Jakarta – Di dunia Muay Thai yang didominasi oleh para ahli dari Asia Tenggara, kemunculan sosok dari belahan dunia lain selalu menjadi kejutan yang menyegarkan. Salah satu nama baru yang dengan cepat menyita perhatian adalah Ali Saldoev, petarung Muay Thai berusia 25 tahun asal Yekaterinburg, Rusia. Dikenal akan gaya bertarungnya yang agresif namun penuh perhitungan, Saldoev kini menjadi salah satu kekuatan baru yang patut diperhitungkan di divisi Flyweight ONE Championship.
Namun, di balik kekuatan pukulan dan ketajaman tendangannya, ada sebuah kisah tentang tekad baja, kerja keras, dan mimpi besar dari negeri dingin di timur Eropa.
Awal Kehidupan di Tanah Besi
Lahir di Tajikistan pada tahun 2000 kemudian pindah ke Yekaterinburg, sebuah kota industri besar di Rusia, Ali Saldoev tumbuh di lingkungan yang keras dan penuh tantangan. Kota ini bukanlah tempat yang identik dengan seni Muay Thai. Di sinilah letak keunikan kisahnya. Tidak seperti banyak petarung yang tumbuh dalam tradisi bela diri tertentu, Ali memulai dari nol — tanpa warisan, tanpa bayangan legenda, hanya bermodalkan keinginan untuk menjadi kuat.
Di usia 10 tahun, ia mulai tertarik pada bela diri setelah menonton pertarungan kickboxing di televisi Rusia. Tak lama kemudian, ia mendaftar di sasana lokal, belajar dari pelatih yang juga serba terbatas. Tapi di sinilah karakter Ali terbentuk. Ia belajar disiplin, keteguhan, dan kesabaran. Ia tidak hanya ingin bertarung — ia ingin menang.
Menemukan Cinta di Muay Thai
Meski awalnya berkutat dengan kickboxing —Ali merasa ada sesuatu yang kurang. Saat remaja, ia melihat pamannya berlatih Muay Thai. Ia terpesona oleh gaya bertarung yang menggabungkan keindahan teknik dan kekerasan realitas.
Dari sana, ia mulai fokus mendalami Muay Thai secara otodidak, sebelum akhirnya bertemu seorang pelatih yang berspesialisasi dalam disiplin ini di Moskow. Ia pindah demi pelatihan lebih baik—meninggalkan kenyamanan rumah, teman, dan keluarga, demi satu tujuan: menjadi petarung Muay Thai kelas dunia.
Tumbuh di Arena Kompetisi — Menang atau Belajar
Ali mulai mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional di Rusia. Ia kalah di awal kariernya, tapi tidak pernah mundur. Ia menyebut kekalahan sebagai “bahan bakar” — setiap rasa sakit yang ia rasakan membentuknya jadi lebih tajam, lebih cepat, dan lebih tahan banting.
Tak lama kemudian, ia mulai menumpuk kemenangan. Ia menjuarai beberapa kompetisi lokal dan masuk ke turnamen internasional di Eropa Timur. Penampilannya menarik perhatian pelatih luar negeri dan promotor Asia. Salah satu kemenangan gemilangnya adalah saat ia mengalahkan juara lokal Thailand dalam pertandingan eksibisi di Dubai—yang membuka jalannya ke panggung yang lebih besar.
Dari Penantang Jadi Ancaman
ONE Championship adalah mimpi bagi banyak petarung Muay Thai. Dan ketika undangan itu datang, Ali tidak menunggu—ia menyambutnya sebagai panggilan hidup.
Masuk ke divisi Flyweight, Ali langsung berhadapan dengan lawan-lawan tangguh yang memiliki pengalaman lebih lama di Muay Thai tradisional. Tapi Ali datang bukan untuk meniru. Ia datang dengan gaya Rusia yang terstruktur, penuh kekuatan, dan pendekatan taktis.
Ia dengan cepat mencatat penampilan impresif di ring, menghadapi serangan lutut dan siku dengan mental baja, lalu membalas dengan tendangan tajam dan kombinasi tinju yang mematikan. Dalam beberapa pertandingan awal, publik mulai mengenalnya sebagai petarung yang “tidak bisa dipatahkan semangatnya”.
Gaya Bertarung yang Khas dan Efisien
Ali Saldoev tidak hanya bertarung dengan otot. Ia bertarung dengan strategi.
Gaya bertarungnya mencerminkan:
-
- Disiplin militer khas Rusia — fokus, minim kesalahan, tidak emosional.
- Teknik kaki kanan yang mematikan — tendangan roundhouse-nya terkenal dapat menggoyahkan pertahanan lawan.
- Clinching yang ketat dan kuat — mampu mengendalikan pertarungan jarak dekat.
- Ketahanan mental tinggi — tidak mudah panik, selalu mencari peluang, bahkan dalam tekanan.
Di balik wajah tenangnya, tersimpan petarung dengan insting tajam dan keberanian tinggi.
Membangun Warisan Rusia di Dunia Muay Thai
Ali tahu bahwa ia sedang menapaki jalan yang belum banyak dilalui. Rusia bukan negara yang dikenal sebagai rumah Muay Thai. Tapi justru itu yang membuat misi ini berarti baginya. Ia ingin membuka jalan, menjadi pionir yang menunjukkan bahwa Muay Thai bukan hanya untuk mereka yang tumbuh di Thailand — tapi juga untuk mereka yang bersedia berkorban untuk mempelajarinya.
Ia juga ingin memotivasi generasi muda Rusia untuk menekuni seni bela diri tidak hanya demi kemenangan, tetapi juga demi pembentukan karakter. Di luar ring, Ali aktif membimbing anak-anak muda di sasana lokal dan memberikan seminar bela diri di sekolah-sekolah.
Di Setiap Tendangan, Ada Cerita
Ali Saldoev bukan hanya petarung. Ia adalah kisah tentang keberanian untuk bermimpi berbeda, semangat untuk terus belajar, dan dedikasi untuk menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Setiap kali ia masuk ke dalam ring, dunia menyaksikan bukan sekadar pertempuran fisik, tapi juga perjalanan hidup yang panjang dari jalanan dingin Yekaterinburg hingga ke bawah sorotan panggung dunia.
Selama ia masih berdiri, masih menendang, dan masih bermimpi — maka dunia Muay Thai akan selalu punya ruang bagi sang penantang dari Rusia.
(PR/timKB).
Sumber foto: usatoday.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda