Junior Tafa: Petarung Kickboxing Di UFC

Piter Rudai • 07/11/2026 • 4 min read
Junior Tafa: Petarung Kickboxing Di UFC

Jakarta – Dunia mixed martial arts (MMA) tidak hanya dipenuhi petarung dengan kemampuan teknik tinggi, tetapi juga sosok yang memiliki kekuatan fisik dan keberanian untuk mengambil risiko. Salah satunya adalah Junior Tafa. Petarung asal Australia keturunan Samoa ini dikenal dengan julukan The Juggernaut, yang mencerminkan kekuatan pukulan dan karakter agresifnya di dalam arena. Sebelum tampil di Ultimate Fighting Championship (UFC), Tafa lebih dahulu membangun reputasi melalui kickboxing profesional. Perjalanannya menuju panggung terbesar MMA menjadi cerita tentang warisan keluarga, kerja keras, serta keberanian menghadapi tantangan baru.

Junior Tafa lahir pada 21 September 1996 dan berasal dari keluarga Samoa yang memiliki tradisi panjang dalam olahraga bela diri. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Kedua kakaknya, Gerard dan Justin Tafa, juga menekuni olahraga tarung profesional. Kakek dan paman-pamannya dikenal memiliki prestasi dalam tinju, sehingga dunia pertarungan sudah dekat dengan kehidupannya sejak kecil. Ketertarikannya semakin berkembang ketika ia berusia 17 tahun dan bertemu Mark Hunt, mantan petarung UFC sekaligus juara K-1. Hunt kemudian mengajaknya mengikuti kamp latihan dan memperkenalkannya kepada lingkungan petarung profesional. Dari pengalaman tersebut, Tafa berkesempatan berlatih bersama sejumlah nama besar, seperti Randy Couture, Ray Sefo, Uriah Hall, dan Travis Browne. Pengalaman itu menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan sekaligus mentalitas kompetitifnya.

Sebelum memasuki MMA, Tafa lebih dahulu membangun karier sebagai kickboxer. Ia mulai dikenal melalui kompetisi regional Australia dan kemudian mendapatkan kesempatan tampil di GLORY, salah satu organisasi kickboxing terbesar dunia. Debutnya di GLORY berlangsung pada 2018. Dalam kompetisi tersebut, ia menghadapi sejumlah petarung heavyweight berpengalaman, termasuk Guto Inocente dan Benjamin Adegbuyi. Pada 2019, GLORY mengumumkan bahwa Tafa telah menandatangani kontrak baru berdurasi beberapa tahun. Saat itu, ia memiliki reputasi sebagai petarung dengan pukulan keras dan kemampuan menyelesaikan pertandingan lebih awal. Catatan kickboxing profesionalnya di GLORY tercatat 20 kemenangan dan lima kekalahan, dengan 16 kemenangan melalui knockout. Ia juga pernah berada di peringkat kelima dunia divisi heavyweight Glory ketika berusia 20 tahun menurut profil UFC.

Keputusan beralih ke MMA menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Tafa menjalani debut profesional pada 9 Juli 2022 di Beatdown Promotions 1 melawan Taisei Sekino. Ia memenangkan pertandingan melalui TKO pada ronde pertama. Setelah itu, ia mengalahkan Kelvin Fitial di HEX Fight Series, Nicolas Djurdjević di BRAVE CF, serta Tsuyoshi Sudario di RIZIN 40 pada Desember 2022. Empat kemenangan beruntun tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan. Penampilan impresifnya juga membuka jalan menuju UFC. Ia menjalani debut pada 22 April 2023 menghadapi Mohammed Usman di UFC Fight Night: Pavlovich vs. Blaydes. Meskipun memiliki kemampuan striking yang kuat, Tafa kalah melalui keputusan mutlak setelah tiga ronde. Namun, ia segera bangkit dengan mengalahkan Parker Porter melalui knockout hanya dalam waktu 1 menit 24 detik pada Agustus 2023. Kemenangan tersebut menjadi salah satu penampilan paling mengesankan dalam karier awalnya di UFC.

Perjalanan berikutnya tidak selalu berjalan sesuai harapan. Pada Februari 2024, Tafa kalah dari Marcos Rogério de Lima melalui TKO di UFC 298. Ia kemudian menghadapi Valter Walker di UFC 305 pada Agustus 2024 dan harus menyerah melalui submission heel hook. Meski demikian, Tafa menunjukkan kemampuan bangkit dengan mengalahkan Sean Sharaf melalui TKO pada ronde kedua di UFC Fight Night Oktober 2024. Tantangan kembali datang ketika ia kalah dari Tuco Tokkos melalui arm-triangle choke pada Juli 2025. Pada Januari 2026, ia menghadapi Billy Elekana di UFC 325 dan kembali kalah melalui rear-naked choke. Namun, Tafa membuktikan kekuatan pukulannya belum hilang dengan mengalahkan Kevin Christian melalui knockout pada ronde pertama, 2 Mei 2026. Sayangnya, momentum tersebut terhenti setelah ia kalah dari Iwo Baraniewski melalui TKO pada ronde pertama, 6 Juni 2026.

Secara karakteristik, Tafa dikenal sebagai petarung bertipe striker yang mengandalkan kemampuan kickboxing. Ia memiliki pukulan keras, serangan lutut, dan siku sebagai senjata utama. Ia tidak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga berusaha mengatur jarak dan mencari kesempatan untuk melancarkan serangan yang menentukan. Dalam profil UFC, ia menyebut lutut dan siku sebagai teknik striking favoritnya. Tafa berlatih di NTG Fight & Fitness dan terus mengembangkan kemampuannya agar dapat bersaing di MMA, terutama dalam menghadapi lawan dengan kemampuan gulat serta submission. Salah satu tantangan terbesarnya adalah mempertahankan pertarungan tetap berlangsung dalam posisi berdiri. Beberapa kekalahannya melalui submission menunjukkan bahwa aspek pertahanan grappling masih membutuhkan peningkatan. Meski demikian, latar belakang kickboxing dan pengalaman berlatih bersama petarung elite menjadi modal penting dalam perkembangannya.

Hingga 6 November 2026, Junior Tafa memiliki rekor profesional MMA 7 kemenangan dan 6 kekalahan. Seluruh kemenangan tersebut diraih melalui KO atau TKO. Ia pernah bertanding di kelas heavyweight sebelum melanjutkan karier di kelas light heavyweight dengan batas berat 205 pon atau sekitar 93 kilogram. Dengan tinggi sekitar 191 cm dan jangkauan tangan 191 cm, Tafa memiliki postur yang mendukung gaya bertarungnya. Ia juga dijadwalkan menghadapi Quentin Pasley di UFC 335 pada 12 Desember 2026. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk memperbaiki catatan karier sekaligus membuktikan kemampuannya kembali bersaing. Perjalanan The Juggernaut memperlihatkan bahwa kekuatan pukulan saja tidak cukup untuk bertahan di level tertinggi MMA. Konsistensi, pengembangan teknik, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting yang akan menentukan masa depannya di UFC.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...