Worapon Lukjaoporongtom: Petarung ONE Championship

Piter Rudai 25/08/2026 4 min read
Worapon Lukjaoporongtom: Petarung ONE Championship

Jakarta – Di tengah derasnya regenerasi petarung Muay Thai Thailand, nama Worapon Lukjaoporongtom muncul sebagai salah satu prospek yang berkembang paling menarik. Petarung asal Thailand yang bernaung di Sor Dechapan ini bukan sekadar mengandalkan agresivitas. Ia berkembang sebagai nak muay yang mampu memadukan tekanan, teknik, permainan jarak, serta kemampuan clinch yang kuat. Hingga pertengahan 2026, perjalanan profesionalnya telah membawanya ke panggung besar ONE Championship, tempat ia terus mengejar satu tujuan: membuktikan bahwa dirinya layak menjadi bagian dari jajaran elite dunia.

Worapon mulai mendapatkan perhatian luas setelah memasuki ONE Friday Fights, dengan debutnya di ajang tersebut pada Mei 2023. Sejak itu, Lumpinee Stadium di Bangkok menjadi salah satu panggung penting dalam perkembangan kariernya. Ia tidak langsung menjadi bintang, tetapi membangun reputasi melalui serangkaian pertarungan melawan lawan dari berbagai negara. Pengalamannya di level internasional membuatnya semakin matang dalam membaca ritme pertandingan dan menyesuaikan strategi terhadap karakter lawan.

Salah satu ciri paling menonjol dari Worapon adalah kemampuannya bertarung dalam jarak dekat. Ia dikenal kuat dalam clinch, sekaligus berbahaya dengan lutut dan sikutan. Namun, perkembangannya menunjukkan bahwa ia tidak ingin menjadi petarung yang mudah ditebak. Menjelang pertarungannya melawan Soe Lin Oo pada Januari 2026, Worapon mengungkapkan bahwa ia secara khusus berlatih melakukan variasi pukulan dan tendangan, mengontrol jarak, serta menghindari pola serangan yang monoton. Filosofinya sederhana: tetap teknis, memilih sasaran dengan cermat, mengendalikan tempo, lalu memanfaatkan celah ketika kesempatan finis muncul.

Perjalanan tersebut sempat mengalami hambatan pada akhir 2025. Setelah mencatat empat kemenangan beruntun di ONE Friday Fights, Worapon menghadapi Julio Lobo pada 28 November 2025. Dalam duel tiga ronde yang keras, ia harus menerima kekalahan melalui keputusan mutlak. Pertarungan itu menjadi pelajaran penting karena Lobo mampu menekan lewat clinch sekaligus serangan ke tubuh. Alih-alih terpuruk, Worapon menggunakan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi dan menjalani kamp latihan enam pekan dengan fokus pada variasi serangan serta pengendalian jarak.

Hasil perbaikan itu langsung terlihat pada awal 2026. Dalam ONE Friday Fights 139, Worapon menghadapi petarung Myanmar yang terkenal sangat tangguh, Soe Lin Oo. Ia membuat kejutan besar dengan menghentikan lawannya melalui tendangan kepala pada ronde pertama, tepat pada 1 menit 27 detik. Kemenangan itu sangat berarti karena Soe Lin Oo sebelumnya dikenal memiliki daya tahan luar biasa dan belum pernah dihentikan di ONE. Worapon pun meraih bonus Performance of the Night dan kembali memperkuat kampanyenya menuju kontrak senilai US$100.000.

Momentum tersebut berlanjut dua bulan kemudian. Menghadapi Arthur Brossier pada ONE Friday Fights 145, Worapon kembali menunjukkan variasi senjatanya. Setelah menjatuhkan lawan dengan tendangan kepala, ia menutup pertarungan melalui kombinasi sikutan pada ronde pertama, tepat 1 menit 56 detik. Kemenangan itu merupakan kemenangan profesional ke-70 dalam kariernya menurut ONE Championship dan membuat namanya semakin diperhitungkan sebagai salah satu petarung muda berbahaya di divisi bantamweight Muay Thai.

Pada Mei 2026, Worapon menghadapi Tom Casse dalam partai utama ONE Friday Fights 153. Kali ini ia tidak mendapatkan kemenangan cepat. Casse mampu memberikan perlawanan melalui kombinasi pukulan, sehingga Worapon harus mengandalkan permainan kaki, low kick, counter, dan kontrol tempo selama tiga ronde. Ia akhirnya menang melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut memperlihatkan sisi lain dari kemampuannya: bukan hanya seorang finisher, tetapi juga petarung yang mampu bertahan dalam pertarungan teknis dan memenangkan pertandingan lewat konsistensi.

Dari sisi mentalitas, perjalanan Worapon memperlihatkan seorang kompetitor yang terus belajar dari kekalahan. Ia tidak sekadar mengejar kemenangan cepat, melainkan berusaha memperluas persenjataan teknisnya. Tekanan dari lawan, perubahan kelas, dan tuntutan tampil berulang kali di ONE Friday Fights menjadi bagian dari proses pendewasaan. Bahkan ketika harus menghadapi lawan yang memiliki gaya berbeda, ia berusaha mempertahankan identitas sebagai petarung Muay Thai sambil membuat permainannya semakin modern dan sulit dibaca.

Pada Juni 2026, Worapon sebenarnya dijadwalkan menghadapi Lenny Blasi dalam partai utama ONE Friday Fights 159. Namun pertandingan tersebut kemudian dibatalkan setelah Worapon dinyatakan tidak dapat bertanding karena masalah medis. Karena itu, pertarungan tersebut tidak boleh dihitung sebagai kemenangan, kekalahan, ataupun pertandingan yang berlangsung.

Secara keseluruhan, catatan resmi ONE yang tersedia saat ini mencatat 9 kemenangan dan 5 kekalahan dalam 14 pertandingan di ONE, dengan empat kemenangan melalui penyelesaian. Rekor tersebut merupakan catatan khusus di ONE, bukan keseluruhan rekor profesional Muay Thai Worapon. Di luar ONE, ia telah mengumpulkan puluhan kemenangan dan mencapai kemenangan profesional ke-70 pada Maret 2026.

Kisah Worapon Lukjaoporongtom pada akhirnya adalah kisah tentang evolusi. Dari petarung muda Thailand yang membangun pengalaman di arena domestik, ia tumbuh menjadi kompetitor internasional yang mampu mencuri perhatian di Lumpinee Stadium. Dengan kemampuan clinch, lutut, sikutan, tendangan, serta kemauan untuk terus memperkaya teknik, Worapon memiliki fondasi kuat untuk melangkah lebih jauh. Tantangan berikutnya bukan lagi sekadar memenangkan pertandingan, melainkan membuktikan bahwa ia pantas mendapatkan tempat permanen di panggung utama ONE Championship.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...