Masa Kecil yang Memegang Kendali, Inner Child

Dayana Kristyka 14/05/2023 7 min read
Masa Kecil yang Memegang Kendali, Inner Child

Pengalaman kita sebagai anak-anak dapat membentuk identitas kita, dan bagaimana kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita dengan cara yang mungkin tidak kita sadari. Pengalaman masa kanak-kanak yang positif, meletakkan dasar untuk kehidupan yang sehat dan bahagia. Sedangkan pengalaman negatif dapat menyebabkan luka emosional yang dalam, yang dapat memengaruhi pikiran dan tubuh kita. Rasa sakit ini dapat tetap terkubur di alam bawah sadar kita, memengaruhi keputusan kita sebagai orang dewasa serta hubungan kita dengan teman dan keluarga.

Namun, dengan inner work, adalah mungkin untuk menyembuhkan luka-luka ini dan meningkatkan kesehatan emosional dan fisik.

Dengan terhubung dengan diri kita, juga dengan inner child diri kita, kita dapat memutus siklus pola negative. Kita dapat mengenali serta menyadari emosi dan menciptakan kehidupan yang lebih memuaskan bagi diri kita sendiri.

Konsep inner child didasarkan pada pemikiran bahwa kita semua membawa jejak emosional dari pengalaman masa kecil kita di dalam diri kita. Jejak ini merupakan cerminan dari bagaimana kita memahami dan memproses peristiwa dan perasaan yang kita alami selama tahun-tahun awal kita. Inner child kita adalah bagian dari diri kita yang menyimpan jejak ini, dan itu dapat memengaruhi perilaku, kepercayaan, dan perasaan kita di masa dewasa.

Penyembuhan inner child penting karena pengalaman masa kanak-kanak dapat berdampak besar pada kesejahteraan emosional dan fisik kita sebagai orang dewasa. Bagaimana kita diperlakukan dan pengalaman yang kita miliki sebagai anak-anak, dapat membentuk keyakinan kita tentang diri kita sendiri, dunia, dan orang lain. Pengalaman negatif seperti pengabaian, pelecehan, atau trauma dapat menyebabkan kerusakan emosional yang memengaruhi hubungan, harga diri, dan kualitas hidup kita secara keseluruhan.

Hasil dari peristiwa traumatis dapat bermanifestasi pada orang dewasa dalam berbagai cara, termasuk kecemasan, depresi, low self esteem, kesulitan dalam relationship atau kepercayaan, serta mekanisme pengalihan yang tidak sehat seperti penyalahgunaan obat atau menyakiti diri sendiri. Tanpa mengatasi rasa sakit dari masa lalu, individu dapat terus terlibat dalam pola dan perilaku yang salah, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan penderitaan seumur hidup.

Bayangkan saat diri kita berusia 5 tahun. Kita berada di sekolah bermain dengan anak-anak lain di kelas taman kanak-kanak. Saat berlarian di taman bermain, kita tersandung dan jatuh. Mungkin anak-anak lain menertawakanmu. Kita mungkin tidak ingat persis apa yang terjadi. Kita bahkan mungkin tidak ingat siapa yang ada di sana atau berapa umur kita. Tapi yang kita ingat adalah perasaan malu, air mata, rasa sakit di lutut yang terkelupas.

Lututnya mungkin sudah sembuh, tetapi kita menyeret bekas luka itu ke masa dewasa. Kita tidak lagi memegang kendali. Dua puluh atau lima puluh tahun kemudian, inner child kita yang berusia lima tahun masih menjalankan pertunjukan.

Manfaat mendasar dari inner child work adalah mengembangkan kesadaran diri. Keahlian pertama yang harus dikembangkan adalah introspeksi, dan ini meletakkan dasar untuk semua jenis pertumbuhan pribadi dan profesional lainnya. Saat kita mengembangkan kesadaran diri yang lebih besar, beberapa manfaat lain dari inner child work meliputi:

  1. Memahami bagaimana trauma masa lalu memengaruhi perilaku kita saat ini
  2. Mengembangkan mekanisme cara mengatasi trauma yang sehat
  3. Berhubungan kembali dengan hasrat, impian, dan bakat yang mungkin telah kita kesampingkan
  4. Merasa berdaya dan mengendalikan hidup
  5. Pengaturan emosi yang lebih baik
  6. Meningkatkan harga diri, welas asih, dan kasih sayang untuk orang lain

Inner child work adalah bentuk terapi yang berfokus pada menghubungkan dan menyembuhkan inner child. Melibatkan bagaimana kita mengidentifikasi dan mengatasi rasa sakit psikologis yang mungkin disebabkan oleh pengalaman masa kecil. Terapi ini sering dilakukan bersamaan dengan jenis terapi lain dan mungkin melibatkan kombinasi teknik seperti visualisasi, terapi bicara, dan terapi somatik.

