Yamin P.K. Saenchai: Petarung Dengan Tendangan Mematikan

Piter Rudai 16/09/2026 4 min read
Yamin P.K. Saenchai: Petarung Dengan Tendangan Mematikan

Jakarta – Nama Yamin P.K. Saenchai mungkin belum sebesar sejumlah bintang Muay Thai Thailand di panggung internasional, tetapi perjalanan kariernya menunjukkan bahwa ia dibentuk melalui lingkungan kompetisi yang keras. Lahir pada 14 Januari 1996, Yamin berasal dari Thailand dan kemudian menjadi bagian dari P.K. Saenchai Muay Thai Gym, salah satu sasana yang identik dengan tradisi Muay Thai berkualitas tinggi. Ia tumbuh sebagai petarung dengan postur yang cukup tinggi untuk kelasnya, sekitar 180 sentimeter, dan menggunakan stance southpaw atau kidal. Data Evolve MMA juga mencatat Chonburi sebagai kampung halamannya dan menempatkan Yamin sebagai salah satu instruktur Muay Thai di sana.

Seperti banyak petarung Thailand, jalan Yamin menuju level profesional tidak dibangun melalui satu pertandingan besar, melainkan melalui bertahun-tahun pertarungan di arena domestik. Pengalamannya di stadion tradisional Thailand seperti Lumpinee dan Rajadamnern menjadi bagian penting dari proses tersebut. Pada 2017, namanya sudah tercatat meraih kemenangan atas Chorfah Tor Sangtiennoi di Lumpinee dan kemudian menghentikan Rangkhao Wor Sangprapai melalui knockout ronde kedua di Rajadamnern. Setahun berikutnya ia mengalahkan Mongkolpetch Petchyindee melalui keputusan di Rajadamnern. Rangkaian pertandingan itu memperlihatkan bahwa Yamin bukan petarung yang muncul secara tiba-tiba di ONE, melainkan telah menjalani proses panjang di panggung Muay Thai Thailand.

Periode 2018–2019 menjadi salah satu fase penting dalam pembentukan mental kompetitifnya. Yamin beberapa kali berhadapan dengan Superball Tded99. Pada 4 Oktober 2018 ia kalah angka, tetapi pada 30 Mei 2019 ia membalas dengan kemenangan knockout ronde kedua. Persaingan itu kemudian berbalik lagi: Superball menang KO ronde kedua pada September 2019 dan kembali menang melalui keputusan pada November. Di tengah rangkaian tersebut, Yamin juga menghadapi Panpayak Jitmuangnon pada Juli 2019 dan kalah melalui keputusan. Panpayak bukan lawan sembarangan—ia merupakan juara stadion bergengsi dan salah satu nama elite generasinya. Menghadapi petarung dengan kualitas seperti itu menjadi bagian dari proses Yamin menguji kemampuannya di level tertinggi Muay Thai Thailand.

Kesempatan tampil di panggung global akhirnya datang melalui ONE Championship. Yamin melakukan debut di ONE Friday Fights 33 pada September 2023, menghadapi Zhang Jinhu dalam pertarungan Muay Thai kelas bantamweight. Debut itu langsung berakhir impresif ketika Yamin menghentikan Zhang melalui knockout dengan serangan siku pada ronde ketiga. Sebelumnya, pada Juli 2023, ia juga meraih kemenangan atas Angelos Giakoumis di Fairtex Fight. Dua kemenangan tersebut menjadi jembatan menuju posisi yang lebih besar di ONE.

Momentum terbaiknya datang di ONE Friday Fights 59 pada 19 April 2024. Yamin menjadi main event melawan Joachim Ouraghi dalam laga Muay Thai kelas flyweight. Pertarungan itu bahkan tidak berlangsung satu menit. Sebuah tendangan tinggi kiri Yamin mengenai lawannya dan menyebabkan cedera pada jari Ouraghi. Setelah pemeriksaan dokter, Ouraghi dinyatakan tidak dapat melanjutkan pertandingan sehingga Yamin dinyatakan menang TKO hanya dalam 36 detik. ONE mencatat kemenangan tersebut membuat rekor Yamin di organisasinya menjadi 2-0 dan saat itu mencatat rekor keseluruhannya 84-26-2.

Namun, perjalanan di ONE kemudian menghadirkan ujian yang lebih berat. Pada Agustus 2024, Yamin berhadapan dengan Ibragim Abdulmezhidov di ONE Friday Fights 74 dalam pertarungan catchweight 137 pound. Kali ini ia kalah melalui knockout pada ronde kedua. Lebih dari setahun kemudian, Yamin kembali ke ring menghadapi Sonrak Fairtex di ONE Friday Fights 130 pada Oktober 2025. Ia mencoba menjaga jarak dengan push kick, high kick, dan teep, tetapi Sonrak berhasil membaca momen ketika Yamin masuk menggunakan jab. Sebuah right hook Sonrak menjatuhkannya dan menghasilkan kekalahan KO pada ronde pertama.

Secara gaya bertarung, Yamin merupakan striker yang memanfaatkan jangkauan, permainan kaki, dan senjata dari posisi southpaw. Tingginya sekitar 180 sentimeter membuatnya memiliki keuntungan jangkauan di kelas 61 kilogram, sementara tendangan kiri menjadi salah satu senjata paling berbahayanya. Kemenangan atas Ouraghi menjadi contoh paling jelas bagaimana ia mampu mengakhiri pertarungan hanya dengan satu serangan yang tepat. Dalam laga melawan Sonrak, ONE juga menyoroti penggunaan push kick, high kick, dan teep yang menunjukkan kecenderungannya menjaga jarak sebelum memilih momen menyerang.

Di luar ring, Yamin juga memiliki sisi sebagai pelatih. Evolve MMA mencatatnya sebagai Kru Yamin dan menyebut ia memiliki lebih dari lima tahun pengalaman melatih. Pendekatan yang dibawa bukan hanya soal kekuatan serangan, tetapi juga presisi teknik dan fundamental yang terstruktur. Hal itu sejalan dengan karakter permainannya: tidak sekadar mengejar pertukaran pukulan, melainkan menggunakan jarak, timing, dan pemilihan senjata untuk menciptakan peluang.

Karier Yamin menunjukkan perjalanan seorang petarung Thailand yang harus terus membuktikan dirinya, dari stadion tradisional hingga panggung internasional ONE Championship. Ia belum mencapai status juara dunia ONE, tetapi pengalaman menghadapi nama-nama seperti Panpayak, Superball, Zhang, Ouraghi, Abdulmezhidov, dan Sonrak membuat kariernya penuh dengan ujian. Rekor yang tercatat di database publik saat ini adalah 7-6-0 dengan empat kemenangan KO/TKO, tetapi angka tersebut jelas tidak mencakup seluruh pertarungan profesionalnya; ONE sendiri pernah mencatat Yamin dengan rekor keseluruhan 84-26-2 pada April 2024. Karena itu, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai catatan pertandingan yang terdokumentasi dalam database, bukan keseluruhan karier Muay Thai-nya.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...