jakarta – Malang benar nasib dua pemain andalan timnas Indonesia, Egy Maulana Vikry dan Witan Sulaeman. Jauh jauh merantau ke klub kecil di Liga Slovakia, dua pemain itu harus menerima nasib gajinya tidak dibayar oleh klubnya. Dikabarkan pihak klub mereka, FK Senica telah berulangkali mengingkari pembayaran gaji sesuai dengan kesepakatan awal yang telah disepakati bersama. FK Senica menunggak gaji para pemainnya hingga beberapa bulan lamanya.
Menyikapi hal tersebut membuat delapan pemain termasuk Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman melakukan aksi mogok main. Hal itu mereka lakukan saat FK Senica menghadapi tamunya Lipstovsky Mikulas dalam lanjutan Liga Slovakia pada Sabtu (16/04/22) malam WIB kemarin. Tidak adanya sejumlah pemain bintang termasuk Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman membuat FK Senica terbantai di kandang sendiri dengan skor telak 0-3.

Tidak hanya beberapa pemain yang melakukan aksi mogok, pelatih kepala bernama Pavel Sustr juga melakukan hal serupa. Hal ini menambah runyam permasalahan di internal klub peserta Liga Slovakia tersebut. Selain itu kembali memunculkan pertanyaan, bagaimana status klub dua pemain timnas Indonesia tersebut, mengingat kualitas klub dan kompetisi tempat mereka bermain ternyata tidak lebih baik dari Liga 1 BRI di Indonesia,
Namun di balik berita tidak mengenakkan tersebut, pelatih kepala timnas Indonesia bisa berharap kedua pemain andalannya dapat bergabung dengan timnas SEa Games 2021 yang sedang menjalani pelatnas di Korea Selatan. Sebelumnya FK Senica tidak mengijinkan mereka bergabung dengan timnas, dengan alasan SEA Games bukanlah agenda resmi FIFA.
(Yp/teamKB)
Fototitle: tribunnews.com