Jakarta – Thomas Frank memutuskan tidak kembali melatih dalam waktu dekat setelah meninggalkan Tottenham Hotspur. Pelatih asal Denmark itu memilih memanfaatkan musim panas untuk meliput Piala Dunia 2026, menghabiskan waktu bersama keluarga, dan mengevaluasi perjalanan kariernya sebelum menerima tantangan baru di dunia kepelatihan. Frank datang ke Tottenham dengan reputasi yang sangat baik setelah berhasil mengubah Brentford menjadi tim yang disegani di Premier League. Namun perjalanan yang diharapkannya menjadi langkah besar dalam karier justru berakhir lebih cepat dari perkiraan. Hanya delapan bulan setelah ditunjuk, ia kehilangan pekerjaannya akibat rentetan hasil buruk yang membuat Spurs terjebak dalam situasi sulit.
Baca juga: Tottenham Hotspur Resmi Pecat Thomas Frank
Meski baru beberapa bulan meninggalkan Tottenham, Thomas Frank mengungkapkan bahwa dirinya sudah menerima sejumlah pendekatan dari klub lain. Namun ia merasa saat ini bukan momen yang tepat untuk langsung kembali ke bangku cadangan. Pelatih berusia 52 tahun itu lebih memilih mengambil jeda dan memastikan dirinya benar-benar siap sebelum menerima proyek berikutnya.
Keputusan tersebut membuat Frank menjalani musim panas yang berbeda dari biasanya. Alih-alih memimpin sesi latihan atau menyusun strategi pertandingan, ia akan menjadi bagian dari tim peliputan Piala Dunia 2026 untuk televisi Denmark dan BBC. Selain itu, ia juga berencana mengikuti Tour de France yang dimulai pada awal Juli sebagai salah satu kegiatan yang sudah lama ingin dinikmatinya.
Bagi Thomas Frank, masa jeda ini bukan berarti menjauh dari sepak bola. Ia justru melihatnya sebagai kesempatan berharga untuk mengamati permainan dari sudut pandang berbeda. Setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan kompetisi, ia merasa perlu meluangkan waktu untuk belajar kembali, memperluas wawasan, dan mengumpulkan energi sebelum memulai petualangan berikutnya.
Ia menegaskan sepak bola tetap menjadi bagian besar dalam hidupnya. Selama beberapa bulan ke depan, Frank berencana menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman-teman, sambil terus mempelajari berbagai pendekatan kepemimpinan dari dunia olahraga maupun bidang lain. Ketika akhirnya kembali ke dunia kepelatihan, ia berharap dapat membawa perspektif baru yang akan membuatnya menjadi manajer yang lebih baik dari sebelumnya.
(bP/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda