Jakarta – Bagi Mike “Bosshawg” Bones, dunia olahraga tarung bukanlah sesuatu yang tiba-tiba hadir dalam hidupnya. Sebelum namanya muncul di panggung Power Slap, Bones telah membangun fondasi atletik melalui berbagai cabang olahraga yang menuntut kekuatan, keberanian, dan kontak fisik. Kini, pria asal Las Vegas, Nevada, tersebut menjalani babak baru dalam kariernya sebagai striker super heavyweight. Profil resmi Power Slap mencatat Bones berusia 26 tahun, memiliki tinggi 6 kaki (183 cm), berat 324 pound (sekitar 147 kg), bertangan kanan, dan mengantongi rekor profesional 1-0-0 dengan satu kemenangan KO.
Ketertarikannya pada kompetisi fisik sudah terbentuk sejak masa sekolah. Bones pernah bermain sebagai defensive lineman dalam American football, posisi yang menuntut kekuatan tubuh, ledakan tenaga, serta keberanian menghadapi kontak langsung. Ia juga pernah berlatih judo, sehingga pengalamannya tidak hanya bertumpu pada satu jenis olahraga. Kombinasi tersebut kemudian berkembang ketika Bones memasuki dunia professional wrestling. Menurut profil resminya, ia telah menjalani lebih dari empat tahun sebagai pegulat profesional, sebuah pengalaman yang membentuk kemampuan fisik sekaligus membiasakannya tampil dalam atmosfer kompetisi dan di hadapan penonton.
Peralihan dari wrestling menuju Power Slap berlangsung melalui lingkungan latihan yang sudah dikenalnya. Bones melihat partner latihannya, Zoe DuBois “The Black Swan”, serta beberapa pegulat lain mulai mencoba slap fighting. Pengalaman mereka membuat Bones tertarik untuk ikut menguji dirinya sendiri. Ia kemudian mengambil keputusan untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba disiplin yang sangat berbeda dari wrestling. Jika wrestling menuntut perpaduan kekuatan, teknik, pergerakan, dan performa, Power Slap menghadirkan tantangan yang jauh lebih spesifik: kemampuan menghasilkan serangan maksimal sekaligus mempertahankan ketahanan dan kontrol tubuh ketika menerima serangan lawan.
Debut Bones berlangsung di divisi super heavyweight, dan lawan pertamanya adalah sesama pegulat profesional, Steve “The Brutal Bear” Michaels. Pertarungan tersebut menjadi pertemuan menarik antara dua atlet dengan latar belakang yang serupa. Michaels, yang berasal dari Chicago, membawa pengalaman sekitar satu dekade di professional wrestling dan telah memenangkan sejumlah gelar di berbagai promotor independen. Power Slap mencatat bahwa Michaels memiliki tinggi 6 kaki 5 inci dan berat 350 pound, sehingga duel tersebut mempertemukan dua striker bertubuh besar dengan pengalaman kontak fisik sebelum memasuki slap fighting.
Hasil debut tersebut menjadi fondasi penting bagi karier Bones. Rekor resmi Power Slap saat ini mencatatnya 1-0-0, dengan satu kemenangan melalui KO, sementara Michaels tercatat 0-1-0. Dengan demikian, kemenangan atas Michaels merupakan satu-satunya pertandingan profesional Power Slap yang tercatat dalam rekor Bones sejauh ini. Karena jumlah pertarungannya masih sangat terbatas, belum ada dasar yang cukup untuk menggambarkan kariernya sebagai sebuah rangkaian panjang pertarungan atau mengaitkannya dengan perjalanan di UFC maupun ONE Championship. Panggung profesional yang terdokumentasi untuk Bones saat ini adalah Power Slap.
Yang menarik dari Bones adalah cara ia memandang kompetisi barunya. Dalam profil resmi Power Slap, ia menjelaskan bahwa Power Slap memberinya kesempatan untuk menguji batas kemampuan, membangun personal brand, dan melihat sejauh mana perjalanan tersebut dapat dibawa. Ia juga tidak memandang proses hanya dari hasil pertandingan. Baginya, setiap tahap, mulai dari training camp hingga pengalaman pertama berdiri di arena, merupakan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Pandangan tersebut menjadi bagian penting dari mentalitas kompetitifnya ketika memasuki cabang olahraga yang sama sekali berbeda dari wrestling.
Secara gaya bertarung, karakter Bones paling aman dibaca melalui profil fisik dan latar belakang olahraganya, bukan melalui klaim teknik yang belum terdokumentasi secara luas. Dengan bobot sekitar 147 kilogram, pengalaman football, judo, dan lebih dari empat tahun wrestling, ia memiliki fondasi yang sangat berorientasi pada kekuatan fisik dan kontrol tubuh. Ia juga merupakan striker tangan kanan. Namun, karena baru memiliki satu pertandingan profesional yang tercatat, belum cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa ia telah memiliki gaya Power Slap yang benar-benar matang atau metode latihan spesifik tertentu.
Di luar arena, perjalanan Bones tetap dekat dengan pekerjaan fisik. Profil Power Slap menyebut ia bekerja di warehouse sebagai pekerja bongkar muat, aktivitas yang menambah tuntutan fisik dalam kesehariannya. Sementara itu, pengalaman panjang di wrestling memberinya modal berupa disiplin latihan dan pengalaman tampil di depan publik. Perpindahan ke Power Slap pada akhirnya menjadi kelanjutan dari perjalanan tersebut, bukan sebuah awal yang benar-benar kosong.
Kini Bones tercatat sebagai #9 di peringkat resmi Power Slap kelas super heavyweight, di bawah sejumlah nama yang telah lebih lama berkompetisi di divisi tersebut. Perjalanannya masih berada pada tahap awal, tetapi kemenangan debut telah memberinya pijakan untuk melanjutkan karier. Dari defensive lineman, judo, professional wrestling, hingga slap fighting, Mike “Bosshawg” Bones sedang mencoba membuktikan bahwa pengalaman dari berbagai bentuk kompetisi fisik dapat diterjemahkan ke dalam arena baru—dan sejauh ini, langkah pertamanya berakhir dengan kemenangan.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda