Para Legenda Tembok Kokoh Azzurri

Bambang Parikesit 19/08/2026 3 min read
Para Legenda Tembok Kokoh Azzurri

Jakarta – Italia dikenal sebagai salah satu negara dengan tradisi penjaga gawang terbaik dalam sejarah sepak bola. Dari generasi awal seperti Gianpiero Combi hingga era modern Gianluigi Donnarumma, posisi nomor satu selalu menjadi bagian penting dari kekuatan Azzurri. FIFA bahkan mencatat bahwa Italia memiliki sejarah panjang dalam melahirkan kiper kelas dunia, termasuk Combi, Aldo Olivieri, Dino Zoff, Gianluigi Buffon hingga Donnarumma.

Gianpiero Combi merupakan salah satu pionir terbesar di bawah mistar Italia. Ia menjadi penjaga gawang utama ketika Azzurri memenangkan Piala Dunia 1934 di kandang sendiri. Combi juga tercatat sebagai kapten Italia dalam turnamen tersebut. Bersama generasi emas Italia era 1930-an, ia menjadi bagian dari fondasi tradisi kiper tangguh yang kemudian terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Nama besar lainnya adalah Aldo Olivieri, penjaga gawang yang turut mengantarkan Italia mempertahankan gelar Piala Dunia pada 1938. Olivieri dikenal sebagai sosok yang tenang dan memiliki refleks luar biasa. Ia menjadi salah satu dari empat penjaga gawang Italia yang pernah bermain dalam skuad yang memenangkan Piala Dunia, bersama Combi, Dino Zoff dan Buffon.

Namun, jika berbicara tentang legenda terbesar Italia di bawah mistar, Dino Zoff hampir selalu berada di urutan teratas. Zoff memperkuat Italia sebanyak 112 kali, memenangkan Euro 1968 dan kemudian menjadi kapten ketika Azzurri menjuarai Piala Dunia 1982. Yang membuat kisahnya semakin luar biasa, Zoff mengangkat trofi Piala Dunia pada usia 40 tahun 133 hari, dan hingga kini masih menjadi pemain tertua yang pernah memenangkan Piala Dunia.

Era 1990-an kemudian melahirkan Walter Zenga, salah satu kiper paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Pada Piala Dunia 1990 di Italia, Zenga tampil luar biasa dan mencatat lima pertandingan tanpa kebobolan secara beruntun sejak fase grup hingga perempat final. Ia bahkan mencatat rekor 517 menit tanpa kebobolan dalam satu edisi Piala Dunia, sebelum akhirnya gawangnya ditembus Claudio Caniggia di semifinal melawan Argentina.

Gianluca Pagliuca juga menjadi sosok penting pada era tersebut. Ia mengambil alih posisi utama Italia setelah Piala Dunia 1990 dan menjadi kiper nomor satu pada Piala Dunia 1994. Pagliuca membawa Azzurri hingga final di Amerika Serikat, di mana Italia akhirnya kalah dari Brasil melalui adu penalti. Empat tahun kemudian, ia kembali tampil di Piala Dunia 1998 dan menjadi bagian dari skuad Italia yang tersingkir oleh Prancis melalui adu penalti di perempat final.

Setelah generasi Zenga dan Pagliuca, Italia menemukan sosok yang kemudian menjadi standar baru bagi penjaga gawang modern: Gianluigi Buffon. Ia melakukan debut internasional pada 1997 dan akhirnya mencatat rekor 176 penampilan untuk Azzurri. Buffon juga menjadi penjaga gawang utama ketika Italia memenangkan Piala Dunia 2006. Selama lebih dari dua dekade, konsistensi, kepemimpinan, refleks, dan kemampuannya menghadapi tekanan membuat Buffon dianggap sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa.

Generasi terbaru kemudian diteruskan oleh Gianluigi Donnarumma. Ia mencuri perhatian sejak usia sangat muda dan menjadi bagian penting dari Italia ketika memenangkan Euro 2020. Donnarumma juga mencatatkan namanya dalam sejarah setelah terpilih sebagai pemain terbaik turnamen tersebut. Jika Combi, Zoff, Zenga, Pagliuca dan Buffon mewakili generasi-generasi emas sebelumnya, Donnarumma menjadi simbol bahwa tradisi Italia dalam menghasilkan penjaga gawang kelas dunia masih terus berlanjut. Dengan sejarah panjang tersebut, sulit menemukan negara lain yang memiliki kesinambungan tradisi penjaga gawang sekuat Italia

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...