Apa yang menyebabkan inner child terluka? Ada banyak situasi berbeda yang dapat menyebabkan inner child yang terluka. Pikirkan kembali ketika kita masih muda. Beberapa rasa sakit, seperti mainan yang kita inginkan tetapi tidak kita dapatkan. Atau mungkin akibat dari penganiayaan fisik atau pengabaian emosional.

Tidak mungkin untuk membuat daftar semua keadaan yang mungkin telah diinternalisasi oleh diri kita yang lebih muda. Namun, kemungkinan besar jika kita memiliki trauma masa kecil, efeknya terlihat jelas dalam hidup kita saat ini. Berikut adalah beberapa tanda bahwa inner child kita membutuhkan penyembuhan,

  1. Frustrasi atau iritasi
  2. Reaksi besar terhadap kebutuhan yang tidak terpenuhi
  3. Ledakan kekanak-kanakan, seperti mengamuk atau mengatakan hal-hal yang tidak kita maksudkan
  4. Mengeluh bahwa tidak ada yang mengerti atau merasa tidak didengarkan
  5. Kesulitan menjelaskan perasaan atau mengapa kita merasa kesal
  6. Rendah diri
  7. Menjadi kritikus batin
  8. Ketidakdewasaan
  9. Pola self sabotage
  10. Takut ditinggalkan atau masalah komitmen

Jika kita mengenali salah satu pola ini dalam diri, luka masa kecil mungkin penyebabnya. Melihat cara inner child kita membutuhkan dukungan dapat membantu kita menyelesaikan pola-pola ini sebagai orang dewasa.

Namun, apa yang kita lakukan ketika ketakutan, trauma, dan luka kita jauh lebih dalam? Bagaimana kita bisa memulai penyembuhan ketika sang inner child yang berteriak minta cinta, penerimaan, dan kenyamanan?

Foto : Soul Essence

Mempelajari cara menghadapi masa lalu tanpa membiarkannya mengendalikan masa kini dan masa depan, bisa menjadi langkah yang menantang, tetapi itu mungkin.

Akui Inner Child Kita

Sebelum kita dapat memulai jalan menuju pemulihan, kita harus mengakui bahwa sang inner child itu memang ada. Meskipun mungkin terasa konyol pada awalnya, bicaralah dengannya jika mereka ada.

Memberi identitas asli sang inner child, dapat membantu kita mengatasi masalah yang kita hadapi bersama. Mulailah dengan mengucapkan pernyataan penegasan seperti “Aku mencintaimu” dan “Aku melihatmu” di cermin, atau bahkan bayangkan mengatakan ini kepada diri kita yang lebih muda dan terluka.

Kita mungkin merasa lebih mudah untuk mengomunikasikan perasaan ini kepada diri kita di masa lalu melalui jurnal. Jika demikian, tulis surat kepada sang inner child yang mencakup emosi yang sama. Tujuannya adalah untuk memberi anak itu perasaan validasi dan penegasan yang sudah lama tidak ada.

Validasi Apa yang Terjadi

Menekan masalah atau mendorongnya ke bawah, tidak akan berhasil. Jika kita pernah mengalami pelecehan, penelantaran, atau segala bentuk trauma sebagai seorang anak, kita harus bersikap realistis tentang apa yang terjadi.

Dengan terhubungnya sang inner child, luangkan waktu untuk memahami apa yang terjadi sepenuhnya. Ini mungkin berarti membahas peristiwa secara mendetail, atau mungkin berarti meninjau kembali perasaan malu atau bersalah yang terus-menerus. Oleh karena itu, sebaiknya selesaikan langkah ini dengan spesialis terlatih yang dapat menawarkan teknik terapi saat kita melakukan perjalanan yang menyakitkan itu menyusuri jalan kenangan.

Identifikasi Bentuk Kelalaian yang Kita Alami

Bahkan anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang tenang dapat memiliki luka yang berasal dari beberapa dekade yang lalu. Setelah kita bisa mengidentifikasi area luka tertentu, pertimbangkan gambaran yang lebih besar seputar peristiwa atau rangkaian peristiwa itu.

