Musim liburan telah tiba. Kebanyakan dari kita merencanakannya dengan berbagai aktivitas, atau bahkan mungkin hanya sekedar berkumpul bersama keluarga. Biasanya holiday dirayakan oleh sebagian besar manusia, dan sering kali memiliki ikatan dengan holy day. Apakah perlu untuk mengetahui perbedaan antara holiday dan holy day? Karena hal tersebut mengubah cara kita memperlakukan hari-hari tersebut. Ataukah kita tidak seberapa peduli dengan maknanya, karena kita lebih antusias dengan rehat dari segala rutinitas sehari-hari?
Tentunya ada perbedaan antara holiday dan holy day. Dan pasti ada alasan agama dan ritual tertentu, dan itu adalah holy day. Sedangkan untuk holiday, kebanyakan orang diberikan hari libur untuk merayakannya.
Merayakan holiday dan holy day di zaman sekarang ini mungkin terkesan sebagai sesuatu yang menyenangkan, karena kita keluar dari kegiatan rutin. Ada banyak hal yang terjadi di setiap hari raya. Apakah itu makna religius yang dalam atau hari untuk merayakan dan menghormati sesuatu yang bernilai di masyarakat.
Holiday dan holy day terdengar sangat mirip, dan salah satu alasannya adalah asal mereka yang sama. Holy day selalu merupakan hari yang dispesialkan untuk alasan suci atau agama. Sedangkan holiday bisa menjadi salah satu ekspansi dari holy day.
Holiday berimplikasi pada kebanyakan orang sebagai hari libur dari pekerjaan dan/atau sekolah. Dimana hari-hari tersebut menjadi waktu untuk rekreasi dan relaksasi.
Sering kali holiday dikaitkan dengan acara tertentu tetapi tidak selalu dengan hari keagamaan seperti yang diwakili oleh holy day. Musim holiday juga terjadi ketika libur kenaikan kelas pada anak-anak sekolah.

Holy day ditentukan oleh makna yang diwakilinya. Orang yang merayakan holy day mungkin memiliki kewajiban dan tradisi keagamaan seperti menghadiri ibadah di rumah ibadah, berkumpul dengan orang percaya lainnya, atau membaca bagian kitab suci.
Saat ini banyak orang merayakan holy day bahkan tanpa menyadari bahwa itu adalah hari suci., dimana hari itu adalah bagian dari sejarah dunia yang memiliki arti. Definisi holy day telah banyak berubah sepanjang sejarah. Bahkan seperti kehilangan makna sesungguhnya. Dan mungkin disebabkan oleh semangat untuk merayakan holiday, dengan berbagai rencana dan kehebohan lainnya.
Setiap holy day atau hari suci yang dirayakan oleh kebanyakan umat, memiliki sejarah, makna, dan tradisi yang terkadang terlupakan. Ketika makna dan tradisi tersebut pudar dan hilang, holy day hanya sekedar hari seperti hari-hari biasa. Alangkah baiknya, jika kita kembali memaknainya sebagai sesuatu yang sakral. Kembali merenungkannya sebagai hari dimana kita bisa mengingat kembali peristiwa suci yang terjadi di hari itu, dan menjadikan kita ada sebagaimana kita ada sampai saat ini. Mensyukuri nikmat dan anugerah yang kita rasakan, dan memenuhi hati kita dengan sukacita juga cinta kasih yang mengalir dari Sang Sumber untuk kita bagikan kepada sesama kita.
Saat membandingkan holy day dengan holiday, penting untuk diingat apa yang kita perlakukan sebagai holiday dan holy day. Dan pasti akan ada yang secara khusus merayakan hari raya, melakukan ibadah, dan dimaknai dengan baik. Sedangkan untuk holiday, dapat dengan mudah diartikan sebagai hari dimana kita keluar dari rutinitas harian. Dan dapat juga dimanfaatkan dengan merencanakan berbagai trip ataupun hanya sekedar mengevaluasi diri, menikmati suasana rumah, berkebun dan memanjakan diri.
Holiday dan holy day, seringkali menjadi momen untuk menyatukan kita. Baik dalam artian mempererat hubungan kita dengan keluarga terdekat, kerabat maupun teman-teman. Juga mempertemukan kita dengan sesama manusia lain, terlebih mempersatukan kita dengan Sang Sumber kehidupan, dengan mensyukuri terjadinya momen holiday dan holy day tersebut.
Sebagai manusia, kita dapat merayakan holy day sebagai pengingat yang luar biasa tentang apa yang telah Tuhan lakukan untuk umatnya. Dan juga tentang bagaimana para Nabi memperjuangkan iman dan percayanya. Rasa sukacita dan damai sejahtera tidak bisa kita dapatkan jika kita tidak mampu untuk memaknai keberadaan Tuhan, yang senantiasa memberikan kita napas dan kesehatan. Bahwasanya, hidup kita saat ini tidak lepas dari cintaNya kepada kita dan ada di dalam kita. Lalu bagaimana kita bisa memiliki cinta dan damai, dan mengapresiasikannya dalam kehidupan kita masing-masing?
Dengan memahami bahwa kita di dunia ini adalah sebagai makhluk yang memiliki keterhubungan dengan Tuhan dan sesama kita manusia, kita akan bisa memiliki pemahaman yang baik tentang holiday dan holy day.
Dari daftar panjang rencana kita untuk holiday, sematkan rasa syukur dan tebarkan cinta. Dan dari perayaan kita untuk holy day, ingat dan renungkanlah kembali tentang cinta kasihNya, sehingga kita tidak pernah lupa bahwa kita ada di dunia ini hanya karena anugerahNya.
Selamat merayakan holy day, Natal yang penuh makna. Dan selamat menikmati holiday, menikmati hari-hari tersisa di penghujung tahun ini. Semoga kita semua selalu dalam rangkulan kasihNya dan perlindunganNya. Semoga cinta kasih Tuhan senantiasa melimpah dalam hati kita, dan kita dapat menjadi terangNya di manapun kita berada.
(DK-TimKB)
Sumber Foto : Aging Care