5 kemenangan tanpa kekalahan.

Yang membuat Farman Hasanov menarik sejak awal adalah bentuk rekornya. Ia bukan petarung yang menang dengan cara aman berulang kali. Profil resmi UFC menulis bahwa sebelum debut UFC, ia sudah profesional sejak 2022, memiliki lima kemenangan tanpa kekalahan, dan sebagian besar kemenangannya datang lewat penyelesaian. UFC juga menegaskan bahwa saat masih 5-0, ia telah meraih empat kemenangan KO/TKO dan satu kemenangan keputusan, dengan banyak laga selesai sangat cepat. Ini membuat identitasnya sangat jelas: ia adalah petarung orthodox yang mengandalkan striking sebagai wajah utama permainannya.

Perjalanan Farman Hasanov menuju UFC tidak lahir dari sorotan besar sejak awal. Ia membangun jalannya melalui panggung regional, terutama di LFA. Beberapa data menunjukkan tiga kemenangan penting yang membentuk reputasinya sebelum direkrut UFC: menang atas Luke Roberts lewat keputusan mutlak di LFA 177 pada Februari 2024, menang atas Marc-Ari William Lewis lewat TKO pukulan di LFA 211 pada Juni 2025, dan menang atas Abdurakhmon Fazilov lewat TKO doctor stoppage di LFA 223 pada November 2025. Rangkaian hasil ini sangat penting karena menunjukkan bahwa Hasanov tidak datang ke UFC sebagai proyek mentah, melainkan sebagai petarung yang sudah membangun kredibilitas nyata di salah satu promotor feeder paling penting di Amerika Utara.

Salah satu aspek paling menarik dari kisahnya adalah kecepatan perkembangan kariernya. FightMatrix mencatat bahwa Farman memulai karier profesionalnya pada 3 Juli 2022, lalu dalam waktu relatif singkat berhasil naik sampai ke radar UFC. Untuk petarung welterweight, laju seperti ini cukup mencolok. Ia tidak membutuhkan bertahun-tahun dengan puluhan laga untuk mulai dilihat. Ia menang, membangun momentum, lalu langsung diposisikan sebagai nama yang layak diuji pada panggung lebih besar.

Momentum besar itu datang ketika ia mendapat kesempatan tampil di Dana White’s Contender Series. Jejak Instagram LFA yang muncul di hasil pencarian menulis bahwa Farman Hasanov mendapat kesempatan memburu kontrak UFC pada musim panas 2025. Ini kemudian membuka jalan ke fase yang lebih besar dalam kariernya. Meskipun hasil pencarian yang paling kuat tidak menampilkan halaman hasil resmi DWCS secara lengkap, jejak media yang muncul secara konsisten mengarah pada fakta bahwa ia berhasil mengamankan kontrak UFC sesudah rangkaian kemenangan regionalnya pada 2025.

Masuk ke UFC tentu bukan akhir dari cerita, justru itu adalah awal dari bab yang jauh lebih berat. Profil resmi UFC saat ini menunjukkan bahwa Farman Hasanov sudah tercantum sebagai atlet aktif welterweight dan memiliki laga mendatang melawan Eric Nolan di UFC Baku pada 27 Juni 2026. Sebuah sumber juga menampilkan detail laga tersebut, termasuk fakta bahwa pertarungan akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, yang secara simbolik menjadi momen penting bagi Hasanov: debut promosi besar di hadapan publik dari kawasan asalnya sendiri.

Di sinilah cerita Farman Hasanov menjadi lebih hidup. Ia bukan hanya petarung yang masuk UFC dengan rekor 5-0, tetapi juga datang ke panggung terbesar di wilayah asalnya. Ada lapisan emosi dan simbolik yang kuat di situ. Bagi petarung dari Azerbaijan, tampil di kartu UFC Baku bukan sekadar soal satu pertarungan. Itu adalah kesempatan membawa identitas negaranya ke panggung besar, sekaligus menunjukkan bahwa talenta dari Baku bisa berdiri sejajar di level tertinggi MMA dunia.

Secara teknik, Hasanov terasa seperti petarung yang dibangun oleh efisiensi. Rekor 5-0 miliknya tidak dipenuhi kemenangan panjang yang melelahkan. Justru sebaliknya, sebagian besar hasil terbaiknya datang melalui penyelesaian cepat. Sebuah sumber mencatat dua kemenangan TKO dan satu kemenangan keputusan, sementara UFC menekankan reputasinya sebagai petarung yang berbahaya sejak awal ronde. Ini memberi gambaran seorang striker ortodoks yang percaya pada ketepatan, bukan hanya volume. Ia tidak harus bertarung liar untuk tampak mematikan. Ia lebih terlihat seperti petarung yang tahu kapan harus menekan dan kapan momen terbaik untuk meruntuhkan lawan.

Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Farman Hasanov belum punya ranking resmi UFC atau kemenangan di Octagon saat ini. Namun fondasinya sudah sangat layak diperhitungkan. Ia masuk ke UFC dengan rekor 5-0, membawa reputasi sebagai finisher, menembus panggung utama lewat jalur regional yang kredibel, dan sekarang dijadwalkan tampil pada event UFC di Baku. Untuk petarung yang karier profesionalnya baru dimulai pada 2022, itu adalah perkembangan yang sangat cepat dan sangat menjanjikan.

Yang paling menarik dari Farman Hasanov mungkin justru adalah fase kariernya saat ini. Ia belum terlalu lama berada di dunia profesional, tetapi sudah sampai ke titik ketika publik mulai bertanya: apakah rekor sempurnanya akan bertahan saat lawannya makin keras? Dalam MMA, pertanyaan seperti itu justru yang membuat seorang petarung layak diikuti. Hasanov datang dengan cukup banyak alasan untuk membuat orang percaya—usia matang, rekor bersih, penyelesaian cepat, dan camp latihan yang kuat. Tetapi tantangan sebenarnya baru dimulai sekarang.

Pada akhirnya, Farman Hasanov adalah kisah tentang petarung Azerbaijan yang sedang memasuki bab terpenting dalam hidupnya. Ia lahir di Baku pada 1 Agustus 1995, membangun diri lewat jalur regional, mengoleksi lima kemenangan tanpa kalah, dan kini berdiri di ambang panggung terbesar MMA dunia. Gaya bertarungnya ortodoks, bertumpu pada striking, tetapi tetap disokong oleh fondasi grappling dari lingkungan latihan yang kuat. Ia mungkin belum menjadi nama besar UFC hari ini, tetapi semua tanda menunjukkan bahwa Farman Hasanov bukan sekadar tambahan roster biasa. Ia adalah prospek yang datang dengan ancaman nyata—dan itulah sebabnya kisahnya layak terus diikuti.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...