Jakarta – Dari Chaiyaphum, salah satu provinsi di kawasan timur laut Thailand, muncul nama yang perlahan mulai menarik perhatian di panggung Muay Thai internasional: Kajornklai Sor Sor Toipadriew. Lahir pada 13 Januari 2002, Kajornklai kini berusia 24 tahun dan memiliki postur sekitar 170 cm dengan berat tanding di kisaran 65–66 kg. Ia berlatih di Sor Sor Toipadriew Gym, sasana yang juga melekat pada namanya. Belum memiliki julukan resmi yang tercatat, Kajornklai justru membangun identitasnya melalui performa di atas ring. Data yang tersedia mencatat rekor profesionalnya 4 kemenangan dan 1 kekalahan, dengan tiga kemenangan melalui KO/TKO dan satu lewat keputusan.
Seperti banyak petarung Thailand, perjalanan Kajornklai menuju panggung besar tidak dimulai di arena internasional. Ia lebih dahulu mengasah kemampuan melalui pertandingan Muay Thai domestik sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di ONE Championship. Rekor yang tercatat menunjukkan dua kemenangan pertamanya terjadi pada penghujung 2025. Pada 26 November 2025, ia menghentikan Prabpramlek Chor.Wasan melalui KO pada ronde pertama dalam ajang S New Power Group. Sebulan kemudian, tepat 31 Desember, Kajornklai kembali meraih kemenangan, kali ini dengan KO/TKO ronde ketiga atas Kongsuek Diana Samart. Dua hasil tersebut menjadi modal penting sebelum ia melangkah ke level yang lebih tinggi.
Kesempatan itu datang pada ONE Friday Fights 139, 23 Januari 2026, di Lumpinee Stadium, Bangkok. Kajornklai melakukan debut ONE melawan Dunk Lukporphayasua dalam pertarungan Muay Thai kelas bantamweight. Debut tersebut menjadi panggung pembuktian yang tidak disia-siakannya. Kajornklai mencatat kemenangan TKO pada ronde kedua setelah menghasilkan tiga knockdown dalam pertarungan tersebut. ONE Championship sendiri mengabadikan penampilannya sebagai kemenangan TKO dalam debut ONE, sebuah awal yang langsung memberikan kesan kuat.
Namun, perjalanan di ONE segera memperlihatkan sisi lain olahraga tarung. Pada ONE Friday Fights 146 tanggal 13 Maret 2026, Kajornklai menghadapi Singharat SitKhuntap. Kali ini ia harus menerima kekalahan melalui KO pada ronde kedua. Kekalahan tersebut menjadi noda pertama dalam rekor profesionalnya setelah empat kemenangan beruntun sejak akhir 2025. Lebih penting lagi, hasil itu menjadi pengalaman berharga bagi petarung yang baru memasuki panggung internasional: di level ONE, satu kesalahan dapat mengubah jalannya pertarungan dalam hitungan detik.
Kajornklai kemudian menunjukkan kemampuan bangkit dengan cara yang cukup matang. Pada ONE Friday Fights 157, 5 Juni 2026, ia berhadapan dengan Lamnamkhong BS Muaythai dalam pertarungan bantamweight. Kali ini tidak ada kemenangan cepat. Kajornklai harus melewati tiga ronde dan akhirnya dinyatakan menang melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut penting karena menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya bergantung pada kekuatan untuk mencari penyelesaian. Ia mampu bertahan dalam pertarungan penuh, menjaga efektivitas hingga akhir, sekaligus mengamankan kemenangan melalui penilaian juri.
Dari lima pertandingan profesional yang terdokumentasi, pola karier Kajornklai cukup menarik. Ia memiliki empat kemenangan, tiga di antaranya lewat KO/TKO, serta satu kemenangan keputusan. Dua kemenangan awalnya terjadi sebelum memasuki ONE, sementara di organisasi tersebut ia telah mengumpulkan dua kemenangan dan satu kekalahan. Secara keseluruhan, tingkat kemenangannya mencapai 80 persen dan 75 persen dari kemenangan itu berakhir melalui KO/TKO. Rekor ONE-nya sendiri tercatat 2-1, dengan satu TKO dan satu kemenangan keputusan.
Statistik tersebut memberikan gambaran mengenai karakter bertarung Kajornklai. Ia tampak memiliki kecenderungan untuk mencari penyelesaian ketika kesempatan terbuka, tetapi kemenangan atas Lamnamkhong memperlihatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan pertarungan yang berlangsung hingga tiga ronde. Karena data teknis publik mengenai stance, pola latihan harian, maupun metode persiapan spesifiknya masih terbatas, tidak tepat menyematkan gaya tertentu secara terlalu definitif. Yang dapat terlihat dari rekornya adalah kombinasi antara agresivitas untuk mencari penghentian dan kemampuan menjaga performa ketika pertarungan harus diselesaikan melalui keputusan.
Bagi Kajornklai, tantangan terbesar berikutnya adalah membuktikan bahwa kemenangan bukan sekadar momentum awal. Kekalahan dari Singharat menjadi pengingat bahwa level ONE memiliki tuntutan berbeda, sementara kemenangan atas Lamnamkhong menunjukkan bahwa ia mampu merespons kemunduran dengan hasil positif. Mentalitas seperti inilah yang akan menjadi modal penting dalam perkembangan kariernya. Sebagai petarung muda dari Chaiyaphum, ia masih berada pada tahap awal perjalanan dan memiliki ruang besar untuk memperkaya pengalaman, mempertajam teknik, serta membangun identitasnya sendiri di antara para petarung bantamweight.
Belum memiliki julukan besar ataupun karier panjang di ONE, Kajornklai mungkin belum termasuk nama paling populer di Muay Thai dunia. Namun, rekornya memberikan alasan untuk memperhatikannya. Empat kemenangan dari lima laga, tiga kemenangan melalui KO/TKO, debut ONE yang berakhir dengan penghentian, pengalaman menerima kekalahan KO, lalu bangkit melalui kemenangan keputusan—semuanya membentuk fondasi perjalanan yang menarik. Jika perkembangan tersebut terus berlanjut, Kajornklai Sor Sor Toipadriew berpotensi mengubah namanya dari petarung muda asal Chaiyaphum menjadi salah satu wajah baru yang patut diperhitungkan di divisi bantamweight Muay Thai ONE Championship.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda