Jakarta – Tim Nasional Portugal resmi memasuki babak baru dalam sejarah sepak bola mereka seiring dengan pengumuman skuad terbaru untuk dua laga pamungkas fase grup UEFA Nations League 2026–2027. Pemanggilan kali ini menjadi momen bersejarah karena merupakan skuad pertama Seleção das Quinas setelah kepergian serta pengumuman pensiun internasional dari sang legenda hidup dan pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Cristiano Ronaldo.
Kehilangan sosok ikonik yang telah memimpin lini serang dan mengenakan ban kapten selama lebih dari dua dekade tentu menandai berakhirnya sebuah era keemasan. Namun, pengumuman ini juga membuka lembaran baru yang dipenuhi dengan optimisme, di mana generasi penerus siap mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan dan menjaga tradisi kejayaan Portugal di kancah internasional.
Seiring dengan pensiunnya Cristiano Ronaldo, perhatian utama publik tertuju pada sosok yang dipercaya memimpin tim sebagai kapten utama baru. Manajer Jorge Jesus mengonfirmasi bahwa gelandang Real Madrid, Bernardo Silva, resmi ditunjuk menjadi kapten utama Timnas Portugal yang baru. Penunjukan ini didasarkan pada hirarki jumlah penampilan internasional (caps), di mana Bernardo mengantongi pengabdian terbanyak di skuad saat ini.
Sebagai sosok berpengalaman di level tertinggi Eropa, Bernardo Silva dinilai memiliki visi bermain, kematangan taktis, serta kepemimpinan yang ideal untuk membimbing rekan-rekannya. Ia tidak akan bekerja sendirian dalam menjaga stabilitas ruang ganti, karena Jorge Jesus juga menetapkan empat nama senior lainnya ke dalam grup kapten tim, yaitu Bruno Fernandes, Rúben Dias, João Cancelo, dan Rúben Neves.
Secara keseluruhan, Jorge Jesus memanggil 28 pemain untuk menghadapi dua pertandingan menentukan di Group D UEFA Nations League melawan Denmark dan Wales. Portugal yang saat ini kokoh di puncak klasemen grup hanya membutuhkan satu poin tambahan untuk mengamankan tiket ke perempat final. Situasi menguntungkan ini dimanfaatkan oleh staf pelatih untuk melakukan penyegaran skuad secara signifikan.
Langkah berani diambil oleh pelatih dengan memasukkan tujuh wajah baru ke dalam daftar pemanggilan bulan November ini. Kehadiran nama-nama muda seperti Alberto Costa dan Gustavo Varela menjadi kejutan paling menarik perhatian, di mana keduanya mendapatkan pemanggilan pertama ke tim nasional senior. Selain itu, talenta muda potensial seperti Geovany Quenda dan Rodrigo Mora juga berpeluang mencatatkan debut internasional mereka.
Pada sektor penjaga gawang, Portugal tetap mempertahankan pilar-pilar tangguh yang menjadi benteng pertahanan terakhir. Diogo Costa (FC Porto) masih menjadi pilihan utama di bawah mistar, didampingi oleh kiper berpengalaman Rui Silva serta penjaga gawang muda Samuel Soares. Kedalaman di posisi kiper ini memberikan rasa aman yang solid bagi organisasi pertahanan Portugal.
Lini pertahanan Seleção das Quinas dihuni oleh deretan bek papan atas dunia yang memadukan ketangguhan fisik dan kemampuan membangun serangan dari belakang. Rúben Dias akan menjadi komando utama di jantung pertahanan bersama Renato Veiga dan Tomás Araújo. Di posisi bek sayap, kecekatan João Cancelo, Diogo Dalot, serta Nuno Tavares dipastikan menjadi senjata ampuh untuk membongkar pertahanan lawan melalui tusukan dari sektor sayap.
Sektor lini tengah menjadi salah satu kekuatan paling menakutkan yang dimiliki Portugal saat ini. Dipimpin langsung oleh sang kapten baru Bernardo Silva dan pengatur serangan Bruno Fernandes, barisan gelandang Portugal dilengkapi oleh gelandang jangkar berkualitas seperti João Palhinha, Rúben Neves, Vitinha, dan João Neves. Kombinasi ini menawarkan keseimbangan sempurna antara kreativitas, visi bermain, dan daya jelajah tinggi.
Di lini depan, transisi pasca-era Cristiano Ronaldo membuat dinamika perburuan posisi penyerang tengah semakin terbuka lebar. Striker Paris Saint-Germain, Gonçalo Ramos, bersama pemuda berbakat Fábio Silva dan Gustavo Varela kini berkesempatan membuktikan diri sebagai juru gedor utama. Absennya Ronaldo menuntut lini serang Portugal untuk tampil lebih kolektif dan tidak bergantung pada satu sosok pencetak gol tunggal.
Kreativitas di sektor penyerang sayap dan penyerang lubang juga melimpah dengan kehadiran penyerang-penyerang cepat. Nama-nama seperti Rafael Leão, Pedro Neto, Francisco Trincão, João Félix, Carlos Forbs, hingga Rodrigo Mora siap memberikan ancaman nyata lewat kecepatan dan kemampuan dribble satu lawan satu yang mematikan.
Dua laga yang bakal dilakoni Portugal pada pertengahan November 2026 ini akan menjadi ujian nyata pertama bagi skema permainan baru tanpa Ronaldo. Portugal dijadwalkan menjamu Denmark di Stadion Municipal de Braga sebelum melakoni laga tandang ke markas Wales di Stadion Kota Cardiff. Dua laga ini menjadi ajang pembuktian betapa siapnya Portugal melangkah di bawah komando kapten Bernardo Silva.
Meskipun publik sepak bola dunia pasti merindukan aksi spektakuler Cristiano Ronaldo dengan jersi merah-hijau, skuad terbaru ini membuktikan bahwa Portugal memiliki kedalaman bakat yang amat melimpah. Regenerasi yang berjalan mulus ini memastikan bahwa fondasi tim nasional tetap kokoh dan bersaing di level teratas.
Era baru Timnas Portugal telah resmi dimulai dengan perpaduan antara kepemimpinan matang Bernardo Silva dan Bruno Fernandes serta gelora muda para debutan potensial. Dengan kualitas antar lini yang merata, Seleção das Quinas menatap laga UEFA Nations League November 2026 dengan penuh rasa percaya diri untuk mengunci posisi puncak grup dan mengukuhkan dominasi mereka di sepak bola Eropa.
(EA/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda