Higuita: Penjaga Gawang Nyentrik, Ikon Abadi Timnas Kolombia

Eva Amelia 24/08/2023 2 min read
Higuita: Penjaga Gawang Nyentrik, Ikon Abadi Timnas Kolombia

Jakarta – José René Higuita Zapata, lebih dikenal dengan nama René Higuita, lahir pada 27 Agustus 1966 dan menjadi salah satu tokoh terpenting dalam sejarah sepak bola Kolombia. Ia memilih bermain sebagai penjaga gawang, posisi yang biasanya membutuhkan ketenangan dan konsentrasi penuh. Namun, Higuita membawa gaya permainan yang unik, membuatnya menjadi salah satu penjaga gawang paling ikonik dalam sejarah olahraga ini.

René Higuita tidak hanya dikenal karena penampilannya yang unik di lapangan, tetapi juga karena aksi-aksi luar biasanya yang kerap membuat penonton terkejut. Oleh karena itulah ia mendapatkan julukan “El Loco”, yang berarti si gila. Dalam permainannya, Higuita kerap kali terlibat dalam aksi-aksi yang tidak lazim untuk seorang penjaga gawang, seperti keluar dari sarangnya untuk menyapu bola, bahkan terlibat perebutan bola dengan pemain lawan demi mempertahankan gawangnya.

Higuita tidak hanya ahli dalam menjaga gawangnya, tetapi juga memiliki kemampuan mencetak gol. Membuatnya menjadi salah satu penjaga gawang terkenal yang juga bisa diandalkan dalam serangan. Debut seniornya dimulai pada usia muda di liga domestik Kolombia. Dia bermain untuk Millonarios pada 1985 dan dalam 16 penampilannya, dia berhasil mencetak 7 gol. Angka ini luar biasa mengingat posisinya sebagai penjaga gawang.

Foto: detik.com

Prestasinya ini tidak lepas dari perhatian Atletico Nacional Medellin, yang merekrutnya di musim berikutnya. Higuita membela Atletico Nacional Medellin dari 1986 hingga 1992 dan kembali pada 1994 hingga 1997. Di antara periode itu, dia sempat bermain untuk Real Valladolid pada musim 1992-1993, dan mencetak dua gol dari 15 penampilannya.

Tahun 1989 menjadi tahun yang spesial bagi Higuita. Ia bermain cemerlang ketika membela Atletico Nacional Medellin di Final Piala Toyota di Tokyo. Namun, gol terbanyak tercipta ketika dia membela Independiente Medellin pada musim 1999-2000. Selama periode itu, dia berhasil mencetak 11 gol dari 20 penampilannya.

Di level internasional, Higuita membela Timnas Kolombia sebanyak 68 kali dan mencetak 8 gol dari tahun 1987 hingga 1999. Namun, Piala Dunia 1990 di Italia menjadi momen yang cukup menyakitkan bagi Higuita. Kebiasaannya menjauhi gawang untuk menghalau bola membuat penyerang Kamerun, Roger Milla, berhasil merebut bola dan mencetak gol ke gawang Kolombia. Hal ini akhirnya membuat Kolombia tersingkir dari babak 16 besar.

Meski demikian, René Higuita tetap dikenang sebagai penjaga gawang fenomenal. Salah satu momen terbaiknya adalah ketika dia melakukan ‘Scorpion Kick’ atau tendangan kalajengking, saat melawan Inggris di Stadion Wembley, 6 September 1995. Tendangan ini menjadi ikonik dan masih dikenang hingga sekarang.

Higuita pensiun pada 2010, setelah membela Deportivo Pereira. Selama dua musim, dia tampil 12 kali dan mencetak 5 gol. Meski kariernya penuh dengan suka duka, namun Higuita selalu diingat sebagai penjaga gawang yang berani dan inovatif. Julukan ‘El Loco’ mungkin mencerminkan keunikannya, tetapi René Higuita akan selalu dikenang sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah sepak bola Kolombia.

(EA/timKB).

Sumber foto: inews.id

Loading next article...