Getafe Lolos Ke Liga Europa Dengan Catatan Pas Pasan

Bambang Parikesit 02/08/2026 2 min read
Getafe Lolos Ke Liga Europa Dengan Catatan Pas Pasan

Jakarta – Getafe menjadi salah satu kejutan terbesar di La Liga 2025/2026. Tim asuhan José Bordalás itu berhasil lolos ke kompetisi antarklub Eropa meski punya statistik yang justru identik dengan tim papan bawah. Getafe memastikan tiket ke Liga Europa League setelah tampil konsisten di paruh akhir musim. Keberhasilan itu terasa kian tidak biasa karena beberapa bulan sebelumnya mereka sempat dibayangi ancaman degradasi. Tujuh tahun setelah kali terakhir tampil di kompetisi Eropa, klub asal Coliseum itu akhirnya kembali merasakan atmosfer kompetisi antarklub di benua biru.

Selama ini Getafe sering mendapat kritik karena pendekatan taktik Bordalás dianggap terlalu keras dan agresif. Gaya bermain mereka disebut mengingatkan pada sepakbola era lama, yang lebih mengutamakan duel fisik, pertahanan rapat, dan intensitas tinggi ketimbang permainan atraktif. Namun pendekatan itu justru sangat cocok dengan karakter skuad Getafe saat ini. Bordalás sukses membuat timnya menjadi salah satu tim yang paling merepotkan kubu lawan di La Liga.

Yang paling mengejutkan tentu statistik mereka. Dalam catatan Marca, Getafe hanya mencatat rata-rata 40,1 persen penguasaan bola sepanjang musim. Itu bikin Getafe menjadi tim dengan possession terendah di Liga Spanyol. Meski jarang menguasai bola, uniknya, Getafe tetap mampu mengalahkan tim-tim yang secara permainan terlihat lebih dominan. Produktivitas gol mereka juga sangat rendah. Getafe cuma mencetak 32 gol dalam 38 pertandingan, menjadikan mereka tim dengan jumlah gol terburuk kedua di La Liga musim ini.

Secara statistik, angka seperti itu biasanya identik dengan tim papan bawah atau kandidat degradasi. Namun Getafe justru berhasil finis di zona Eropa. Salah satu kekuatan utama Getafe ada pada pertahanan rapat dan intensitas permainan mereka. Bordalás menuntut seluruh pemain bertarung habis-habisan di setiap laga. Data La Liga menunjukkan bahwa Getafe menjadi tim dengan rata-rata pelanggaran terbanyak musim ini, yakni 15,2 foul per pertandingan.

Selain itu mereka juga menerima 106 kartu kuning, alias terbanyak kedua di liga. Meski sering dicap bermain kasar, Bordalás menilai pendekatan itu merupakan bagian dari kecerdikan membaca permainan dan bentuk komitmen penuh pemain di lapangan. Keberhasilan Getafe lolos ke Eropa pun menjadi salah satu cerita paling unik musim ini. Di saat banyak tim mengandalkan dominasi penguasaan bola dan produktivitas tinggi, Getafe justru membuktikan sepakbola bisa dimenangkan dengan disiplin, pertahanan kuat, dan semangat bertarung. Bordalás sekali lagi berhasil menunjukkan bahwa statistik hanyalah urusan di atas kertas. Sepakbola pada akhirnya ditentukan di atas lapangan.

(bP/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...