Arman Tsarukyan: Petarung Elite Lightweight UFC

Piter Rudai 14/08/2026 4 min read
Arman Tsarukyan: Petarung Elite Lightweight UFC

Jakarta – Lahir pada 11 Oktober 1996 di kota dingin Akhalkalaki, Georgia, Arman Nairovich Tsarukyan membawa darah keturunan Armenia yang kental dalam perjalanan hidupnya. Saat usianya baru menginjak tiga tahun, keluarganya memutuskan untuk berpindah ke Rusia guna merajut masa depan dan peluang ekonomi yang lebih baik. Di tanah perantauan Khabarovsk inilah karakter pantang menyerah serta kedisiplinan seorang Tsarukyan mulai tertempa sejak dini. Sebelum mengukir nama besar di panggung pertarungan bebas internasional, pemuda bertinggi badan sekitar 170 hingga 173 cm dengan rentang lengan menjangkau 184 cm ini meniti langkah awalnya di atas permukaan es yang licin. Selama enam tahun penuh, ia mendedikasikan masa mudanya dengan bermain ice hockey secara serius untuk tim junior Amur Khabarovsk. Pengalaman mengolah fisik, mengasah kecepatan reaksi, dan membentuk ketahanan mental di atas arena es yang keras itu tanpa disadari menjadi fondasi atletik yang sangat kokoh bagi kariernya kelak. Di luar kesibukan olah raga, ia juga sempat membantu sang ayah dalam menjalankan bisnis konstruksi keluarga, sebuah rutinitas kerja fisik berat yang kian memperkuat daya tahan tubuh serta etos kerja kerasnya.

Ketertarikannya pada seni bela diri mulai berkobar ketika ia menyadari bahwa jalur olahraga kolektif seperti hoki es tidak sepenuhnya mampu meluapkan hasrat bertarungnya secara individu. Tsarukyan kemudian mulai beralih mendalami freestyle wrestling serta grappling, dua disiplin yang sangat populer dan berakar kuat di wilayah Kaukasus. Bakat alamiah yang dipadukan dengan kepribadian pantang menyerah membuat proses transisinya berjalan sangat cepat. Ia menemukan bahwa kombinasi kekuatan fisik, kelincahan, dan kecerdasan taktis dalam bertarung adalah panggilan hidupnya yang sebenarnya. Dari sana, ia melangkah mantap menuju Mixed Martial Arts (MMA) profesional pada tahun 2015 di panggung promosi regional Rusia. Menjalani masa-masa awal kariernya di ajang seperti Asian Fighting Championship dan Modern Fighting Pankration, Tsarukyan langsung mencatatkan deretan kemenangan impresif yang dengan cepat mencuri perhatian para pemandu bakat internasional.

Langkah terbesar dalam kariernya terjadi ketika organisasi MMA terbesar di dunia, Ultimate Fighting Championship (UFC), resmi merekrutnya pada awal tahun 2019. Debut panggung internasionalnya terjadi pada 20 April 2019 dalam gelaran UFC on ESPN+ 7 di St. Petersburg, Rusia. Ujian pertama yang harus dihadapinya tidak main-main, yakni berhadapan langsung dengan calon penguasa divisi, Islam Makhachev. Meskipun harus menerima kekalahan melalui keputusan angka mutlak (unanimous decision) setelah pertarungan sengit selama tiga ronde, aksi Tsarukyan yang sanggup melayani duel wrestling tingkat tinggi Makhachev secara seimbang langsung mendapat pujian luas dari para pengamat olahraga bela diri. Kekalahan di laga debut tersebut tidak membuatnya patah semangat, melainkan justru menjadi titik balik penting yang mematangkan mentalitas bertarungnya di level tertinggi.

Setelah debut yang mencuri perhatian tersebut, perkembangan karier Tsarukyan di divisi lightweight bergerak sangat pesat secara kronologis. Ia menggalang rentetan kemenangan meyakinkan atas petarung-petarung tangguh seperti Olivier Aubin-Mercier, Davi Ramos, Matt Frevola, hingga Christos Giagos. Setiap laga yang dilewatinya makin memperlihatkan kematangan taktik dan transisi serangan yang kian halus. Puncak pembuktian kualitasnya di jajaran papan atas hadir saat ia berhadapan dengan nama-nama veteran paling berbahaya di divisi tersebut. Kemenangan KO spektakuler pada ronde pertama atas Beneil Dariush, yang disusul oleh keberhasilannya menundukkan mantan juara dunia Charles Oliveira lewat pertarungan taktis yang menguras energi pada ajang bersejarah UFC 300, secara resmi menempatkan dirinya di jajaran puncak penantang gelar juara dunia.

Membawa julukan “Akhalkalakets” sebagai bentuk rasa bangga dan penghormatan mendalam pada kota kelahirannya, Tsarukyan kini mengantongi rekor profesional yang sangat mengagumkan dengan catatan 22 kemenangan (9 KO/TKO, 5 submission, 8 keputusan) dan 3 kekalahan (1 KO/TKO, 2 keputusan). Rekor ini mencerminkan betapa lengkapnya ancaman yang bisa ia hadirkan di setiap lini pertarungan. Sebagai seorang petarung lightweight yang selalu tampil dalam bobot ideal 70 kg, gaya bertarungnya ditandai oleh agresivitas tinggi dan fleksibilitas taktik. Ia memadukan fondasi wrestling yang sangat dominan dengan teknik striking eksplosif yang mematikan dari jarak dekat maupun jauh.

Untuk terus mengasah kemampuannya agar tidak tertinggal oleh evolusi strategi MMA modern, Tsarukyan tidak ragu untuk membagi porsi latihannya di beberapa kamp pelatihan elite dunia, termasuk Lion Heart, American Top Team di Florida, serta Syndicate MMA di Las Vegas. Metode latihannya berfokus pada peningkatan kondisi fisik yang ekstrem, koreksi posisi saat melakukan grappling, serta pemantapan kombinasi pukulan dan tendangan. Filosofi bertarungnya berakar pada prinsip relentless pressure atau tekanan tanpa henti. Ia selalu berusaha mendominasi ruang, memutus ritme pernapasan lawan, melancarkan takedown dengan timing yang presisi, dan melanjutkan serangan dengan ground and pound yang sangat merusak.

Tantangan terbesar yang dihadapi Tsarukyan bukanlah sekadar kemampuan fisik para lawannya, melainkan tekanan mental yang tinggi di tengah sesaknya persaingan papan atas divisi lightweight UFC. Namun, ketenangan serta kepribadiannya yang selalu lapar akan kemajuan membuat setiap hambatan bertransformasi menjadi dorongan untuk terus melampaui batas diri. Dari seorang anak kecil yang memutar kepingan es di Khabarovsk dan membantu usaha konstruksi ayahnya, Arman Tsarukyan kini telah menjelma menjadi salah satu petarung paling ditakuti dan paling menjanjikan di panggung MMA global, siap mengukir sejarah baru untuk merebut sabuk emas tertinggi dunia pertarungan.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...