Jakarta – Dari Uzbekistan, Ramazan Temirov datang ke UFC bukan sebagai petarung yang dibangun oleh sorotan besar sejak awal karier. Ia justru menempuh perjalanan panjang melalui berbagai organisasi di Asia sebelum akhirnya mendapat kesempatan tampil di panggung terbesar MMA dunia. Namun, begitu memasuki Octagon, gaya bertarungnya membuat namanya sulit diabaikan. Dijuluki “Temurlan”, Temirov dikenal sebagai petarung flyweight dengan pukulan eksplosif, agresivitas tinggi, dan kemampuan menyelesaikan pertarungan dengan cepat. Hingga September 2026, ia telah mengukir rekor profesional 20 kemenangan dan 3 kekalahan, dengan 12 kemenangan KO/TKO dan satu kemenangan submission.
Lahir di Karshi, Uzbekistan, pada 31 Januari 1997, Temirov tumbuh dalam keluarga yang sangat dekat dengan olahraga. Dalam profil resminya di UFC, ia mengatakan mulai berlatih bela diri sejak kecil dan sejak saat itu memiliki satu tujuan besar: menjadi juara UFC. Hampir seluruh anggota keluarganya disebut aktif berolahraga dan mendukung gaya hidup sehat. Temirov juga memiliki latar pendidikan olahraga dan menyandang gelar Master of Sports dalam hand-to-hand fighting. Ia tidak datang ke MMA setelah menjalani pekerjaan lain; sebelum menjadi petarung profesional, hidupnya memang sudah diarahkan untuk berlatih.
Karier profesionalnya dimulai pada 2015. Selama bertahun-tahun, Temirov membangun reputasi di berbagai organisasi regional Asia, termasuk WLF W.A.R.S., Muradov Professional League dan Naiza FC. Perjalanannya tidak sepenuhnya mulus. Dua kekalahan profesional awal datang dari Qiulun dan Talgat Zhumagaliev. Namun, kekalahan tersebut justru menjadi bagian penting dari perkembangan kariernya. Temirov kemudian membalas kekalahan dari Zhumagaliev dan mulai membangun rentetan kemenangan panjang. Pada 2022, ia mencatat sejumlah kemenangan KO/TKO sebelum pindah ke panggung RIZIN di Jepang.
Di RIZIN, kemampuan finishing Temirov semakin terlihat. Pada Mei 2023, ia menghentikan Yuta Hamamoto melalui TKO pada ronde pertama di RIZIN 42. Empat bulan kemudian, ia kembali tampil dominan dengan menghentikan Takaki Soya pada ronde pertama di RIZIN 44. Dua kemenangan tersebut memperpanjang momentumnya dan membuat Temirov semakin diperhitungkan sebagai salah satu prospek flyweight dari kawasan Asia Tengah. Sebelum masuk UFC, ia telah membangun rentetan kemenangan yang panjang dan memiliki reputasi sebagai striker yang sangat berbahaya.
Kesempatan menuju UFC akhirnya datang pada 12 Oktober 2024. Menghadapi CJ Vergara dalam debutnya, Temirov tidak membutuhkan waktu lama untuk memperkenalkan dirinya. Ia menjatuhkan Vergara dan menyelesaikan pertarungan melalui TKO akibat pukulan pada ronde pertama, tepatnya pada menit 2:50. Kemenangan tersebut langsung memperlihatkan karakter utamanya: cepat, agresif dan selalu mencari penyelesaian. Bahkan sebelum debut UFC, ia sudah mencatat sembilan kemenangan beruntun, dengan empat kemenangan terakhir melalui stoppage.
Ujian berikutnya datang ketika ia menghadapi Charles Johnson pada Maret 2025. Kali ini Temirov tidak mendapatkan kemenangan cepat. Johnson mampu memaksanya bertarung selama tiga ronde, tetapi Temirov tetap tampil efektif dan memenangkan keputusan mutlak. Pertarungan tersebut penting karena menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya petarung yang mengandalkan kekuatan pukulan. Ia mampu bertahan dalam pertarungan panjang dan menyesuaikan strategi ketika lawan tidak mudah dihentikan.
Namun, perjalanan Temirov kemudian menghadapi periode sulit. Pada 2025, ia menerima suspensi satu tahun setelah ditemukan positif trimetazidine dalam pemeriksaan di luar kompetisi. Menurut CSAD, Temirov mengakui menggunakan obat tersebut dan menjelaskan bahwa obat itu diresepkan, tetapi ia tidak memastikan status obat tersebut sebelum menggunakannya serta tidak memberi tahu dokternya bahwa ia merupakan atlet yang menjalani pengujian doping. Suspensinya berlaku mulai 5 Juli 2025 hingga 5 Juli 2026. Masa tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam kariernya karena menghentikan momentum yang sedang dibangun di UFC.
Temirov akhirnya kembali pada 25 Juli 2026, dan lawannya bukan sembarang petarung. Ia menghadapi mantan penantang gelar UFC, Steve Erceg, dalam laga kelas flyweight di Abu Dhabi. Temirov tampil seperti petarung yang tidak pernah kehilangan ritme. Ia terus menekan, melukai Erceg dengan serangan keras, kemudian menutup pertandingan dengan pukulan kanan yang membuat lawannya terjatuh pada menit 4:21 ronde pertama. Kemenangan itu membuat rekornya menjadi 20-3, mempertahankan catatan sempurna 3-0 di UFC, sekaligus memberinya bonus Performance of the Night senilai US$100.000.
Secara teknis, Temirov adalah striker orthodox dengan tinggi sekitar 163 cm dan jangkauan 160 cm yang bertarung di kelas flyweight 125 pound. Statistik UFC menunjukkan ia memiliki pertahanan takedown 100 persen dalam pertarungan UFC yang tercatat, meskipun identitas utamanya tetap seorang striker. Ia memiliki kombinasi pukulan keras, tekanan maju, serangan beruntun dan kemampuan menemukan momen untuk mengakhiri laga. Sepuluh kemenangan profesionalnya bahkan datang pada ronde pertama menurut profil UFC sebelumnya, menggambarkan betapa berbahayanya ia ketika menemukan momentum sejak awal.
Filosofi Temirov sebenarnya cukup sederhana: terus berkembang dan mengejar tujuan menjadi juara. Ia pernah mengatakan bahwa dirinya ingin menjadi seorang juara UFC sejak masih kecil. Menariknya, ia juga tidak menganggap dirinya hanya sebagai petinju atau spesialis satu disiplin. Perjalanan dari kompetisi regional, RIZIN, hingga UFC membuatnya terus memperluas kemampuan sebagai mixed martial artist. Tantangan terbesar sekarang adalah membuktikan bahwa agresivitas dan kekuatan finishing tersebut mampu bertahan ketika menghadapi elite flyweight yang lebih lengkap secara teknis dan mampu memaksanya bertarung lima ronde. Setelah kemenangan spektakuler atas Erceg, Temirov telah masuk jajaran 10 besar ranking flyweight UFC, dan langkah berikutnya akan menentukan apakah “Temurlan” benar-benar dapat berubah dari prospek berbahaya menjadi penantang gelar.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda