Armen Petrosyan: Membawa Kehebatan Kickboxing Ke Octagon

Piter Rudai 18/06/2023 2 min read
Armen Petrosyan: Membawa Kehebatan Kickboxing Ke Octagon

Jakarta – Dalam dunia kickboxing dan Muay Thai, ada satu nama yang telah menjadi legenda dalam olahraga tersebut, Armen Petrosyan. Lahir pada 6 November 1986, Petrosyan adalah seorang kickboxer Italia kelahiran Armenia yang telah mencapai banyak kesuksesan di atas ring. Ia dikenal dengan julukan “Superman” dan bertarung dalam divisi Middleweight.

Rekor MMA Petrosyan terdiri dari 70 kemenangan, 22 kekalahan, dan 1 pertandingan seri. Selama bertarung, ia memperlihatkan kepiawaiannya dalam berbagai gaya bertarung, terutama dalam kickboxing dan Muay Thai. Dalam grappling, Petrosyan memiliki teknik favorit yaitu Rear Naked Choke, yang melibatkan penguncian lawan dengan lengan di belakang leher dan menerapkan tekanan pada arteri karotis. Sedangkan dalam striking, teknik favoritnya adalah Low Kick dan clinch, yang memungkinkannya menghancurkan kaki lawan dengan serangan rendah dan mengontrol posisi dengan pemasangan tangan di leher lawan.

Petrosyan memulai karir bela dirinya dengan berlatih Karate sejak usia muda di Armenia. Namun, setelah pindah ke Italia, ia beralih ke Muay Thai. Petrosyan menemukan kecintaannya pada seni bela diri ini dan memulai pelatihan dengan penuh semangat. Pada usia 28 tahun, dia memutuskan untuk mencoba peruntungan di dunia MMA.

Pada tanggal 16 November 2008, Petrosyan berkompetisi dalam Dodge Trophy 2008 dengan berat 73 kg/161 lb di Ulm, Jerman. Namun, sayangnya dia mengalami kekalahan melawan Vladimír Moravčík dengan KO di final. Meskipun menghadapi kekalahan, ini tidak menghentikan semangat Petrosyan untuk terus berjuang dalam dunia MMA.

Foto: ufc.com

Debut Petrosyan bersama One Championship terjadi pada tanggal 27 Juli 2018 dalam acara ONE Championship: Reign of Kings. Sayangnya, dia mengalami kekalahan melawan Chris Ngimbi melalui keputusan terpisah. Meskipun hasilnya tidak sesuai dengan harapannya, Petrosyan tetap bertekad untuk terus berjuang dan membuktikan kemampuannya di atas ring.

Perjalanan Petrosyan menuju UFC dimulai setelah penampilannya yang mengesankan di Dana White’s Contender Series pada tahun 2021. Dia berhasil mengalahkan Karloyan Kolev dengan kehebatan tinjunya, dan ini membawanya mendapatkan tempat di daftar UFC. Pada tanggal 26 Februari 2022, Petrosyan melakukan debutnya di UFC dalam acara UFC Fight Night: Makhachev vs. Green. Dia melawan Gregory Rodrigues dan berhasil memenangkan pertandingan melalui keputusan terpisah. Kemenangan ini membuktikan bahwa Petrosyan adalah peserta yang layak berada di dalam Octagon.

Prestasi Petrosyan tidak hanya terbatas pada dunia MMA. Sebelum beralih ke MMA, dia telah mengukir namanya dalam dunia kickboxing dan Muay Thai. Pada tahun 2006, ia menjadi Juara Italia World Professional Kickboxing Council (WPKC), mengalahkan lawan-lawan tangguh dengan kehebatan tekniknya. Pada tahun 2007, Petrosyan melanjutkan kemenangannya dengan menjadi Juara Eropa Muay Thai Association (MTA), memperlihatkan kualitasnya sebagai petarung yang tangguh dan tak terkalahkan.

Armen Petrosyan adalah sosok yang menginspirasi banyak orang dengan dedikasinya pada seni bela diri campuran. Dalam perjalanan karirnya, ia telah menghadapi tantangan, kekalahan, dan kemenangan, tetapi tidak pernah menyerah. Keahliannya dalam kickboxing dan Muay Thai membuktikan bahwa ia adalah petarung yang berbakat dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk seni bela diri.

Teruslah mengikuti perjalanan “Superman” Armen Petrosyan di dunia MMA. Dengan bakat dan keterampilannya yang tak terbantahkan, dia siap menghadapi lawan-lawan tangguh dalam divisi Middleweight UFC. Pertarungan demi pertarungan, Petrosyan akan terus membuktikan bahwa ia adalah salah satu peserta yang patut diperhitungkan dalam dunia seni bela diri campuran.

(PR/timKB).

Sumber Foto: ufc.com

Loading next article...