Lenny Blasi: Mesin KO Italia Di ONE Championship

Piter Rudai 25/08/2026 3 min read
Lenny Blasi: Mesin KO Italia Di ONE Championship

Jakarta – Dari Sesto San Giovanni, kawasan metropolitan Milan, muncul seorang petarung muda yang namanya mulai dikenal jauh melampaui Italia. Lenny Blasi lahir pada 29 Juni 2004 di Milan dan berlatih bersama Team Calzolari. Bertubuh sekitar 185 cm dengan gaya orthodox, Blasi tumbuh menjadi salah satu wajah menarik dari generasi baru Muay Thai Italia. Julukan yang melekat kepadanya, “Italian KO Machine”, menggambarkan reputasinya di atas ring: agresif, berani bertukar serangan, dan memiliki kemampuan menyelesaikan pertandingan dengan serangan bertubi-tubi.

Perjalanan Blasi menuju panggung profesional berlangsung di tengah perkembangan Muay Thai Italia yang semakin serius. Ia ditempa di Team Calzolari, salah satu lingkungan latihan yang aktif melahirkan petarung kompetitif. Pada November 2022, namanya tercatat memenangkan seleksi Road to Bangkok kelas 65 kg dengan mengalahkan Vittorio Bianchini melalui keputusan juri. Beberapa bulan kemudian, ia mendapatkan kesempatan bertarung untuk gelar Eropa ISKA melawan juara Spanyol Pelayo Ventoso. Blasi memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sempurna: pada Ring War 8 di Sesto San Giovanni, Mei 2023, ia menghentikan Ventoso melalui TKO ronde kedua dan merebut gelar Eropa ISKA Muay Thai kelas -65 kg.

Keberhasilan tersebut menjadi pintu menuju ONE Friday Fights, kompetisi yang mempertemukan petarung-petarung Muay Thai dari berbagai negara di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok. Debut Blasi di ONE terjadi pada Agustus 2023 menghadapi petarung Thailand, Suablack Tor Pran49. Ia memang kalah melalui TKO pada ronde ketiga, tetapi pengalaman menghadapi salah satu striker Thailand yang berbahaya menjadi bagian penting dari proses pendewasaannya. Hanya dua pertandingan kemudian, Blasi memberikan jawaban yang jauh lebih keras. Pada ONE Friday Fights 38, 27 Oktober 2023, ia menghadapi Nonthakit Tor Morsri dan mencetak kemenangan KO pada ronde ketiga. ONE sendiri menggambarkan pertarungan tersebut sebagai duel sengit, sementara reputasi Blasi sebagai petarung yang mampu menghasilkan momen spektakuler semakin menguat.

Akan tetapi, jalannya tidak selalu mulus. Pada Desember 2023, Blasi kembali bertarung di ONE Friday Fights 44 dan harus menerima kekalahan melalui keputusan mutlak dari Ferzan Çiçek. Setelah itu, ia memperluas pengalamannya di luar ONE. Pada Agustus 2025, dalam Thai Fight League 82, ia mencetak kemenangan KO ronde pertama atas Liger Lookmahathat. Momentum tersebut membawanya kembali ke ONE. Pada November 2025, Blasi mengalahkan Ilyas Musaev melalui keputusan mutlak di ONE Friday Fights 134. Tiga bulan kemudian, ia kembali menang atas Katsuki Kitano pada ONE Friday Fights 144, juga melalui keputusan mutlak. Dua kemenangan beruntun itu menunjukkan bahwa Blasi tidak hanya mengandalkan kekuatan untuk mencari KO, tetapi juga mampu menjalani pertarungan tiga ronde dengan disiplin dan konsistensi.

Gaya bertarung Blasi sangat mudah dikenali. K-1 menggambarkannya sebagai petarung dengan KO rate tinggi yang berubah menjadi sosok agresif ketika memasuki ring, dengan serangan pukulan beruntun seperti badai. ONE juga menyebutnya membawa pendekatan all-action brawling, sebuah gaya bertarung aktif yang mengandalkan keberanian untuk menekan dan menciptakan pertukaran serangan. Namun, kemenangan atas Musaev dan Kitano memperlihatkan perkembangan penting: Blasi mulai menunjukkan bahwa ia bisa memenangkan pertandingan melalui pengaturan tempo, tekanan berkelanjutan, dan pengambilan keputusan, bukan semata-mata menunggu satu pukulan penentu.

Mentalitas kompetitifnya terlihat dari keberaniannya kembali ke panggung internasional setelah mengalami kekalahan. Blasi tidak membangun karier dengan menghindari lawan berbahaya. Sebaliknya, sejak usia muda ia sudah menghadapi petarung Thailand dan kemudian masuk ke lingkungan kompetisi ONE yang sangat ketat. Tantangan terbesarnya adalah mempertahankan agresivitas tanpa kehilangan ketenangan teknis. Bagi petarung dengan reputasi KO Machine, kemampuan bertarung penuh tiga ronde seperti yang ditunjukkannya pada 2025–2026 justru menjadi tanda bahwa permainannya semakin lengkap.

Hingga pertengahan 2026, catatan ONE Championship pada halaman atletnya mencantumkan 3 kemenangan dan 2 kekalahan dalam lima penampilan di ONE, dengan satu kemenangan KO dan dua kemenangan keputusan. Sementara basis data Muay Thai Records mencatat 4-2-0 dari pertandingan yang mereka dokumentasikan, sehingga angka tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai keseluruhan rekor profesional Blasi. K-1 juga mencatat rekam jejak karier yang jauh lebih panjang, yakni 39 pertandingan, 26 kemenangan, 10 kekalahan, dan 3 seri, serta gelar ISKA Muay Thai Eropa kelas -65 kg. Perbedaan angka ini menunjukkan bahwa statistik combat sports sering bergantung pada aturan, promosi, dan pertandingan yang dimasukkan masing-masing database.

Puncak babak berikutnya datang ketika Blasi dijadwalkan menghadapi Worapon Lukjaoporongtom dalam main event ONE Friday Fights 159 pada 19 Juni 2026. Pertarungan tersebut menjadi ujian besar bagi petarung Italia itu sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa reputasinya bukan sekadar hasil dari KO spektakuler. Di usia yang masih sangat muda, Blasi sudah memiliki pengalaman menghadapi lawan dari berbagai negara, gelar Eropa, serta panggung internasional. Perjalanannya menunjukkan satu hal yang jelas: Lenny Blasi bukan lagi sekadar prospek dari Italia, melainkan petarung yang sedang membangun identitasnya di panggung Muay Thai dunia.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...