Jakarta – Sepak bola Inggris tidak hanya dikenal karena kemegahan Premier League, tetapi juga karena romansa dan sejarah panjang yang tersimpan dalam The Football Association Challenge Cup, atau yang lebih dikenal sebagai FA Cup. Sejak pertama kali digulirkan pada musim 1871-1872, turnamen ini telah menjadi panggung bagi drama, kejutan, dan dominasi klub-klub besar. Sebagai kompetisi sepak bola tertua di dunia, mengangkat trofi FA Cup adalah simbol prestise yang sangat dihormati. Hingga tahun 2026, peta kekuatan di kompetisi ini masih didominasi oleh klub-klub raksasa, dengan Arsenal tetap berdiri kokoh di puncak singgasana sebagai penguasa absolut turnamen ini.
Arsenal: Sang Penguasa dari London Utara
Berbicara tentang FA Cup adalah berbicara tentang sejarah kesuksesan Arsenal. Klub berjuluk The Gunners ini memegang rekor sebagai tim dengan koleksi gelar juara terbanyak dalam sejarah kompetisi, yakni sebanyak 14 trofi. Dominasi Arsenal di ajang ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan, melainkan hasil dari konsistensi lintas generasi.
Gelar perdana Arsenal diraih pada tahun 1930 di bawah asuhan pelatih legendaris Herbert Chapman, saat mereka mengalahkan Huddersfield Town. Namun, masa keemasan sesungguhnya bagi Arsenal di FA Cup terjadi pada era manajer Arsene Wenger. Pelatih asal Prancis tersebut berhasil mengubah Arsenal menjadi spesialis kompetisi piala, di mana ia sendiri mencatatkan rekor sebagai manajer dengan koleksi gelar FA Cup terbanyak (7 gelar). Gelar ke-14 yang mereka raih pada tahun 2020 setelah mengalahkan Chelsea di final membuktikan bahwa meskipun performa mereka di liga sempat naik turun, DNA Arsenal tetaplah sangat kuat di kompetisi sistem gugur ini. Keberhasilan ini membuat mereka melampaui catatan klub manapun di tanah Inggris.
Manchester United: Mengejar dari Belakang
Tepat di bawah Arsenal, raksasa Manchester United menempati posisi kedua sebagai klub tersukses di FA Cup. Hingga saat ini, Setan Merah telah mengoleksi 13 gelar juara. United pernah lama memegang status sebagai penguasa kompetisi ini sebelum akhirnya disalip oleh Arsenal pada dekade terakhir. Sejarah United di FA Cup sangatlah berwarna, mulai dari kemenangan emosional mereka pada tahun 1948 pasca-perang hingga dominasi mereka di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.
Salah satu momen yang paling diingat oleh para penggemar adalah ketika Manchester United meraih gelar FA Cup pada tahun 2024. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah koleksi trofi mereka, tetapi juga mendekatkan jarak dengan Arsenal menjadi hanya selisih satu gelar. United memiliki hubungan yang unik dengan FA Cup; mereka sering kali menjadikan kompetisi ini sebagai batu pijakan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di level liga maupun Eropa. Dengan skuad yang kompetitif dan sejarah yang kuat, United selalu menjadi ancaman serius bagi rekor yang dipegang oleh Arsenal.
Persaingan Ketat di Papan Tengah Klasemen Juara
Setelah Arsenal dan Manchester United, terdapat persaingan yang sangat sengit di antara tiga klub besar lainnya, yakni Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur. Ketiga klub ini masing-masing telah mengoleksi 8 gelar juara FA Cup.
Chelsea memulai era keemasan mereka di kompetisi ini pada awal milenium baru. Sebagian besar gelar mereka diraih pada periode 2000-an hingga 2018, yang menunjukkan betapa seriusnya mereka dalam mengejar prestasi di kompetisi domestik. Sementara itu, Liverpool, meski lebih sering dikenal karena dominasi mereka di Eropa, tetap memiliki catatan impresif di FA Cup. Kemenangan terakhir mereka pada tahun 2022 membuktikan bahwa tim asuhan manajer sekaliber Jurgen Klopp pun tetap memprioritaskan turnamen ini.
Di sisi lain, Tottenham Hotspur memiliki sejarah yang cukup klasik di FA Cup. Sebagian besar gelar Spurs diraih di era 60-an dan 80-an, di mana mereka dikenal sebagai tim yang selalu tampil apik di final. Meskipun mereka sudah cukup lama tidak mengangkat trofi ini sejak terakhir kali pada tahun 1991, warisan sejarah mereka sebagai salah satu penguasa awal FA Cup tetap tidak bisa diabaikan.
Evolusi Kekuatan Baru: Manchester City dan Aston Villa
Di bawah kelompok delapan gelar, terdapat Manchester City dan Aston Villa yang sama-sama mengoleksi 7 gelar juara. Manchester City menunjukkan lonjakan prestasi yang luar biasa dalam satu dekade terakhir. Di bawah kepemimpinan Pep Guardiola, City tidak hanya mendominasi Premier League, tetapi juga berhasil menambah koleksi FA Cup mereka secara signifikan, termasuk kemenangan mereka pada tahun 2023.
Aston Villa, meskipun sudah sangat lama tidak mencicipi gelar juara FA Cup—terakhir pada tahun 1957—tetap masuk dalam daftar elite ini karena kesuksesan mereka di masa lampau. Villa adalah kekuatan dominan di era awal sepak bola Inggris, dan banyaknya trofi yang mereka miliki menjadi pengingat akan sejarah panjang klub asal Birmingham tersebut. Selain mereka, nama-nama seperti Newcastle United dan Blackburn Rovers juga menghiasi daftar sejarah dengan koleksi 6 gelar juara.
Makna FA Cup di Tengah Modernisasi Sepak Bola
Hingga tahun 2026, FA Cup terus membuktikan diri sebagai kompetisi yang magis. Keberhasilan tim seperti Crystal Palace yang merayakan gelar perdana mereka pada tahun 2025 memberikan warna baru bahwa di luar dominasi “The Big Six”, kejutan selalu mungkin terjadi. Namun, dominasi Arsenal dengan 14 trofi dan Manchester United dengan 13 trofi tetap menjadi standar emas yang sulit dijangkau.
Bagi klub-klub di Inggris, memenangkan FA Cup bukan hanya tentang menambah jumlah piala di lemari pajangan, tetapi juga tentang menjaga tradisi. Di tengah jadwal yang semakin padat dan prioritas pada kompetisi kontinental, FA Cup tetap menjadi simbol “kemurnian” sepak bola Inggris di mana tim dari divisi bawah bisa bermimpi melawan raksasa, dan para raksasa terus bertarung untuk memperebutkan gelar penguasa di tanah kelahirannya sendiri. Sejarah panjang ini akan terus berlanjut, dan setiap musim barunya selalu menjanjikan kesempatan bagi klub untuk menuliskan nama mereka sejajar dengan para legenda di kompetisi tertua di dunia ini.
(EA/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda