Jakarta – Nama Tepatip Champkhaomooto mulai mendapat perhatian di panggung internasional Muay Thai setelah tampil di ONE Championship. Petarung asal Thailand itu mencatatkan debutnya dalam ONE Friday Fights 157 pada 5 Juni 2026 di Lumpinee Stadium, Bangkok. Laga tersebut menjadi pintu masuk Tepatip ke salah satu organisasi seni bela diri terbesar dunia sekaligus kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya di hadapan penonton global. Berdasarkan catatan yang tersedia, Tepatip turun di kelas strawweight Muay Thai dan menghadapi sesama petarung Thailand, Krungthai Torfunfarm.
Debut tersebut berakhir dengan cara yang sangat meyakinkan. Tepatip menghentikan Krungthai melalui knockout pada ronde pertama, sebuah hasil yang langsung memberikan kesan kuat dalam penampilan perdananya bersama ONE. Krungthai sebelumnya juga baru memiliki satu pertandingan di organisasi tersebut dan datang dengan kemenangan atas Binladin Sangmorakot pada ONE Friday Fights 148. Karena itu, kemenangan Tepatip bukan sekadar catatan angka, tetapi juga menjadi pernyataan awal bahwa dirinya mampu menghadapi lawan yang telah merasakan atmosfer ONE sebelumnya.
Hal yang sudah terlihat jelas adalah keberaniannya mengambil langkah menuju level kompetisi yang jauh lebih tinggi. Bagi seorang petarung Thailand, perjalanan menuju ONE bukan sekadar berpindah ring. ONE Friday Fights menghadirkan atmosfer kompetitif dengan lawan-lawan dari berbagai latar belakang serta tuntutan performa yang tinggi. Tepatip mendapatkan kesempatan itu dan langsung menjawabnya dengan penyelesaian cepat. KO pada ronde pertama menunjukkan bahwa ia tidak membutuhkan waktu panjang untuk menemukan momentum dan memaksimalkan peluang ketika celah terbuka.
Kemenangan atas Krungthai juga memberikan gambaran awal mengenai karakter kompetitif Tepatip. Mengakhiri pertandingan sebelum tiga ronde selesai membutuhkan keberanian untuk mengambil risiko sekaligus kemampuan membaca situasi. Namun, karena baru satu pertarungan ONE yang terdokumentasi secara kuat, belum tepat menyimpulkan bahwa Tepatip merupakan spesialis knockout atau memiliki satu pola serangan tertentu. Yang dapat dikatakan dengan aman adalah debutnya memperlihatkan efektivitas serangan dalam pertarungan singkat dan kemampuan memanfaatkan kesempatan untuk menghasilkan penyelesaian.
Dari sisi perjalanan karier, titik penting Tepatip sejauh ini adalah debut tersebut. Ia belum memiliki rekam jejak panjang di ONE yang memungkinkan dilakukan analisis kronologis secara mendalam seperti para veteran organisasi. Justru karena itulah kemenangan atas Krungthai menjadi fondasi penting bagi kariernya. Satu kemenangan dapat membuka pintu menuju pertarungan berikutnya, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan konsistensi ketika menghadapi lawan yang semakin berpengalaman dan memiliki gaya bertarung berbeda.
Perlu pula diluruskan bahwa sejumlah data yang beredar mengenai Tepatip sebenarnya merupakan data milik Jomjai Naksugym. Jomjai tercatat lahir pada 17 Maret 2000, memiliki tinggi 158 cm, berlatih di Captain Kane Gym, dan mempunyai rekor 2-1. Ia menang atas Kaoklai Chor Hapayak melalui keputusan mutlak dalam debut ONE pada 1 Desember 2023, kemudian kalah dari Punmongkol Sor Mongkolkarnchang melalui split decision pada ONE Friday Fights 51, sebelum menang atas Singthanawat NokJeansLadKrabang pada Mei 2024. ONE sendiri mengonfirmasi kemenangan Jomjai atas Kaoklai serta kekalahannya dari Punmongkol.
Karena itu, profil Tepatip Champkhaomooto untuk saat ini lebih tepat ditempatkan sebagai kisah tentang awal sebuah perjalanan, bukan perjalanan panjang yang sudah selesai. Ia datang ke ONE dengan informasi publik yang masih minim, tetapi langsung meninggalkan kesan melalui kemenangan KO pada debutnya. Jika mampu mempertahankan perkembangan teknik, kedisiplinan latihan, serta mentalitas kompetitifnya, kemenangan atas Krungthai dapat menjadi langkah pertama menuju karier yang lebih besar. Dunia Muay Thai kini menunggu apakah Tepatip mampu mengubah satu malam gemilang di Lumpinee menjadi awal dari perjalanan panjang di panggung internasional.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda