Masih Pandemi, Berolahraga Perlu Pakai Masker?

Boas Simanjuntak 19/08/2022 3 min read
Masih Pandemi, Berolahraga Perlu Pakai Masker?

Di bulan-bulan awal pandemi Covid-19, selain kebijakan di rumah saja, banyak aktivitas fisik seperti olahraga jadi terbatas. Ada juga orang-orang yang berpikir, bahwa dengan berolahraga di luar ruangan, tidak akan terpapar virus Corona. Mengutip penjelasan dokter spesialis kedokteran olahraga Sophia Hage, kita masih bisa terus berolahraga di masa pandemi dengan tetap memakai masker. 

Dokter Sophia mengingatkan, bahwa tujuan berolahraga adalah untuk sehat, bukan untuk bergaya dengan menunjukkan kepada orang lain, berapa kecepatan saat berolahraga. Dengan berolahraga, kita bisa meningkatkan kebutuhan oksigen pada tubuh. Karena kebutuhan oksigen meningkat, maka tubuh kita punya cara untuk kompensasi. Dengan frekuensi napas yang bertambah, maka denyut nadi dan tekanan darah pun akan naik. Sementara, menggunakan masker mengurangi sirkulasi oksigen ke hidung. 

Lalu, pilihannya jangan pakai masker? Tergantung pada tingkat kebugaran dan risiko kesehatan kita. Kompensasi yang dilakukan oleh tubuh kita, biasanya masih bisa ditolerir, jadi tidak akan membuat fatal. Tetap menggunakan masker saat berolahraga adalah pilihan bijak. Namun, lebih baik pilih jenis olahraga dengan intensitas sedang. Mengukur intensitas tersebut mudah. Apabila kita masih bisa ngobrol saat berolahraga, tidak ngos-ngosan, apalagi terasa sesak atau engap. Jadi jika kita berolahraga memakai masker sudah terasa engap, artinya apa yang kita lakukan sudah kelewatan dan tidak sesuai dengan kemampuan tubuh. 

Di masa pandemi yang belum berakhir, mengurangi risiko menularkan dan tertular virus adalah alasan terbaik, tetap menggunakan masker saat berolahraga. Tentu, jenis olahraga yang intensitasnya sedang. Dokter Sophia menekankan sebuah hal yang penting, saat menggunakan masker dan berolahraga, yaitu: turunkan kecepatan saat berolahraga, bukan menurunkan masker. Jika perlu, jeda sebentar, minum, lalu lanjut berolahraga lagi.

Foto: Ellessco

Jika tanpa menggunakan masker saat berolahraga memang sudah merasa sesak, ini berarti pilihan olahraganya yang harus dipertimbangkan. Salah satu pilihan adalah jalan kaki, yang intensitasnya bisa dinaikkan menjadi jalan cepat. Mengenali risiko kesehatan dan kondisi tubuh kita sendiri adalah tahapan penting sebelum mulai berolahraga. 

Sebagai dokter timnas panjat tebing Indonesia, dokter Sophia memberikan panduan sederhana dengan tujuh pertanyaan. Mengenali diri sendiri, supaya aman saat berolahraga. Jika ada satu jawaban ‘iya’, maka ia menyarankan untuk melakukan olahraga di dalam ruangan. Jika tetap memilih melakukan olahraga di luar ruangan, ia kembali mengingatkan untuk tetap menggunakan masker dan sebaiknya, intensitas olahraganya dari yang rendah hingga sedang. 

Ketujuh pertanyaan tersebut, adalah:

  1. Apakah dokter pernah menyatakan anda menderita penyakit jantung serta harus melakukan aktivitas fisik sesuai yang direkomendasikan?
  2. Apakah anda pernah merasakan nyeri dada pada waktu melakukan aktivitas fisik?
  3. Apakah anda pernah merasakan nyeri dada pada waktu tidak melakukan aktivitas fisik?
  4. Apakah anda pernah kehilangan keseimbangan karena pusing?
  5. Apakah anda pernah pingsan?
  6. Apakah anda pernah mempunyai masalah pada tulang atau persendian yang bertambah parah saat melakukan aktivitas fisik?
  7. Apakah dokter memberikan resep kepada anda untuk tekanan darah tinggi dan/atau penyakit jantung?

Dengan panduan dasar tersebut, dokter Sophia menganjurkan agar, berolahraga lah di dalam ruangan, alias di rumah saja. Tetapi, jika tetap ingin berolahraga di luar ruangan, tidak ada alasan untuk tidak menggunakan masker. Syarat tambahan yang diingatkan olehnya, jika tidak menggunakan masker adalah, jika memilih olahraga lari, perhatikan jarak 3-4 meter dan jika memilih olahraga bersepeda, perhatikan jarak 10-20 meter. 

Tentu hal tersebut, adalah pilihan terakhir dengan risiko yang harus diperhitungkan. Dokter Sophia menambahkan, walaupun berolahraga di dalam ruangan, pusat kebugaran adalah tempat yang masuk berisiko tinggi terpapar virus. Yang harus dilakukan adalah pakai masker, bersihkan alat-alat kebugaran pada saat sebelum dan sesudah digunakan.

(BS/timKB)

Sumber Foto: Verywellfit

 

Loading next article...