Jakarta – Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang paling populer di Indonesia. Di balik kepopuleran tersebut, terdapat sosok-sosok legendaris yang telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan sepak bola tanah air. Salah satu legenda sepak bola Indonesia yang tak terlupakan adalah Robby Darwis, seorang pemain sepak bola yang terkenal pada tahun 1990-an dan merupakan salah satu bintang Persib Bandung pada era tersebut.
Robby Darwis dilahirkan pada tanggal 30 Oktober 1964 di Bandung, Jawa Barat. Sejak usia muda, ia sudah menunjukkan bakat luar biasa dalam bermain sepak bola. Pada usia 17 tahun, Robby Darwis sudah bergabung dengan tim Persib Bandung senior. Keberhasilannya masuk tim Persib senior tidak lepas dari peran Marek Janota, pelatih sekaligus pemandu bakat nomor satu dari Polandia yang menemukannya.

Debut Robby Darwis bersama Persib Bandung berlangsung dalam pertandingan melawan tim asal Korea Selatan. Dan kehadiran Robby Darwis di tim Persib Junior yang berlaga pada kompetisi Piala Suratin tahun 1982/1983 juga menjadi sorotan. Di tim Persib Junior tersebut, Robby termasuk yang paling muda.
Kesuksesan Robby Darwis tak hanya diraih di tingkat klub, tetapi juga di level internasional. Pada tahun 1986, setelah empat tahun bermain bersama Persib Bandung, ia berhasil menjadi pemain nasional Indonesia. Robby Darwis bermain untuk timnas Indonesia selama 11 tahun hingga tahun 1997 dan bahkan dipercaya sebagai kapten tim. Prestasi terbesarnya bersama timnas adalah saat berhasil mempersembahkan medali emas di dua ajang SEA Games pada tahun 1987 dan 1991.
Prestasi Robby Darwis di dunia sepak bola tidak hanya terbatas di dalam negeri. Pada tahun 1989, ia mendapatkan kontrak dari klub Kelantan FC di Malaysia. Hal ini menjadikan Robby sebagai pemain Persib pertama yang bergabung dengan klub luar negeri. Namun, perjalanan Robby Darwis di Liga Malaysia tidak berjalan mulus. Ia hanya bermain selama tiga bulan karena terkena hukuman akibat dituduh memukul pemain lawan dalam suatu pertandingan. Akibat hukuman tersebut, Robby diskors selama tiga bulan dan dilarang memperkuat tim Indonesia di SEA Games.
Terdapat rumor yang menyebutkan bahwa hukuman tersebut sengaja dijatuhkan oleh Malaysia untuk menghalangi Robby Darwis tampil di SEA Games. Meskipun menghadapi hambatan tersebut, setelah menjalani hukuman, Robby kembali membela Persib Bandung dan berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi perserikatan terakhir pada tahun 1993. Tahun berikutnya, Robby bersama tim Persib Bandung meraih gelar juara Liga Indonesia I.

Selain kehebatan teknikal dan strategi permainan, Robby Darwis juga memiliki julukan yang melekat padanya. Saat Robby Darwis sedang bersiap untuk maju meninggalkan lini pertahanan, para suporter Persib Bandung sering berteriak “halik ku aing!”, yang dalam bahasa Sunda berarti “menyingkir, biar sama saya!” Hal ini dikarenakan Robby memiliki kebiasaan untuk langsung membawa bola sendiri ke depan hingga terjadi gol. Julukan tersebut mencerminkan keterampilan dan keberanian Robby Darwis dalam mengatasi lawan-lawannya di lapangan.
Setelah pensiun sebagai pemain, Robby Darwis tidak berhenti berkontribusi dalam dunia sepak bola Indonesia. Pada tahun 2007, ia diangkat menjadi asisten pelatih Persib Bandung dalam Liga Indonesia. Peran dan pengalamannya sebagai mantan pemain berpengaruh positif dalam membimbing dan mengembangkan bakat-bakat muda di klub tersebut.
Tahun 2010 merupakan momen penting dalam karir kepelatihan Robby Darwis. Ia menjadi pelatih sementara Persib Bandung, menggantikan Jaya Hartono yang mengundurkan diri. Keberhasilan dan dedikasinya sebagai pelatih sementara membuatnya dipercaya untuk menjadi pelatih tetap Persib pada tahun 2011. Robby Darwis mengemban tanggung jawab besar dalam mengarahkan tim Persib Bandung untuk meraih prestasi yang gemilang dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Di luar lapangan, Robby Darwis adalah pribadi yang rendah hati dan menghargai penggemar serta komunitas sepak bola. Ia sering terlibat dalam kegiatan amal dan sosial yang berkaitan dengan sepak bola, seperti mengadakan klinik dan workshop bagi pemain muda. Keberhasilan dan reputasinya sebagai pemain dan pelatih telah menjadikan Robby Darwis sebagai salah satu ikon sepak bola Indonesia.
(EA/timKB).
Sumber foto: pikiran-rakyat.com