The Three Lions Tanpa Cole Palmer Dan Phil Foden

Eva Amelia • 07/11/2026 • 4 min read
The Three Lions Tanpa Cole Palmer Dan Phil Foden

Jakarta – Tim Nasional Inggris kembali menjadi sorotan publik sepak bola dunia seiring dengan pengumuman skuad resmi terbaru yang dirilis oleh pelatih Thomas Tuchel. Pemanggilan pemain kali ini memegang peranan yang sangat krusial karena The Three Lions akan menghadapi dua pertandingan pemungkas fase grup UEFA Nations League 2026–2027. Atmosfer kompetisi terasa semakin panas mengingat Inggris harus melakoni laga tandang berat ke markas Spanyol serta menjamu Kroasia di Stadion Wembley.

Dalam daftar 25 pemain yang dipanggil oleh Tuchel, terdapat sejumlah keputusan taktis yang cukup mengejutkan dan memicu perdebatan di kalangan pengamat. Sang juru taktik asal Jerman tersebut tampak tidak ragu melakukan perombakan dengan mencoret beberapa nama besar yang biasanya menjadi langganan di skuad utama. Langkah berani ini diambil demi menyuntikkan energi segar serta mencari formula terbaik untuk mengamankan tiket puncak klasemen grup.

Salah satu kejutan terbesar dalam pengumuman skuad kali ini adalah absennya playmaker kreatif Chelsea, Cole Palmer, serta gelandang serang Manchester City, Phil Foden. Keputusan Tuchel untuk tidak menyertakan Palmer—meskipun sang pemain berada dalam kondisi fisik yang bugar—menjadi topik hangat di media Inggris. Bersama Noni Madueke, deretan bintang tersebut harus rela menonton rekan-rekan mereka berjuang dari televisi, memberikan sinyal bahwa standar disiplin dan taktik Tuchel menuntut performa spesifik yang ketat.

Kendati demikian, sorotan utama justru jatuh pada pemanggilan duo kakak-beradik dalam satu skuad senior, yakni Jude Bellingham dan sang adik, Jobe Bellingham. Jude yang kini tampil gemilang bersama Real Madrid akan bahu-membahu di lini tengah bersama adiknya yang tengah naik daun di Borussia Dortmund. Momen ini menandai tonggak sejarah baru bagi keluarga Bellingham di level internasional, di mana keduanya berpeluang besar untuk tampil bersama memperkuat panji The Three Lions.

Tidak berhenti sampai di situ, kejutan manis juga menghampiri gelandang muda Fulham, Josh King, yang untuk pertama kalinya mendapatkan panggilan debut di tim senior. Kehadiran pemain-pemain muda berbakat seperti King dan Jobe Bellingham mempertegas visi jangka panjang Tuchel untuk melakukan regenerasi skuad. Mereka, bersama talenta muda Arsenal Myles Lewis-Skelly, diharapkan mampu memberikan dimensi kecepatan dan kreativitas baru di lini sentral.

Untuk sektor penjaga gawang, Tuchel tetap mengandalkan pengalaman Jordan Pickford (Everton) sebagai pilihan utama di bawah mistar. Pickford akan didampingi oleh Jason Steele dari Brighton & Hove Albion serta James Trafford yang kini memperkuat Leeds United. Kombinasi kiper berpengalaman dan penjaga gawang muda potensial ini memberikan kedalaman serta rasa aman yang solid bagi lini pertahanan Inggris.

Lini belakang The Three Lions juga mengalami perombakan menarik dengan masuknya kombinasi pemain sarat pengalaman dan wajah-wajah baru yang berkarier di liga top Eropa. Nama-nama seperti Trent Alexander-Arnold (Real Madrid), Marc Guehi (Manchester City), dan Ben White (Arsenal) menghiasi daftar lini pertahanan. Selain itu, kehadiran Jarell Quansah (Bayer Leverkusen) dan Djed Spence (Inter Milan) menunjukkan betapa luasnya jangkauan pemantauan bakat yang dilakukan oleh staf pelatih Inggris musim ini.

Bergeser ke lini tengah, kehadiran gelandang jangkar Declan Rice (Arsenal) akan menjadi jangkar keseimbangan tim dalam memutus serangan lawan. Ia akan bahu-membahu dengan Elliot Anderson, James Garner, serta para debutan dan pemain muda yang siap membuktikan kapasitasnya. Lini tengah Inggris diprediksi akan tampil dinamis, memadukan kekuatan fisik khas Liga Inggris dengan visi taktik sepak bola modern ala Eropa kontinental.

Di lini depan, ujung tombak sekaligus kapten tim Harry Kane (Bayern Munich) masih menjadi tumpuan utama dalam urusan menjebol gawang lawan. Ketajaman Kane akan disokong oleh para penyerang sayap dan penawa kedua yang sedang on fire, seperti Anthony Gordon (Barcelona), Eberechi Eze (Arsenal), dan Morgan Rogers (Chelsea). Kecepatan serta insting gol dari para winger ini akan diandalkan untuk membongkar pertahanan rapat lawan.

Tidak ketinggalan, opsi di lini serang semakin berwarna dengan dipanggilnya Dominic Calvert-Lewin (Leeds United), Morgan Gibbs-White (Nottingham Forest), serta talenta muda berbakat Liverpool, Rio Ngumoha. Keberadaan Ngumoha di skuad senior membuktikan bahwa jalur pembinaan usia muda di Inggris berjalan sangat baik, di mana pemain belia berpotensi tinggi langsung diberi kesempatan mencicipi atmosfer kompetisi level A.

Agenda terdekat skuad besutan Thomas Tuchel ini menuntut fokus tingkat tinggi karena mereka harus melawat ke kandang Timnas Spanyol di Stadion Civitas Metropolitano, Madrid, sebelum menutup rangkaian fase grup menjamu Timnas Kroasia di Wembley. Dua laga akbar ini tidak hanya sekadar perebutan gengsi di kancah UEFA Nations League, tetapi juga menjadi ujian sesungguhnya bagi racikan taktik sang manajer anyar.

Dengan komposisi skuad yang memadukan pengalaman para bintang senior dan gelora pemain muda debutan, Timnas Inggris menatap laga bulan November 2026 dengan penuh optimisme. Publik Three Lions tentu berharap eksperimen dan pilihan taktik Thomas Tuchel berbuah manis berupa kemenangan beruntun, sekaligus mengukuhkan posisi Inggris sebagai salah satu kekuatan paling ditakuti di Benua Biru.

(EA/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...