Jakarta – Dari Khiva, kota bersejarah di Uzbekistan, muncul seorang atlet yang mengambil jalan tak biasa menuju panggung olahraga tarung internasional. Namanya Diyorbek Atajonov, petarung yang kemudian dikenal dengan julukan “Scorpion”. Tidak seperti banyak nama besar di dunia combat sports yang membangun reputasi melalui MMA atau tinju, Atajonov menemukan panggung profesionalnya melalui Power Slap. Saat ini, profil resmi Power Slap mencatatnya sebagai petarung Light Heavyweight, dengan tinggi 6 kaki 1 inci (185 cm), berat 202 pound (91,6 kg), dan rekor profesional 1-0-0. Ia juga tercatat bertarung dari Khiva City, Uzbekistan.
Sebelum namanya muncul di Power Slap, jejak Atajonov sudah terlihat dalam mas-wrestling, olahraga tradisional Asia Tengah yang menguji kekuatan tubuh, daya tahan, keseimbangan, serta kemampuan menarik dan mengendalikan lawan menggunakan sebuah tongkat. Federasi Internasional Mas-Wrestling mencatat Atajonov sebagai atlet Uzbekistan kelahiran 1995. Dalam kompetisi di Khiva pada 2021, namanya muncul di kategori hingga 80 kilogram dengan berat tercatat 79,7 kg. Ia juga tercantum dalam daftar peserta World Cup 2021 untuk kelas hingga 80 kg. Data ini memberikan petunjuk penting mengenai fondasi fisiknya: jauh sebelum Power Slap, Atajonov sudah memiliki pengalaman dalam olahraga yang menuntut kekuatan tubuh bagian atas dan kemampuan menghasilkan tenaga dari posisi yang stabil.
Perpindahan dari mas-wrestling menuju slap fighting membuat perjalanan Atajonov semakin menarik. Power Slap memiliki tuntutan yang sangat berbeda. Tidak ada pertukaran kombinasi pukulan seperti dalam tinju, takedown seperti gulat, ataupun submission seperti Brazilian jiu-jitsu. Yang menentukan adalah kemampuan menghasilkan satu serangan telapak tangan yang eksplosif, menjaga keseimbangan, mengatur waktu, dan kemudian tetap mampu bertahan ketika giliran lawan tiba. Fondasi olahraga kekuatan yang pernah dijalani Atajonov menjadi latar yang relevan untuk memahami transisinya, meski tidak ada sumber publik yang menjelaskan secara rinci kapan ia pertama kali mulai berlatih slap fighting atau siapa pelatihnya.
Kesempatan profesional akhirnya datang di Power Slap 16, yang berlangsung di Space42 Arena, Abu Dhabi, pada 24 Oktober 2025. Atajonov menghadapi petarung Amerika Serikat, Coltin “The Truth” Cole, dalam pertarungan Light Heavyweight tiga ronde. Pada penimbangan resmi, Atajonov berada di angka 202 pound, sedangkan Cole 205 pound. Menariknya, Atajonov memenangkan coin toss sehingga mendapatkan kesempatan untuk melakukan serangan pertama.
Debut itu menjadi panggung pembuktian yang sempurna. Atajonov mampu menghentikan Cole pada ronde kedua melalui TKO, memberinya kemenangan profesional pertama dalam olahraga slap fighting. Power Slap sendiri menggambarkan penampilannya sebagai sebuah debut yang sangat meyakinkan, sementara laporan resmi hasil pertandingan mengonfirmasi kemenangan “Scorpion” atas Cole. Dengan demikian, rekor profesional Power Slap Atajonov menjadi 1 kemenangan tanpa kekalahan.
Yang membuat penampilan tersebut semakin menarik adalah bagaimana Atajonov mampu mengubah pengalaman olahraga sebelumnya menjadi senjata dalam format pertarungan baru. Mas-wrestling mengajarkan pentingnya stabilitas, daya ledak, dan penggunaan seluruh tubuh untuk menghasilkan tenaga. Dalam Power Slap, prinsip menghasilkan tenaga dari tubuh yang kokoh juga sangat penting. Namun, slap fighting membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan. Seorang striker harus mampu membaca momentum, mengontrol posisi tubuh, menemukan titik kontak yang tepat, serta menjaga ketenangan ketika mengetahui bahwa dirinya akan menerima serangan penuh dari lawan.
Karena baru memiliki satu pertandingan profesional yang terverifikasi, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Atajonov memiliki gaya bertarung yang sudah sepenuhnya terbentuk. Tetapi hasil debutnya menunjukkan satu karakter yang jelas: kemampuan menghasilkan serangan yang cukup efektif untuk menghentikan pertandingan sebelum tiga ronde selesai. Ia juga tidak langsung berhadapan dengan lawan tanpa pengalaman. Cole sebelumnya sudah mempunyai beberapa penampilan Power Slap dan pernah bertanding di Power Slap 7. Karena itu, kemenangan Atajonov memberikan awal yang cukup kuat terhadap kariernya.
Saat ini, Atajonov berada di posisi #7 Light Heavyweight Power Slap, di belakang juara Ron Bata serta sejumlah nama seperti Logan Greenhalgh, Alan Klingbeil dan Layne Viernes. Posisi tersebut membuat kemenangan berikutnya menjadi sangat penting apabila ia ingin bergerak menuju persaingan gelar. Tantangan terbesarnya bukan lagi membuktikan bahwa ia mampu menang, melainkan menunjukkan konsistensi menghadapi lawan yang semakin berpengalaman.
Kisah Diyorbek Atajonov masih berada pada babak awal. Dari Khiva, pengalaman mas-wrestling hingga debut profesional yang berakhir dengan TKO, “Scorpion” telah menemukan jalan yang unik menuju panggung internasional. Rekornya memang baru 1-0, tetapi kemenangan atas Coltin Cole memberikan modal penting. Kini pertanyaannya bukan apakah Atajonov mampu menghasilkan satu kemenangan besar, melainkan apakah kekuatan dan pengalaman olahraga yang membentuk dirinya mampu membawa atlet Uzbekistan ini lebih jauh di dunia Power Slap. Untuk saat ini, satu hal sudah jelas: Scorpion telah memperkenalkan sengatannya.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda