Aleksandar Rakić: Petarung Austria Di UFC Light Heavyweight

Piter Rudai • 25/10/2026 • 4 min read
Aleksandar Rakić: Petarung Austria Di UFC Light Heavyweight

Jakarta – Di divisi light heavyweight UFC yang terkenal dengan petarung-petarung berfisik besar dan kemampuan striking eksplosif, Aleksandar Rakić menjadi salah satu nama yang menarik perhatian sejak kemunculannya di panggung utama MMA dunia. Dijuluki “Rocket”, petarung berdarah Serbia yang lahir dan besar di Austria ini dikenal melalui gaya bertarung agresif, tendangan keras, serta kemampuan menjaga jarak yang membuatnya menjadi ancaman bagi banyak lawan elite. Perjalanannya menuju UFC tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang sejak usia muda, ketika bela diri menjadi cara baginya untuk menyalurkan energi sekaligus membangun disiplin.

Aleksandar Rakić lahir pada 6 Februari 1992 di Vienna, Austria, dalam keluarga keturunan Serbia. Sejak kecil, ia memiliki ketertarikan terhadap olahraga dan sempat bermain sepak bola. Namun, karakter kompetitif dan energinya yang besar membuatnya menemukan jalur berbeda ketika mulai mengenal dunia bela diri. Pada usia 12 tahun, Rakić mulai berlatih boxing dan kickboxing, lalu menjalani pertandingan pertamanya saat berusia 14 tahun. Pengalaman tersebut menjadi fondasi awal kariernya. Sebelum beralih ke MMA, ia telah mengumpulkan puluhan pertandingan kickboxing dan bahkan pernah menjadi juara kickboxing tingkat Austria.

Ketika memasuki usia dewasa, Rakić mencari tantangan baru dan memutuskan berpindah ke mixed martial arts (MMA). Peralihan tersebut membuatnya harus mengembangkan kemampuan yang lebih lengkap, tidak hanya mengandalkan striking tetapi juga grappling, wrestling, dan pertahanan bawah. Ia kemudian memperoleh sabuk cokelat Brazilian Jiu-Jitsu dan membangun gaya bertarung yang menggabungkan dasar kickboxing dengan kemampuan MMA modern. Baginya, pertarungan bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi tentang kecerdasan membaca lawan, mengatur ritme, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menciptakan kerusakan.

Rakić memulai karier profesional MMA pada 2011. Pada tahap awal, ia berkompetisi di organisasi regional Eropa, termasuk Final Fight Championship (FFC), sambil membangun reputasi sebagai salah satu prospek berbakat dari kawasan tersebut. Meskipun mengalami kekalahan pada debut profesionalnya, ia segera bangkit dan menunjukkan perkembangan pesat. Kombinasi kemampuan striking elite dan fisik atletis membuatnya menjadi salah satu petarung yang mulai diperhatikan oleh pencari bakat UFC.

Kesempatan terbesar datang ketika Rakić menandatangani kontrak dengan UFC. Debutnya terjadi pada 2 September 2017 menghadapi Francimar Barroso. Ia berhasil meraih kemenangan melalui keputusan juri dan memulai perjalanan panjangnya di organisasi MMA terbesar dunia. Setelah itu, “Rocket” menunjukkan perkembangan signifikan dengan kemenangan atas Justin Ledet, Devin Clark, dan Jimi Manuwa. Kemenangan atas Manuwa pada UFC Stockholm 2019 menjadi salah satu momen paling berkesan karena Rakić mengakhiri pertarungan hanya dalam 42 detik melalui knockout spektakuler.

Performa impresif tersebut membawa Rakić masuk dalam persaingan papan atas light heavyweight. Ia kemudian menghadapi nama-nama besar seperti Volkan Oezdemir, Anthony Smith, dan Thiago Santos. Kemenangan atas Anthony Smith dan Thiago Santos menjadi bukti bahwa ia mampu bersaing dengan mantan penantang gelar UFC. Pada periode tersebut, Rakić dianggap sebagai salah satu kandidat kuat menuju perebutan sabuk juara karena kombinasi usia, kemampuan teknik, dan gaya bertarungnya yang berbahaya.

Namun, perjalanan menuju puncak menghadirkan tantangan besar. Pada 2022, Rakić menghadapi mantan juara UFC Jan Błachowicz dan mengalami kekalahan setelah mengalami cedera lutut pada ronde ketiga. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani pemulihan panjang dan absen hampir dua tahun dari kompetisi. Masa rehabilitasi menjadi salah satu ujian terbesar dalam kariernya, bukan hanya secara fisik tetapi juga mental. Rakić harus membangun kembali kepercayaan dirinya sebelum kembali menghadapi level persaingan tertinggi.

Ia kembali ke oktagon pada UFC 300 menghadapi mantan juara Jiří Procházka, kemudian menghadapi Magomed Ankalaev di UFC 308. Meskipun hasil pertandingan tersebut belum sepenuhnya sesuai harapan, laga-laga itu menunjukkan bahwa Rakić tetap mampu bersaing melawan petarung elite dunia. Ia juga melakukan perubahan dalam persiapan dengan mencari lingkungan latihan baru dan meningkatkan pendekatan strateginya untuk kembali menjadi penantang serius.

Bertanding di kelas light heavyweight (205 pound atau sekitar 93 kg), Rakić memiliki rekor profesional 14 kemenangan dan 5 kekalahan menurut catatan UFC pada periode terbaru. Dari 14 kemenangan tersebut, sembilan diraih melalui knockout dan satu melalui submission, memperlihatkan bahwa kekuatan striking menjadi senjata utamanya. Ia juga dikenal memiliki jangkauan panjang dengan reach sekitar 78 inci yang sangat mendukung gaya bertarungnya.

Gaya bertarung Rakić sangat dipengaruhi oleh latar belakang kickboxing. Ia memiliki tendangan kaki yang kuat, terutama low kick dan head kick, serta kemampuan menjaga jarak dengan pergerakan cepat. Ia tidak selalu mencari pertarungan jarak dekat, melainkan menggunakan footwork, timing, dan serangan eksplosif untuk menghukum lawan yang melakukan kesalahan. Selain itu, perkembangan grappling membuatnya lebih sulit dijatuhkan dibandingkan striker murni.

Dalam latihan, Rakić dikenal sebagai atlet yang sangat disiplin dalam mengembangkan kemampuan fisik dan teknik. Ia berlatih bersama tim seperti American Top Team Zagreb dan terus menyesuaikan metode latihannya untuk menghadapi lawan berbeda. Mentalitasnya dibangun dari keyakinan bahwa seorang petarung harus terus berkembang. Baginya, kemenangan bukan hanya hasil akhir, tetapi proses panjang dari latihan, evaluasi, dan kemampuan bangkit menghadapi tekanan.

Dari seorang anak Vienna yang menemukan jalan hidup melalui kickboxing hingga menjadi salah satu petarung papan atas UFC, Aleksandar Rakić membuktikan bahwa perjalanan menuju level elite membutuhkan lebih dari sekadar bakat. Dengan julukan “Rocket”, ia membawa identitas sebagai petarung eksplosif yang selalu mencari perkembangan baru. Meskipun menghadapi berbagai hambatan dalam kariernya, ambisi Rakić untuk bersaing di level tertinggi tetap menjadi bagian utama dari perjalanan panjangnya di dunia MMA

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...