Inti dari banyak trauma terletak pada beberapa bentuk pengabaian. Ini bisa berasal dari kurangnya cinta hingga kurangnya perlindungan. Biarkan diri kita merasakan kehampaan itu lagi, dan kenali apa adanya.

Rangkullah Emosi Kita

Tidak semua inner child work akan memunculkan perasaan dendam atau kemarahan, meskipun beberapa mungkin. Misalnya, kita mungkin merasa menyesal pada orang tua atau marah pada teman atau anggota keluarga. Daripada mencoba untuk melewati emosi-emosi itu, duduklah bersama mereka.

Ini mungkin berarti mengalami kemarahan, kesedihan, kehampaan, atau rasa malu lagi. Bicaralah dengan terapis saat emosi ini naik ke permukaan. Seringkali, satu-satunya cara untuk melewatinya dan menemukan penyembuhan sejati adalah menghadapi mereka terlebih dahulu.

Bersikaplah mudah pada diri sendiri. Kita mungkin tidak menyelesaikan semuanya dalam satu hari atau satu kunjungan terapis, dan itu tidak masalah. Beri diri kita ruang dan waktu untuk memproses perjalanan. Beristirahatlah dan cari dukungan serta bimbingan dari teman, keluarga, dan pelatih tepercaya.

Identifikasi Manifestasi Saat Ini dari Rasa Sakit di Masa Lalu

Apakah kita menemukan diri kita terlibat dalam pola self sabotage yang berasal dari masa lalu yang menyakitkan? Misalnya, jika kita merasa ditinggalkan saat masih muda, kita mungkin sekarang terlibat dalam hubungan toxic dengan pasangan yang kita tahu akan meninggalkan kita di kemudian hari.

Atau, kita mungkin memproyeksikan emosi ketidakpercayaan dan kecurigaan pada orang-orang yang benar-benar ingin berada dalam hidup, takut membiarkan mereka terlalu dekat karena takut kita akan sendirian lagi. Apa pun cara luka masa lalu ini menampakkan diri hari ini, penting untuk jujur ​​​​pada diri sendiri dan mengidentifikasinya. Pengakuan adalah langkah pertama untuk bergerak maju dan membuat perubahan menuju kebiasaan yang lebih sehat.

Ambil Langkah untuk Mengisinya

Saat kita lebih muda, kita menjadi korban keadaan, karena kita tidak dapat bangkit melawannya. Sebagai orang dewasa, kita dapat mengambil langkah proaktif untuk menyediakan sendiri hal-hal yang kita harap kita miliki sebagai seorang anak.

Misalnya, jika kita berada dalam siklus kemiskinan di masa muda, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan prospek keuangan saat ini. Bermitra dengan pakar yang dapat mengajari cara membuat anggaran, menabung untuk masa depan, dan memaksimalkan penghasilan. Atau, jika kita merasa terabaikan dan tidak terlihat sebagai seorang anak, carilah hubungan dengan orang-orang yang menghargai waktu mereka bersama kita dan luangkan waktu untuk menjaga persahabatan itu tetap hidup.

Dengan kata lain, berikan diri kita apa yang kita harapkan diberikan oleh orang tua atau wali kita bertahun-tahun yang lalu dan biarkan diri kita menikmati kebebasan yang datang.

Perbaiki Luka Dengan Membantu Orang Lain

Penelitian menunjukkan bahwa pelecehan, penelantaran, dan penganiayaan anak adalah masalah global, yang memengaruhi jutaan anak setiap tahun. Meskipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu dan mengubah masa lalu, ada banyak cara untuk membantu mengubah masa depan seseorang yang sekarang berada di posisi kita.

Carilah peluang di komunitas, di mana kita dapat memberi kembali. Bahkan sekadar mendengarkan, mendengarkan dengan penuh empati kepada teman atau kenalan yang membutuhkan dapat menjadi bentuk pelayanan kita.

Pahami bahwa pada awalnya, interaksi semacam ini mungkin memicu memori kita. Namun, seiring berjalannya waktu, kita akan menemukan bahwa naluri dan penyembuhan berjalan beriringan.

Sembuhkan dan lepaskan sang inner child. Masa lalu kita tidak mendefinisikan diri kita. Betapapun sakitnya perasaan sang inner child kita, ada sumber daya yang tersedia untuk membantu kita mengatasi rasa sakit itu.

(DK-TimKB)

Sumber Foto : Omar Itani

Loading next article...