Jakarta – Manchester United memasuki musim 2026/2027 dengan optimisme yang lebih besar setelah berhasil bangkit pada paruh kedua musim sebelumnya. Michael Carrick kini menjadi manajer permanen setelah membawa United finis di posisi ketiga Premier League musim lalu. Dari komposisi skuad, United kini memiliki fondasi yang cukup menarik. Bruno Fernandes tetap menjadi pusat kreativitas sekaligus pemimpin tim, sementara Kobbie Mainoo mendapatkan kontrak baru hingga 2031 dan diharapkan menjadi bagian penting proyek jangka panjang klub. Di lini depan terdapat Matheus Cunha, Bryan Mbeumo dan Benjamin Šeško yang memberikan kombinasi kecepatan, kreativitas serta kemampuan mencetak gol. Kehadiran Senne Lammens juga memberikan opsi baru di posisi penjaga gawang.
Perubahan terbesar terjadi di lini tengah. United mendatangkan Youri Tielemans dan Andrey Santos untuk meningkatkan kualitas serta kedalaman sektor tersebut. Tielemans menawarkan pengalaman dan kemampuan mengatur permainan, sedangkan Santos memberikan energi serta mobilitas. Kombinasi mereka dengan Mainoo dan Bruno Fernandes membuat Carrick memiliki beberapa pilihan taktik. Meski demikian, kekalahan dari Hull memperlihatkan bahwa lini tengah United masih membutuhkan keseimbangan yang lebih baik, terutama dalam transisi bertahan.
Di lini belakang, United masih mengandalkan nama-nama seperti Harry Maguire, Lisandro Martínez, Matthijs de Ligt, Luke Shaw dan Noussair Mazraoui. Ayden Heaven juga menjadi salah satu pemain muda yang berpotensi mendapatkan menit bermain lebih banyak. Masalahnya adalah konsistensi dan kebugaran. Jika para pemain utama mampu tampil secara reguler, pertahanan United sebenarnya memiliki pengalaman yang cukup untuk bersaing di papan atas. Namun, kesalahan dalam situasi bola mati seperti yang terjadi ketika menghadapi Hull menjadi sesuatu yang harus segera diperbaiki Carrick.
Kekuatan utama United musim ini tetap berada pada sektor serangan. Bruno Fernandes memiliki kemampuan menciptakan peluang dari lini kedua, sedangkan Mbeumo, Cunha dan Šeško memberikan variasi berbeda di sepertiga akhir lapangan. United bahkan menjadi salah satu tim dengan jumlah percobaan tembakan terbanyak pada musim sebelumnya. Tantangannya adalah mengubah dominasi tersebut menjadi gol. Kekalahan 0-2 dari Hull menjadi contoh ketika penguasaan bola mencapai 72 persen tetapi United kesulitan menciptakan peluang bersih.
Tim KB memprediksi Manchester United akan finis di posisi 3–5 Premier League, dengan peluang menjadi penantang gelar jika performa mereka berkembang jauh lebih cepat daripada perkiraan. Namun untuk menjadi juara masih memerlukan jalan yang panjang bahkan sebuah keajaiban bagi Setan Merah.
(Yp/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda