Jakarta – Seperti halnya saat PSS Sleman melawan Persib Bandung, laga perempat final Piala Presiden 2022 antara Arema FC melawan Borneo FC juga harus berakhir dengan drama adu tendangan penalti. Adu penalti terpaksa dilakukan karena hingga waktu normal tuntas, kedua kesebelasan bermain imbang tanpa gol,
Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungya sendiri, Arema FC langsung menekan tamunya. Di menit awal, dua tim memperagakan tempo permainan lumayan cepat. Baik Arema maupun Barito Putera sama-sama memburu gol cepat. Namun 10 menit berlalu, belum ada serangan yang berbuah peluang emas. Arema mulai memegang kendali permainan di pertengahan babak pertama. Namun serangannya masih bisa dipatahkan Renan Alves dkk. Sedangkan Barito Putera mengandalkan serangan balik.

Menit 33, Arema melakukan pergantian pemain lebih cepat. Rendika Rama digantikan Achmad Figo. Sehingga Alfarizi yang sempat jadi bek kanan kembali ke posisi asli, bek kiri. Usai waterbreak, jual beli serangan mulai terjadi. Arema punya peluang emas menit 34. Umpan Irsyad membuat Evan berhadapan dengan kiper Barito Putera, Joko Ribowo. Tapi tendangan Evan masih melambung diatas mistar gawang. Arema punya beberapa kans lewat serangan balik. Namun hingga babak pertama usai, tak ada gol yang tercipta.
Memasuki babak kedua, pelatih Arema melakukan rotasi pemain. Dengan rotasi pemain ini Arema bermain dengan tiga striker sekaligus untuk mengejar gol kemenangan. Hasilnya Arema menang mengurung pertahanan Borneo FC. Namun hingga babak kedua berakhir tetap tidak ada gol yang tercipta. Pertandinganpun harus diselesaikan dengan adu penalti.
Di babak adu penalti, Arema berhasil menang 5-4. Dua pemain Barito Putera, Renan Alves dan Dedi Hartono gagal menyarangkan bola. Sedangkan di kubu Arema, hanya Evan Dimas yang tendangannya ditepis kiper Barito Putera. Arema berhasil lolos ke semifinal.
(Yp/teamKB)
Fototitle: facebook