Prancis Hantam Belgia 4-1

Eva Amelia • 06/10/2026 • 3 min read
Prancis Hantam Belgia 4-1

Jakarta – Pertandingan sengit tersaji di Stade de France pada matchday keempat UEFA Nations League 2026–2027 saat tim nasional sepak bola Prancis  menjamu rival abadi mereka, tim nasional sepak bola Belgia . Laga yang dihelat pada Senin malam waktu setempat (selasa dini hari WIB, 6 Oktober 2026) ini berakhir dengan skor mencolok 4-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Meskipun sempat tertinggal di babak pertama, Les Bleus bangkit secara luar biasa berkat kecerdikan rotasi taktik dan ketajaman para pemain pengganti di paruh kedua. Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Prancis di puncak klasemen Grup A1.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di Saint-Denis, Prancis langsung mengambil kendali permainan sejak menit awal. Lini tengah yang dikomandoi Eduardo Camavinga berusaha mendikte tempo dan membongkar lini pertahanan Belgia yang tampil disiplin.

Namun, De Rode Duivels yang datang tanpa diperkuat Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans yang harus absen karena akumulasi sanksi, memilih untuk tampil pragmatis dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti ampuh meredam gempuran lini depan Prancis yang diisi oleh Ousmane Dembélé dan Bradley Barcola.

Kejutan terjadi pada menit ke-34 ketika Belgia justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu. Memanfaatkan celah di lini belakang Prancis, Dodi Lukébakio sukses melepaskan tembakan terarah yang merobek jala gawang penjaga muda Guillaume Restes.

Gol tersebut membuat pendukung tuan rumah terdiam sekaligus mengubah dinamika permainan. Tertinggal 0-1 membuat Prancis meningkatkan intensitas serangan, namun skor keunggulan tim tamu tetap bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, pelatih Prancis melakukan sejumlah pergantian taktis yang menjadi kunci pembalik keadaan. Masuknya talenta-talenta muda segar seperti Michael Olise, Rayan Cherki, dan Désiré Doué langsung memberikan energi instan ke dalam alur serangan Les Bleus.

Tekanan bertubi-tubi yang dilancarkan Prancis akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76. Pemain pengganti Désiré Doué sukses mencetak gol penyeimbang lewat sepakan akurat yang gagal diantisipasi oleh kiper Belgia, Maarten Vandevoordt. Skor berubah menjadi 1-1 dan membakar semangat publik Stade de France.

Hanya berselang empat menit kemudian, tepatnya pada menit ke-80, Prancis berbalik memimpin 2-1. Giliran Rayan Cherki yang mencatatkan namanya di papan skor melalui aksi individu ciamik di dalam kotak penalti yang sukses memperdaya barisan pertahanan Belgia.

Tertinggal secara agregat membuat mentalitas skuad muda Belgia mulai runtuh di penghujung laga. Memasuki menit-menit akhir pertandingan, dominasi Prancis semakin tak terbendung.

Winger Bayern Munich, Michael Olise, tampil sebagai bintang lapangan lewat performa luar biasa di sisa waktu normal. Pada menit ke-87, Olise memperbesar keunggulan menjadi 3-1 memanfaatkan kombinasi umpan matang dari lini kedua.

Belum puas dengan selisih dua gol, Olise kembali mencetak gol keduanya pada masa injury time babak kedua (menit ke-90+1) lewat tembakan klinis yang meluncur mulus ke sudut gawang. Gol penutup tersebut memastikan kemenangan mutlak 4-1 bagi Prancis.

Tambahan tiga poin penuh dari laga classico Eropa ini membuat Prancis nyaman bertengger di pucuk pimpinan klasemen sementara Grup A1 dengan raihan 10 poin dari empat pertandingan awal. Les Bleus unggul tiga angka dari pesaing terdekat mereka.

Sementara itu, kekalahan telak ini membuat posisi Belgia tertahan di tangga ketiga dengan koleksi 6 poin, tertinggal di bawah Italia yang pada saat bersamaan sukses mengatasi perlawanan Turki. Persaingan ketat Grup A1 kini menyisakan dua pertandingan sisa yang krusial bagi perjalanan kedua tim

(EA/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...