Jakarta – Barcelona memasuki musim 2026/2027 dengan status sebagai salah satu favorit utama di Spanyol. Setelah menjadi juara La Liga dua musim beruntun di bawah Hansi Flick, Blaugrana kini membidik tiga gelar liga berturut-turut. Tantangannya tentu semakin besar karena Real Madrid kembali melakukan perubahan besar dan menunjuk José Mourinho sebagai pelatih. Persaingan El Clásico diperkirakan kembali menjadi pusat perhatian dalam perebutan gelar.
Kekuatan terbesar Barcelona tetap berada pada generasi mudanya, terutama Lamine Yamal. Pada musim 2025/2026, winger tersebut mencetak 16 gol dan 11 assist dalam 28 penampilan La Liga, serta 24 gol di semua kompetisi. Kini, dengan pengalaman yang semakin matang, Yamal diprediksi menjadi pemain utama dalam proyek Flick. Barcelona juga memiliki pemain penting seperti Pedri, Raphinha, Frenkie de Jong, Dani Olmo, dan Pau Cubarsí yang membuat fondasi tim tetap sangat kompetitif.
Salah satu perubahan paling menarik datang dari lini tengah. Barcelona mendatangkan Rodri, gelandang berpengalaman yang sebelumnya menjadi bagian penting Manchester City. Kehadirannya berpotensi memberikan keseimbangan antara kreativitas dan kontrol permainan. Rodri dapat menjadi penghubung antara lini belakang dan lini serang, sekaligus memberikan pengalaman besar dalam pertandingan-pertandingan level tertinggi. Kedatangannya membuat lini tengah Barcelona semakin dalam dan memberi Flick lebih banyak pilihan taktik.
Barcelona juga kembali memperkuat sisi kanan pertahanan dengan João Cancelo. Bek Portugal tersebut kembali ke Camp Nou secara permanen dengan kontrak hingga Juni 2029 setelah sebelumnya menjalani dua periode bersama klub. Kemampuan menyerang Cancelo dapat menjadi senjata tambahan dalam sistem permainan Flick yang mengandalkan lebar lapangan dan tekanan tinggi. Namun, tantangan Barcelona tetap terletak pada keseimbangan antara agresivitas menyerang dan perlindungan terhadap ruang di belakang bek sayap.
Di sektor serangan, Barcelona diperkirakan akan sangat bergantung pada kombinasi kecepatan dan kreativitas. Yamal menjadi pusat perhatian, sementara Raphinha tetap menawarkan pengalaman dan produktivitas dari sisi sayap. Kedalaman skuad juga meningkat setelah klub mendatangkan pemain seperti Anthony Gordon dan Karim Adeyemi, sehingga Flick mempunyai alternatif ketika menghadapi jadwal padat. Dengan banyaknya pemain yang memiliki kemampuan bermain cepat dalam transisi, Barcelona berpotensi kembali menjadi salah satu tim dengan permainan menyerang paling menarik di Eropa.
Namun, mempertahankan gelar La Liga tidak akan mudah. Real Madrid diperkirakan menjadi pesaing terbesar setelah melakukan investasi besar dan menunjuk Mourinho sebagai pelatih. Atlético Madrid juga tetap memiliki kapasitas untuk mengganggu persaingan di papan atas. Barcelona harus berhati-hati terhadap efek kelelahan karena banyak pemain mereka menjalani Piala Dunia 2026 sebelum memasuki musim klub. Manajemen kebugaran menjadi salah satu pekerjaan terpenting Flick, terutama untuk pemain muda seperti Yamal yang akan menghadapi ekspektasi semakin tinggi.
Jika melihat komposisi skuad, pengalaman Flick, serta performa Barcelona dalam dua musim terakhir, Tim KB meprediksikan Blaugrana sebagai kandidat terkuat untuk kembali menjuarai La Liga. Dengan kondisi skuad saat ini. Barcelona akan finis di posisi pertama, dengan Real Madrid menjadi pesaing terdekat dan Atlético Madrid bersaing untuk posisi tiga besar. Di Copa del Rey dan Supercopa de España, Barcelona juga berpeluang besar menambah trofi. Tantangan terbesar justru berada di Liga Champions, karena persaingan Eropa jauh lebih ketat dan Barcelona masih harus membuktikan bahwa dominasi domestik mereka dapat diterjemahkan menjadi kejayaan di Eropa. Dengan Yamal sebagai wajah generasi baru dan Flick sebagai arsiteknya, musim 2026/2027 berpotensi menjadi awal era baru kejayaan Barcelona.
(bP/timKB).
Sumber foto: facebook
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda