Ken Norton, Sang Pematah Rahang Muhammad Ali

Eva Amelia 14/06/2023 3 min read
Ken Norton, Sang Pematah Rahang Muhammad Ali

Jakarta – Bagi para penggemar tinju dunia, khususnya di era 70 an pastinya tidak akan melupakan deretan petinju hebat di masa itu. Nama Muhammad Ali memang menjadi ikon tinju dunia kelas berat saat itu, bahkan namanya masih abadi hingga saat ini. Namun di era keemasannya, Muhammad Ali mendapat lawan lawan berat yang juga berhasil mengalahkannya bahkan dengan KO. Beberapa petinju hebat yang terkenal dengan pukulan mautnya itulah yang membuat Ali mengalami Parkinson usai pensiun, karena menerima pukulan dari para rivalnya itu.

Salah satu rival Ali yang paling ikonik adalah Ken Norton. Petinju kelas berat yang berperawakan gempal . Kenneth Howard Norton, yang lebih dikenal dengan nama Ken Norton, lahir pada 9 Agustus 1943, di Jacksonville, Illinois, Amerika Serikat. Ia adalah seorang petinju kelas berat yang terkenal dan dijuluki sebagai “The Jaw Breaker” karena kemampuan pukulannya yang mematikan.

Sebelum terjun ke dunia tinju, Ken Norton memiliki latar belakang militer yang kuat. Pada tahun 1963 hingga 1967, ia bergabung dengan Korps Marinir Amerika Serikat. Saat bertugas di Korps Marinir, Norton tidak hanya memperoleh disiplin yang ketat, tetapi juga menemukan bakatnya dalam tinju. Selama bertugas di militer, ia memenangkan tiga gelar All-Marine Heavyweight dan mengumpulkan rekor menang-kalah 24-2. Prestasi ini memberikan bukti awal akan potensi besar yang dimiliki oleh Ken Norton di dalam ring tinju.

Setelah meninggalkan militer, Ken Norton memutuskan untuk beralih ke karier tinju profesional pada tahun 1967. Debut profesionalnya terjadi pada 14 November 1967, ketika ia berhasil memenangkan pertandingan melawan Grady Brazell dengan kemenangan melalui teknis knockout di babak pertama. Kemenangan ini hanya menjadi awal dari serangkaian prestasi gemilang yang akan ditorehkan oleh Ken Norton dalam karier tinjunya.

Ken Norton melanjutkan kiprahnya di dunia tinju dengan menghadapi lawan-lawan berat dalam pertandingan-pertandingan berikutnya. Ia berhasil memenangkan enam belas pertandingan berturut-turut sebelum akhirnya mengalami kekalahan pertamanya pada 2 Juli 1970, melawan Jose Luis Garcia melalui sistem gugur. Namun, kekalahan itu tidak menghentikan semangat Ken Norton untuk terus berjuang dan mengasah kemampuan tinjunya.

Foto: bleacherreport.com

Pada tahun 1971 hingga 1972, Ken Norton mencatatkan kemenangan berturut-turut melawan Steve Carter, James J. Woody, Charles Harris, Jack O’Halloran, dan banyak petinju lainnya. Prestasi-prestasi ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petinju kelas berat yang menjanjikan.

Salah satu momen puncak dalam karier tinju Ken Norton adalah pertandingannya melawan legenda tinju dunia, Muhammad Ali. Pertandingan pertama antara Norton dan Ali terjadi pada 31 Maret 1973, di San Diego Sports Arena. Dalam pertarungan yang sengit dan menegangkan, Ken Norton berhasil mengalahkan Ali dan bahkan mematahkan rahangnya. Kemenangan ini membawa Ken Norton meraih gelar NABF Heavyweight dengan skor 30-1, membuktikan kemampuannya sebagai petinju kelas dunia.

Namun, pertarungan antara Ken Norton dan Muhammad Ali tidak berakhir di situ. Pada 10 September 1973, keduanya bertemu lagi dalam pertandingan ulang yang kontroversial. Meskipun Ken Norton memberikan perlawanan sengit, kali ini dia harus menerima kekalahan dan kehilangan gelar NABF Heavyweight dalam keputusan yang kontroversial.

Selama kariernya, Ken Norton juga menghadapi petinju-petinju tangguh lainnya. Pada 26 Maret 1974, ia bertarung melawan George Foreman, petinju kelas berat yang sangat kuat. Namun, sayangnya, Ken Norton kalah dalam pertandingan ini. Pertemuan terakhir Ken Norton dengan Muhammad Ali terjadi pada 28 September 1976. Meskipun memberikan perlawanan gigih, Norton harus menerima kekalahan dalam keputusan yang kontroversial. Pertandingan ini menjadi pertemuan terakhir mereka di dalam ring tinju.

Setelah mengalami beberapa kekalahan dan puncak karier yang telah dicapainya, Ken Norton berhasil memenangkan gelar Kelas Berat WBC pada 18 Maret 1978, setelah menghadapi Jimmy Young pada 5 November 1977. Namun, gelar ini kemudian diambil oleh Larry Holmes pada 9 Juni 1978.

Setelah mencatatkan kemenangan terakhirnya melawan Randall Cobb pada 7 November 1980, Ken Norton memutuskan untuk mengakhiri karier tinjunya. Pertandingan terakhirnya terjadi pada 11 Mei 1981, saat ia kalah dari Gerry Cooney. Setelah itu, Ken Norton memilih untuk pensiun dari dunia tinju dan melanjutkan kehidupan di luar ring.

Selain karier tinjunya, Ken Norton juga terlibat dalam dunia hiburan. Ia tampil dalam beberapa film, termasuk “Mandingo” (1975) dan “Drum” (1976). Norton juga memiliki peran kecil dalam beberapa film dan serial televisi populer, seperti “The A-Team” (1983) dan “Knight Rider” (1986). Kehadirannya di layar kaca dan peran-perannya tersebut menunjukkan sisi lain dari keberbakatannya di luar ring tinju.

Sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam dunia tinju, Ken Norton diangkat ke dalam berbagai Hall of Fame tinju. Pada tahun 1989, ia masuk ke dalam World Boxing Hall of Fame, diikuti oleh International Boxing Hall of Fame pada tahun 1992. Selain itu, Norton juga dihormati dengan masuk ke dalam Breitbard Hall of Fame pada tahun 2001 dan Hall of Fame Olahraga Korps Marinir Amerika Serikat pada tahun 2004. Pada tahun 2008, ia dianugerahi gelar Hall of Fame oleh World Boxing Council, dan pada tahun 2011, ia juga masuk ke dalam Hall of Fame Olahraga California.

(EA/timKB).

Sumber foto: si.com

Loading next article...